Menuju konten utama

Kapan Puasa Arafah dan Tarwiyah 2025? Simak Jadwal dan Niatnya

Bulan Zulhijah 1446 H merupakan salah satu bulan mulia. Umat Islam dianjurkan untuk puasa Arafah dan Tarwiyah. Kapan waktu puasa Arafah dan Tarwiyah?

Kapan Puasa Arafah dan Tarwiyah 2025? Simak Jadwal dan Niatnya
Jamaah haji Indonesia memanjatkan doa saat wukuf di Arafah, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (15/6/2024). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Memasuki bulan Dzulhijjah 1446 H, terdapat beberapa puasa sunah yang dianjurkan bagi umat muslim, di antaranya puasa Arafah dan Tarwiyah. Pembaca dapat mengetahui kapan waktu puasa Arafah dan Tarwiyah, beserta niatnya.

Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunah dalam sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Pasalnya, bulan tersebut, termasuk dalam daftar empat bulan mulia atau asyhurul hurum.

Salah satu kesunahan bulan Dzulhijjah ialah melaksanakan puasa Tarwiyah dan puasa Arafah. Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah , sementara puasa Arafah berlangsung pada 9 Dzulhijjah.

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Puasa Tarwiyah adalah ibadah sunah yang dikerjakan umat Islam pada 8 Dzulhijjah. Puasa Tarwiyah dilaksanakan bertepatan dengan rangkaian awal pelaksanaan rukun haji. Pada hari tersebut, seluruh jemaah haji bersiap diri melaksanakan wukuf di Arafah, sebuah lembah di timur Kota Mekkah.

Dalam sebuah riwayat Abu Hurairah, pahala puasa Tarwiyah sama dengan pahala Nabi Ayub saat menerima musibah.

“Barangsiapa berpuasa pada hari Tarwiyah, maka Allah akan memberikan pahala seperti pahala kesabaran Nabi Ayub Alaihissalam atas musibahnya. Barangsiapa berpuasa pada hari Arafah, maka Allah akan memberikan pahala kepadanya seperti pahala Nabi Isa Alaihissalam,” Riwayat Abu Hurairah dalam kitab Nuzhah Al-Majalis wa Muntakhab Al-Nafais.

Kemudian, sehari setelah puasa Tarwiyah, umat Islam disunahkan menunaikan puasa Arafah, yang dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah. Puasa Arafah ini memiliki keutamaan besar, sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim, bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ

Artinya: "Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu (HR Muslim)."

Hari Arafah menjadi sebuah waktu yang sangat istimewa dan memiliki keutamaan-keutamaan tersendiri. Pasalnya, pada hari tersebut adalah puncak ibadah haji, jemaah sedang melaksakan wukuf di Arafah, untuk berzikir dan berdoa.

Wukuf di Arofah juga menjadi potret kecil tentang Mahsyar, ketika manusia tak lagi memegang kemelekatan berupa atribut duniawi.

Keduan puasa tersebut dilakukan oleh umat Islam yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Bagi yang melaksanakan haji, pada waktu tersebut mereka berada di Padang Arafah fokus pada wukuf, salah satu rukun haji.

Jadwal Puasa Arafah dan Tarwiyah 2025

Secara resmi, pemerintah melalui Kementerian Agama RI belum menetapkan 1 Dzulhijjah 1446 H. Penetapan itu baru akan dilakukan dalam sidang isbat yang digelar pada Selasa, 27 Mei 2025, mulai pukul 16.00 WIB, di Jakarta.

Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan bahwa 10 Dzulhijjah atau Idul Adha dalam maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025.

Sebagaimana diketahui, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, untuk menentukan awal bulan Hijriah. Sedangkan, pemerintah menggunakan metode hisab dan rukyatul (pemantauan) hilal.

Niat Puasa Arafah dan Tarwiyah

Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah sunah pada bulan Dzulhijjah, terutama 10 hari pertama. Pada tanggal 1-10 Dzulhijjah, umat Islam dapat melaksanakan berbagai amalan sunah, baik salat, sedekah, baca al-Quran, puasa, dan lain sebagainya.

Puasa sunah yang dikerjakan pada bulan Dzulhijjah diantaranya ialah puasa Tarwiyah dan Arafah. Sama halnya dengan sunah puasa lainnya, puasa Tarwiyah dan Arafah dimulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam (waktu Magrib), dengan niat yang diucapkan pada malam sebelumnya atau sebelum fajar.

Berikut niat puasa Arafah beserta artinya, yang dapat menjadi acuan masyarakat:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku niat puasa sunah Arafah karena Allah ta'ala."

Masyarakat juga dapat melafalkan niat puasa Tarwiyah berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: "Aku niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta'ala."

Baca juga artikel terkait HAJI 2025 atau tulisan lainnya dari Irwan Syambudi

tirto.id - Edusains
Kontributor: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Sarah Rahma Agustin & Dicky Setyawan