Menuju konten utama

Isi Tas Siaga Bencana yang Perlu Disiapkan untuk Kondisi Darurat

Berikut ini isi tas siaga bencana yang wajib disiapkan untuk kondisi darurat. Pelajari fungsi, daftar barang penting, dan nomor darurat dari panduan BNPB!

Isi Tas Siaga Bencana yang Perlu Disiapkan untuk Kondisi Darurat
Prajurit Batalyon TP 897/Singgalang dan Brimob Polda Sumbar mengevakuasi korban meninggal akibat banjir bandang di Jorong Kayu Pasak Selatan, Nagari Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Senin (1/12/2025). Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam menyebutkan hingga Senin pagi, sebanyak 63 orang korban banjir bandang di Kecamatan Palembayan masih belum ditemukan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Bencana bisa datang kapan saja, apalagi Indonesia termasuk salah satu negara rawan bencana karena letaknya yang berada di ring of fire. Tas siaga bencana menjadi salah satu hal yang wajib disiapkan agar proses mitigasi berjalan dengan lancar. Apa saja isi tas siaga bencana? Mengapa tas siaga bencana penting? Pertanyaan ini penting untuk dijawab, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan risiko bencana.

Menurut laman Badan Nasional Penanggulangan Bencana(BNPB), mitigasi bencana merupakan serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Bencana sendiri merupakan peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat, baik karena faktor alam maupun nonalam, sehingga dapat menimbulkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, hingga dampak psikologis. BNPB mengelompokkan bencana menjadi tiga kategori: bencana alam, bencana nonalam, dan bencana sosial.

Karena itu, tas siaga bencana wajib dimiliki oleh siapa saja, terutama masyarakat di daerah rawan gempa, banjir, letusan gunung api, hingga bencana sosial. Lantas, apa saja isi tas siaga bencana? Mengapa tas siaga bencana penting bagi mitigasi?

Banjir di Aceh Selatan berangsur surut

Foto udara Sejumlah kendaraan melintasi genangan banjir yang merendam jalan lintas nasional Banda Aceh-Medan di Desa Ladang Rimba, Trumon Tengah, Aceh Selatan, Aceh, Senin (1/12/2025). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/YU

Apa Itu Tas Siaga Bencana dan Fungsinya?

Banyak masyarakat yang mulai bertanya, apa saja isi tas siaga bencana? Mengapa tas siaga bencana penting? Menurut BNPB dan berbagai lembaga penyelamatan internasional seperti IFRC (International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies), tas siaga bencana adalah tas berisi kebutuhan dasar yang harus siap dibawa kapan pun ketika bencana terjadi.

Isi tas siaga bencana dan fungsinya mencakup alat-alat penyokong keselamatan, kesehatan, identitas, komunikasi, hingga makanan darurat. Tas ini berfungsi menjamin kelangsungan hidup selama 1–3 hari pertama setelah bencana, periode krusial ketika akses bantuan sering belum tersedia. Tas siaga bencana juga memudahkan masyarakat saat proses evakuasi dilakukan.

Melihat bencana banjir yang terjadi di berbagai wilayah Sumatera saat ini, keberadaan tas siaga bencana banjir menjadi sangat penting karena banjir sering datang tiba-tiba pada malam hari atau saat hujan ekstrem yang terus menerus. Dengan mempersiapkan tas siaga bencana, setidaknya para korban masih bisa bertahan hidup sambil menunggu bantuan datang.

Penyaluran bantuan korban banjir bandang

Petugas memikul beras untuk dibagikan kepada korban banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025). ANTARA FOTO/Yudi Manar/YU

Daftar Barang Isi Tas Siaga Bencana

Setelah mengetahui pengertian dan fungsinya, penting untuk memahami apa saja isi tas siaga bencana yang perlu dipersiapkan. Secara umum, isi tas siaga bencana merupakan benda-benda penting yang harus dibawa untuk bertahan hidup setidaknya selama 3 hari.

Dilansir dari laman BNBP dan beberapa sumber lainnya, berikut ini merupakan daftar isi tas siaga bencana dan fungsinya yang perlu dibawa:

1. Air Minum Minimal 1–2 Liter

Air merupakan prioritas utama dalam tas siaga bencana, karena tubuh manusia tidak dapat bertahan lama tanpa cairan. Saat bencana seperti gempa atau banjir terjadi, akses ke air bersih sangat mungkin terputus akibat pipa yang rusak atau sumber air yang tercemar lumpur.

Itulah mengapa membawa air minum minimal 1–2 liter menjadi langkah mitigasi yang vital. Jumlah tersebut cukup untuk mempertahankan hidrasi dasar tubuh selama fase awal evakuasi, terutama ketika bantuan belum dapat menjangkau lokasi.

Jika memungkinkan, tambahkan botol lipat atau tablet penjernih air untuk berjaga-jaga menghadapi kondisi darurat yang lebih lama.

2. Makanan Siap Saji

Dalam situasi darurat, kebutuhan energi meningkat karena aktivitas fisik seperti berjalan jauh, mengungsi, atau menunggu evakuasi. Oleh karena itu, makanan siap saji yang tahan lama dan tidak membutuhkan proses memasak sangat penting.

Isi tas siaga bencana sebaiknya mencakup mie instan, makanan kaleng siap makan, biskuit tinggi kalori, energy bar, atau makanan kering lain yang tidak mudah basi. Makanan ini memberikan energi instan ketika dapur tidak dapat digunakan atau saat tidak tersedia sumber api.

Dalam bencana banjir, makanan siap saji semakin penting karena banyak lokasi pengungsian tidak punya fasilitas memasak pada hari pertama.

3. Pakaian Cadangan dan Jaket

Pakaian kering sangat krusial untuk menghindari hipotermia, terutama jika bencana datang secara tiba-tiba pada malam hari atau saat hujan deras. Simpan setidaknya satu pasang pakaian dalam plastik kedap air agar tetap kering.

Dalam tas siaga bencana banjir, pakaian kering merupakan barang penyelamat ketika seluruh area rumah terendam. Jaket atau sweater diperlukan untuk menjaga suhu tubuh, khususnya di tempat pengungsian yang umumnya terbuka dan dingin pada malam hari. Pilih bahan yang ringan dan cepat kering agar mudah dibawa.

4. Senter dan Baterai Cadangan

Senter adalah alat penerangan utama saat listrik padam, yang sering terjadi setelah gempa, badai, atau banjir besar. Cahaya sangat penting untuk menghindari cedera ketika berjalan di area gelap atau berantakan. Senter juga membantu tim pencarian menemukan korban.

Pastikan membawa baterai cadangan atau memilih senter jenis rechargeable yang dapat diisi ulang melalui power bank. Hindari mengandalkan lampu ponsel saja karena akan cepat menghabiskan daya baterai.

5. Obat-obatan Pribadi dan P3K

Kotak P3K adalah bagian yang tak terpisahkan dari isi tas siaga bencana dan fungsinya sangat luas. Selain antiseptik, plester, perban, dan obat luka ringan, pastikan juga membawa obat-obatan pribadi seperti obat asma, tekanan darah, alergi, atau obat yang wajib diminum setiap hari.

Dalam situasi darurat, pembatasan akses ke fasilitas kesehatan sangat mungkin terjadi. Membawa obat pribadi memastikan kebutuhan kesehatan tetap terpenuhi selama masa penanganan awal.

Dapur umum korban banjir bandang di Tapanuli Selatan

Petugas membagikan makanan kepada warga yang terdampak banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025). ANTARA FOTO/Yudi Manar/YU

6. Masker, Sarung Tangan, dan Hand Sanitizer

Kondisi pascabencana sering kali menyebabkan kualitas udara buruk karena debu reruntuhan, asap kebakaran, atau bau menyengat dari genangan banjir. Masker sangat membantu melindungi saluran pernapasan. Sarung tangan dapat digunakan saat harus memindahkan benda, melewati area kotor, atau menolong orang lain.

Hand sanitizer penting untuk menjaga kebersihan tangan, terutama saat akses air bersih sangat terbatas. Peralatan ini dapat mencegah penyakit menular yang sering merebak setelah bencana.

7. Peluit (Whistle)

Peluit adalah alat kecil namun sangat penting dalam operasi penyelamatan. Fungsinya untuk memberi sinyal keberadaan Anda ketika terjebak di reruntuhan atau tempat yang sulit dijangkau oleh suara teriakan.

Peluit dapat menghasilkan suara yang lebih keras dan konsisten, sehingga peluang ditemukan oleh tim SAR atau warga sekitar semakin besar. BNPB juga sering menekankan pentingnya membawa peluit dalam tas darurat.

8. Power Bank dan Kabel

Komunikasi adalah kunci dalam situasi darurat—baik untuk menghubungi keluarga, melapor ke posko, atau memantau informasi resmi pemerintah. Memastikan ponsel tetap menyala adalah keharusan.

Karena itu, power bank dengan kapasitas minimal 10.000–20.000 mAh sangat disarankan. Pastikan kabel charger disimpan dalam kantong terpisah agar mudah diambil saat dibutuhkan.

9. Dokumen Penting

Dokumen seperti KTP, KK, akta lahir, kartu ATM, kartu BPJS, dan salinan sertifikat rumah harus disalin dan disimpan dalam map plastik kedap air. Dokumen-dokumen ini diperlukan untuk proses administrasi bantuan bencana, klaim asuransi, atau verifikasi identitas.

Banyak korban bencana kehilangan dokumen penting karena tidak sempat menyelamatkannya, sehingga membawa salinan menjadi tindakan mitigasi yang sangat bijaksana.

10. Uang Tunai Secukupnya

Setelah bencana, jaringan listrik atau internet sering mengalami gangguan sehingga pembayaran digital maupun ATM sulit diakses. Di saat itulah uang tunai menjadi krusial untuk membeli makanan, air, transportasi, atau kebutuhan mendesak lainnya. Pastikan membawa pecahan kecil agar mudah digunakan dalam kondisi darurat.

11. Selimut atau Emergency Blanket

Emergency blanket (selimut aluminium) berfungsi menjaga panas tubuh agar tidak cepat hilang. Alat ini sangat ringan, tahan air, dan mudah dilipat sehingga cocok dimasukkan ke dalam tas darurat. Selimut biasa juga bisa digunakan, terutama bagi keluarga dengan bayi atau lansia yang rentan kedinginan.

12. Radio Portabel

Radio portabel membantu Anda memantau informasi dari pemerintah, termasuk peringatan dini setelah gempa, status gunung api, atau perkembangan banjir.

Ketika sinyal seluler padam, radio menjadi satu-satunya alat komunikasi satu arah yang dapat diandalkan. Pilih radio kecil yang menggunakan baterai atau tipe hand-crank (diputar) agar tetap bisa digunakan tanpa listrik.

Penyaluran bantuan menggunakan perahu

Relawan berada di atas kapal yang mengangkut bantuan logistik untuk disalurkan ke daerah terisolir akibat banjir bandang dan tanah longsor di Batu Taba, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Senin (1/12/2025). ANTARA FOTO/Wawan Kurniawan/Lmo/YU

Daftar Nomor Darurat di Indonesia

Selain mengetahui isi tas siaga bencana dan fungsinya, masyarakat juga perlu mengetahui daftar nomor darurat di Indonesia. Menyimpan nomor darurat adalah salah satu langkah mitigasi bencana yang tidak boleh diabaikan.

Bantuan akan datang jika pemerintah setempat mengetahui informasi lebih cepat, terutama jika terjadi hal-hal yang membutuhkan penanganan lebih cepat seperti kebakaran, pertolongan medis, hingga tindakan kriminalitas.

Berikut ini merupakan daftar nomor darurat di Indonesia yang wajib diketahui:

  • 112 – Nomor Darurat Nasional (kebakaran, ambulans, polisi, bencana)
  • 113 atau 1131 – Pemadam Kebakaran
  • 110 – Polisi
  • 118 / 119 – Layanan Ambulans / Kesehatan
  • 115 – SAR (Search and Rescue)
  • 129 – Posko Bencana Alam
  • 123 – PLN

Mitigasi bencana bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab setiap warga. Dengan memahami apa saja isi tas siaga bencana, mengapa tas siaga bencana penting, serta memastikan isi tas siaga bencana dan fungsinya tersedia lengkap, kita dapat meningkatkan peluang keselamatan saat kondisi darurat terjadi.

Ingin informasi terkini soal bencana yang terjadi di Indonesia? Simak selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Kumpulan Artikel Seputar Bencana Lainnya

Baca juga artikel terkait SIAGA BENCANA atau tulisan lainnya dari Robiatul Kamelia

tirto.id - Edusains
Kontributor: Robiatul Kamelia
Penulis: Robiatul Kamelia
Editor: Robiatul Kamelia & Lucia Dianawuri