Menuju konten utama
Bencana Banjir Sumatra

Kisah Pilu Relawan: Ada Korban Meninggal di Tenda Pengungsian

Rama mengatakan, para korban bencana banjir berupaya bertahan hidup berhari-hari dengan kondisi memprihatinkan, bahkan ada sampai meninggal dunia.

Kisah Pilu Relawan: Ada Korban Meninggal di Tenda Pengungsian
Kondisi sejumlah wilayah di Sumatera Utara pascabanjir dan longsor. Foto/Dok. Muhammad Rizal Ramadhan.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Bencana di Sumatra mengetuk hati Muhammad Rizal Ramadhan untuk berangkat membantu para korban bencana yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) beberapa hari yang lalu. Sebagai catatan, mengutip data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total ada 442 orang meninggal dan 402 orang masih dalam kejadian bencana banjir dan longsor di Aceh.

Pria yang dipanggil Rama itu menjadi salah satu relawan yang berangkat langsung dari Jakarta untuk membantu para korban banjir dan longsor di Sumut. Ia jalan bersama tim Sahabat Rama Peduli yang tersebar di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Ia mengaku telah mengunjungi tiga tempat di Sumut, yakni Sei Mati, Jalan Yos Sudarso, dan Pangkalanbrandan.

Kepada Tirto, Senin (1/12/2025), Rama bercerita, kondisi pengungsian yang dikunjunginya memprihatinkan. Ia mengaku, ada pengungsi yang meninggal di tenda pengungsian.

"Kondisi mereka memprihatinkan banyak yang jatuh sakit. Bahkan ada yang MD (meninggal dunia) di pengungsian," ujarnya kepada Tirto, Senin.

Kondisi Pasca banjir Sumut

Kondisi sejumlah wilayah di Sumut pascabanjir dan longsor. Foto/ Dok Muhammad Rizal Ramadhan

Rama menuturkan, rentang usia pengungsi beragam, mulai dari bayi hingga lansia. Ia pun sempat terkejut ketika mendengar cerita para korban yang harus bertahan hidup berhari-hari dengan kondisi yang memprihatinkan.

"Ketika kita datang, bikin shock juga mendengar cerita mereka bertahan hidup berhari-hari dengan kondisi memprihatinkan," tuturnya.

Dia juga menyebut, akses jalan ke wilayah yang dia kunjungi masih terhadap banyak genangan air. Ia menilai, beberapa kali harus menerobos genangan tersebut agar bisa sampai ke tempat tujuan.

"Terkadang kita mendapati kendala seperti masih ada genangan air yang harus kita terobos," katanya.

Usai mengunjungi ketiga lokasi tersebut, Rama dan tim akan bergerak ke titik-titik banjir lainnya untuk memperlihatkan kondisi pascabanjir. Dia juga menyinggung pernyataan dari Kepala BNPB RI, Letjen TNI Suharyanto, yang menyebut bahwa bencana di Sumatra ini hanya terlihat mencekam di media sosial saja.

"Soalnya hari ini kita juga akan menyisir titik-titik banjir biar enggak dibilang mencekam di medsos doang sama BNPB," pungkasnya.

Rama juga gencar membuka donasi untuk memberikan bantuan kepada para korban. Dia juga terus membagikan infomasi soal kondisi di Sumut pascabanjir dan longsor melalui sosial medianya. Bahkan di akun pribadinya @ramaa1604 dia terlihat harus naik traktor pembajak sawah untuk dapat mengakses air bersih saat berada di lokasi banjir.

Kondisi Pasca banjir Sumut

Kondisi sejumlah wilayah di Sumut pascabanjir dan longsor. Foto/ Dok Muhammad Rizal Ramadhan

Baca juga artikel terkait BENCANA ALAM atau tulisan lainnya dari Auliya Umayna Andani

tirto.id - Flash News
Reporter: Auliya Umayna Andani
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Andrian Pratama Taher