Menuju konten utama

Update Bencana Sumatra: 442 Orang Meninggal Dunia, 402 Hilang

BNPB mencatat kenaikan korban jiwa terjadi di Tapanuli Selatan, Sumut sementara Agam, Sumbar menjadi daerah dengan korban meninggal terbanyak di Sumbar.

Update Bencana Sumatra: 442 Orang Meninggal Dunia, 402 Hilang
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, merincikan, jumlah korban jiwa terbanyak di Sumut berada di Kabupaten Tapanuli Tengah, yakni sebanyak 47 jiwa. foto/Youttube BNPB
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mencatat total 441 orang meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Sementara itu, jumlah total warga hilang mencapai 402 orang.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut korban tewas di Sumatra Utara (Sumut) mencapai 217 orang per hari Minggu (30/11/2025). Dia mengatakan jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan jumlah sebelumnya.

“Jadi korban jiwa untuk Sumatera Utara 217 jiwa yang meninggal dunia, kemudian 209 yang masih hilang. Rinciannya ini semua ya untuk Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan,” kata Suharyanto melalui konferensi pers yang disiarkan BNPB melalui akun resmi media sosial YouTube BNPB Indonesia, Minggu (30/11/2025).

Suharyanto menyebut kenaikan jumlah korban terjadi di wilayah Tapanuli Selatan. Selain korban jiwa, dia menyebut jumlah pengungsi juga turut meningkat.

Dia menyebut, kondisi pos pengungsian sudah cukup membaik sehingga warga yang sebelumnya mengungsi mandiri, mulai berpindah ke lokasi pengungsian resmi dari pemerintah.

Menurut Suharyanto, kondisi pos pengungsian yang semakin baik membuat warga yang sebelumnya mengungsi mandiri mulai berpindah ke lokasi resmi yang disiapkan pemerintah.

“Ini secara karena tempat pengungsiannya sudah relatif lebih baik, dapur lapangannya sudah operasional, logistiknya juga sudah mulai banyak. Jadi, masyarakat yang tadinya mengungsi mandiri ini masuk ke titik-titik pengungsian. Sehingga jumlah pengungsi ini juga bertambah,” tutur Suharyanto.

Kemudian, Suharyanto menyampaikan jumlah korban jiwa di Aceh, yakni 96 orang meninggal dunia dan 75 orang masih hilang.

“Per hari ini, Aceh korban jiwa jadi 96 dan 75 hilang. Untuk Aceh yang terdampak yang ada korban jiwa, ada 11 Kabupaten/Kota. Tapi kalau Kabupaten/Kota terdampak ada 18,” terangnya.

Suharyanto juga menyinggung akses komunikasi yang sempat terputus total di kawasan Langsa. Berdasarkan laporan yang didapat BNPB, Suharyanto menyatakan wilayah itu sudah bisa diakses oleh tim Search and Rescue (SAR) gabungan dan jaringan komunikasi darurat sudah tersedia kembali. Dia juga menyebut tak ada korban jiwa di kawasan tersebut.

“Langsa yang kemarin ramai di medsos yang tidak bisa dihubungi, sekarang sudah bisa dihubungi dan ternyata di sana tidak ada korban jiwa ya. Jadi artinya mudah-mudahan ini berita yang baik ya,” ucapnya.

Berikutnya, terkait korban jiwa di Sumbar adalah sebanyak 129 orang meninggal dunia dan 118 lainnya masih dinyatakan hilang. Sementara itu, 16 orang lainnya mengalami luka-luka.

Katanya, Kabupaten Agam merupakan wilayah yang memiliki jumlah korban meninggal dan hilang paling banyak. “Agam ini relatif bertambah banyak laporan korban karena yang hilang waktu itu kemarin banyak ya, sehingga tambah yang meninggal jadi 87, yang 76 masih hilang,” kata Suharyanto.

Meski demikian, dia mengklaim bahwa kondisi di Sumbar lebih baik dibandingkan di Sumut dan Aceh.

“Jadi Sumatera Barat itu dibandingkan Sumatera Utara dan Aceh, sekarang sudah lebih pulih, sudah lebih pulih di hari ketiga ini. Apalagi sekarang sudah tidak ada hujan ya. OMC dilaksanakan terus-menerus di situ,” ucap Suharyanto.

Sementara itu, Suharyanto menyebut BNPB mencatat sebanyak sekitar 77.988 warga mengungsi selama bencana berlangsung.

Baca juga artikel terkait BENCANA ALAM atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Andrian Pratama Taher