tirto.id - Banjir yang melanda Kabupaten Aceh mengakibatkan 96 orang meninggal dunia menurut data hingga Minggu (30/11) pukul 16.14 WIB.
Bencana hidrometeorologi yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh itu mengakibatkan sebanyak 89.959 kepala keluarga terdampak dan 62 ribu kepala keluarga di antaranya mengungsi.
Warga yang mengungsi tersebar di 514 lokasi pengungsian. Bencana itu berdampak pada 1.286 gampong/desa tersebar di 242 kecamatan.
Daftar Kabupaten/Kota di Aceh yang Terdampak Bencana
Pemprov Aceh telah membagi daerah bencana menjadi tiga kategori berdasarkan tingkat keparahan, yaitu tanggap darurat (merah), siaga darurat (kuning), dan siaga bencana (hijau). Ini daftarnya:
Tanggap Darurat
1. Kabupaten Aceh Utara2. Kabupaten Bener Meriah
3. Kabupaten Pidie Jaya
4. Kabupaten Aceh Tengah
5. Kabupaten Aceh Singkil
6. Kota Lhokseumawe
7. Kabupaten Aceh Tamiang
8. Kota Subulussalam
9. Kabupaten Aceh Tenggara
10. Kabupaten Gayo Lues
11. Kabupaten Aceh Timur
12. Kabupaten Aceh Selatan
Siaga Darurat
1. Kabupaten Aceh Besar2. Kabupaten Aceh Barat
Siaga Bencana
1. Kota Sabang2. Kabupaten Nagan Raya
3. Kota Banda Aceh
4. Kabupaten Pidie
5. Kabupaten Aceh Barat Daya
6. Pulau Simeulue
Masyarakat di Aceh Timur menemukan jenazah yang telah dikubur sebelumnya, terangkat dari pemakamannya dan terbawa arus hingga masuk ke rumah.
"Saya tidak menyangka melihat pemandangan seperti itu. Setelah banjir surut, pemilik rumah mulai membersihkan halaman. Ternyata ada mayat yang terseret masuk ke rumah," kata Sapri warga Aceh Timur di Aceh Timur, Senin (1/12), dikutip Antaranews.
Sejumlah insiden tragis lainnya juga terjadi di Aceh Timur termasuk kejadian di mana satu keluarga terdiri lima orang meninggal dunia saat berusaha menerobos banjir untuk mencapai lokasi pengungsian di Kecamatan Madat, Aceh Timur.
Kendaraan yang mereka tumpangi terseret arus kuat, dan upaya penyelamatan yang dilakukan warga sekitar tidak dapat mengimbangi derasnya air.
Selain itu, ada pula warga yang terjebak di atap rumah, menunggu pertolongan selama lebih dari 24 jam. Beberapa di antaranya ditemukan dalam kondisi selamat, namun tak sedikit pula yang tidak berhasil bertahan akibat kelelahan, hipotermia, atau terseret banjir saat menunggu bantuan.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky memperkirakan korban jiwa mencapai 30 orang lebih. Korban jiwa yang banyak meninggal dunia di Kecamatan Pante Bidari.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur Ashadi mengatakan bahwa medan sulit serta kondisi yang belum stabil membuat operasi penyelamatan menjadi sangat menantang.
"Jumlah korban sangat besar dan wilayah yang terdampak luas. Akses menuju daerah pedalaman lumpuh total. Kami memprioritaskan evakuasi korban selamat sambil terus mencari yang masih hilang," kata Ashadi.
Lebih dari ribuan warga kini mengungsi di tenda-tenda darurat. Mereka membutuhkan suplai makanan, air bersih, obat-obatan, dan selimut. Relawan kemanusiaan dari berbagai daerah telah mulai berdatangan untuk membantu distribusi logistik.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id
































