tirto.id - Update banjir Sumatera hingga hari Minggu, 30 November 2025, mencakup wilayah terdampak di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatera Utara. Cek jumlah korban meninggal terkini dan dinyatakan hilang.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sudah mencapai 166 orang.
Angka ini termasuk paling tinggi jika dibandingkan di dua Provinsi di Pulau Sumatera lainnya yang juga terdampak bencana, yakni Sumatra Barat (Sumbar) dan Aceh.
Jumlah Korban di Sumut & Titik Lokasi Pengungsian
Berdasarkan laporan BNPB pada Minggu (30/11/2025), korban meninggal di Provinsi Sumatera Utara pada hari ketiga usai penetapan status tanggap darurat bencana sudah mencapai 166 orang.
Selain itu, 143 orang lainnya statusnya masih dinyatakan hilang. Daftar wilayah terdampak bencana terbesar di Sumut adalah Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, serta Kota Sibolga.
"Sumatra Utara sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia. Dalam satu hari ini bertambah 60 korban jiwa berkat operasi pencarian dan pertolongan oleh tim gabungan yang dipimpin oleh Basarnas. Kemudian ada 103 jiwa yang masih hilang," ungkap Kepala BNPB Suharyanto.
Para korban bencana kini mengungsi di sejumlah titik lokasi akibat pemukiman rusak dan akses terputus. Jumlah pengungsi di Sumut mencapai angka ribuan. Mereka tersebar di Tapanuli Selatan dan Kota Sibolga.
Wilayah lokasi pengungsian lain berada di Mandailing Natal, Tapanuli Utara, serta Humbang Hasundutan.
Sedangkan jalur nasional yang masih rusak di antaranya Sibolga–Padang Sidempuan. Jalur Sibolga–Tarutung juga putus total setelah tertutup akibat longsor.
Guna melakukan penanganan terhadap bencana, BNPB bersama kementerian/Lembaga turut mengerahkan 5 helikopter di Bandara Silangit. Rinciannya mencakup helikopter BNPB, Heli TNI AD Bell 412EPI, MI-17V5, helicopter swasta, serta ditambah pesawat Cessna Caravan untuk pengiriman logistik dan personel.
Korban Meninggal di Aceh & Jumlah Pengungsi
Di Aceh, korban meninggal berdasarkan laporan BNPB terbaru sudah mencapai 47 orang. 51 warga dinyatakan hilang dan 8 mengalami luka-luka.
Jumlah pengungsi di Aceh mencapai 48.887. Titik lokasi pengungsian berada di Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Singkil.
Laporan BNPB juga menyebutkan jalur Banda Aceh–Lhokseumawe dan perbatasan Aceh–Sumatera Utara di Aceh Tamiang masih terputus.
Sementara menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, 27 desa tersebar di empat kecamatan terdampak banjir bandang dan banjir yang berlangsung pada Rabu (26/11).
"Dampak bencana alam yang terjadi saat ini sangat parah, banyak menimbulkan kerusakan," beber Kepala BPBD Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Irfanda Rinaldi, seperti dikutip laman resmi Antaranews, Minggu, 30 November 2025.
Daftar wilayah terdampak di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang terdiri dari Desa/Gampong Blang Puuk, Gampong Blang Meurandeh, Gampong Babah Suak, dan Gampong Kuta Teungoh.
Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya, mencakup Gampong Ujong Lamie, Gampong Lamie, Gampong Kuta Trieng, Gampong Geulagang Gajah, Gampong Kaye Unoe, Gampong Tuwi Buya, Gampong Suak Palembang, Gampong Alue Wakie, dan Gampong Gunong Cut.
Kecamatan Tripa Makmur mencakup Panton Pange, Ujong Krueng, Mon Dua, Neubok Yee PP, Neubok Yee PK, Pasie kebeu Dom, Lueng Keube Jagat, Drien Tujoh, Babah Lueng, Kabu, hingga Kuala Simpang.
Belum lagi Kecamatan Tadu Raya yang mencakup Drsa Cot Mee, Desa Cot Mue, serta Alue Siron.
Korban Meninggal di Sumatera Barat & Lokasi Pengungsi
Korban meninggal di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berdasarkan data BNB terbaru mencapai angka 90 orang. 85 warga masih dinyatakan hilang dan 10 lainnya luka-luka. Korban paling banyak berasal dari Kabupaten Agam.
Sedangkan jumlah pengungsi di Sumatera Barat adalah 11.820 Kepala Keluarga atau sekitar 77.918 jiwa. Titik lokasi pengungsian berada di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumbar, mencatat warga yang mengungsi di wilayahnya adalah sebanyak 4.000 orang.
Para pengungsi berasal dari Kecamatan Palembayan (167 orang), Ampek Nagari (600 orang), Palupuh (100 orang), dan Tanjung Mutiara (965 orang).
"Mereka tersebar di 11 dari 16 kecamatan di Agam. Ini merupakan data per Sabtu (29/11) pukul 20.00 WIB," ujar Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono, seperti dikutip Antaranews, Minggu, 30 November 2025.
Kemudian di Kecamatan Tanjung Raya (1.129 orang), Baso (30 orang), dan Malalak (135 orang). Lantas Banuhampu (10 orang), Matur (300 orang), Ampek Koto (778 orang), dan Lubuk Basung (129 orang).
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id




































