tirto.id - Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Aceh mengumumkan rekap kejadian bencana alam banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut beberapa hari ini, dari jumlah korban hingga kerusakan infrastruktur.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah per Jumat, 28 November 2025 pukul 23.59 WIB, jumlah korban meninggal mencapai 18 jiwa. Sementara itu, korban hilang 25 orang dan jumlah penduduk yang harus mengungsi mencapai 35.174 orang. Saat ini tersedia 22 lokasi titik pengungsian.
Terkait kerusakan infrastruktur, Pemkab Bener Meriah mengumumkan bahwa jembatan yang putus berada di 45 lokasi, jalan putus berada di 20 lokasi. Titik longsor sebanyak 35 lokasi dan banjir di 26 lokasi.
Kerusakan infrastruktur ini membuat beberapa wilayah di Kabupaten Bener Meriah terisolir. Warga yang masih memiliki akses terhadap internet sempat meramaikan kolom komentar akun Instagram Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Mereka menyampaikan kondisi Kabupaten Bener Meriah yang terisolir karena banyaknya jembatan yang rusak dan akses jalan yang terputus. Mereka juga menyampaikan kebutuhan logistik yang kian menipis.
Update Terkini Kondisi di Kabupaten Bener Meriah
Melalui akun Instagram Kabupaten Bener Meriah, pemkab setempat menyampaikan bahwa banjir di wilayah tersebut mulai surut dan hujan sudah reda.
"Saat ini Bener Meriah sudah mulai membaik. Banjir sudah surut, hujan sudah reda. Kabupaten Bener Meriah masih terisolir antar kabupaten lainnya. Untuk beberapa kecamatan, ada yang sudah bisa diakses," demikian pengumuman itu disampaikan melalui Instagram Story Pemkab Bener Meriah, Jumat (28/11/2025) malam.
"Untuk logistis bantuan juga sudah bergerak menuju wilayah seputar Bener Meriah," lanjut pengumuman tersebut.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah juga membuka Posko Utama Pengendali Penanganan Bencana yang berlokasi di Sekretariat Daerah Kabupaten Bener Meriah.
Pemkab juga mengeluarkan imbauan bagi masyarakat, sebagai berikut:
- Tetap waspada terhadap curah hujan ekstrem;
- Hindari kawasan rawan banjir dan longsor;
- Amankan dokumen dan barang-barang penting;
- Ikuti selalu informasi resmi dari Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.
Bupati Bener Meriah Umumkan Keadaan Darurat
Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kabupaten Bener Meriah menyebabkan banjir dan longsor di berbagai titik hingga memutuskan akses jalan serta jembatan.
Hujan lebat itu memutus akses jalan misalnya KKA (Aceh Utara - Bener Meriah), akses Simpang Tiga - Pondok Baru via Kampung Bale dan Kampung Ujung Gele, akses Bener Meriah - Takengon via jalan Takengon - Bireun dan akses Bener Meriah - Bireun.
Pada Rabu, 26 November 2025 pukul 09.30 WIB Bupati Bener Meriah, Tagore Abu Bakar, menggelar rapat bersama SKPK membahas langkah penanggulangan bencana dan mengumumkan keadaan darurat.
Keadaan darurat itu diumumkan lantaran hampir semua akses jalan utama putus, hampir seluruh aliran sungai mengalami banjir dengan material lumpur, pohon, dan bebatuan hingga akses internet yang tidak stabil dan listrik padam.
Bupati mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan rawan longsor, daerah aliran sungai, tanah landai, dan kawasan yang berpotensi terjadi bencana.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id































