tirto.id - Bencana hidrometeorologi banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara telah menelan setidaknya 62 korban jiwa, berdasarkan data terakhir dari kepolisian setempat pada Jumat (28/11/2025). Korban ini juga berasal dari Sibolga dan wilayah sekitarnya seperti Tapanuli.
Data jumlah korban yang disampaikan tersebut masih bersifat sementara. Hingga Jumat, stakeholders dari berbagai unsur, masih terus melakukan penanganan, evakuasi, dan pencarian korban banjir serta tanah longsor.
Sementara itu, banjir di Sumatera Utara, salah satunya disebabkan oleh cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Cuaca tersebut, salah satunya dipicu Bibit Siklon Tropis 95B yang terdeteksi di perairan timur Aceh pada Sabtu (21/11/2025), hingga kemudian sempat berevolusi menjadi Siklon Tropis Senyar pada Rabu (26/11/2025).
Dampaknya, sejumlah wilayah di pulau Sumatera, seperti Provinsi Sumatera Utara, Aceh, hingga Sumatera Barat, terendam banjir yang juga mengakibatkan tanah longsor. Simak laporan terbaru banjir di Sumatera Utara, terutama Sibolga dan wilayah Tapanuli.
Update Jumlah Korban Banjir di Sibolga & Tapanuli 28 November 2025
Update korban jiwa bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara sejumlah 62 pada Jumat (28/11/2025), masih bersifat sementara. Sejauh ini, pemerintah bersama unsur lainnya masih melakukan pencairan terhadap setidaknya 65 orang hilang.
"Proses pencarian menjadi prioritas utama seluruh tim SAR di lokasi," ujar Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, Jumat, dilansir dari ANTARA Sumut.
Banjir dan tanah longsor setidaknya tersebar di 367 titik serta 20 wilayah Polres (setara kabupaten/kota). Selain menimbulkan korban jiwa, puluhan orang lain mengalami luka-luka.
Khusus di Kota Sibolga, jumlah korban meninggal dunia mencapai setidaknya 33 hingga Jumat, menurut data kepolisian. Sedangkan puluhan korban lain saat ini masih dalam pencarian.
Salah satu orang hilang tersebut ialah Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazri Penarik, yang sebelumnya hilang kontak sejak Selasa (25/11/2025). Namun Ahmad Syukri dipastikan selamat usai terjebak longsor selama 2 hari.
"Beliau tertahan jalan longsoran. Jalan kaki dua hari ke Sibolga," terang Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Safrizal Zakaria Ali, Jumat.
"Memang sinyal HP terputus dan komunikasi terganggu," tambah dia.
Selanjutnya di Tapanuli Selatan, jumlah korban meninggal dunia mencapai 32 jiwa hingga Jumat. Korban jiwa bencana di Tapanuli Selatan masing-masing 1 orang di Kecamatan Sipirok; 1 orang di Kecamatan Angkola Barat; 21 orang di Kecamatan Batangtoru; dan 9 orang di Kecamatan Angkola Sangkunur
"Batangtoru menjadi wilayah dengan dampak paling besar, dengan jumlah korban jiwa mencapai lebih dari separuh total korban meninggal dunia sementara," ujar Kepala BPBD Tapsel, Julkarnaen Siregar, Jumat, dilansir dari ANTARA Sumut.
Lalu di Tapanuli Utara, jumlah korban jiwa mencapai 11 orang sampai Jumat. Sejumlah 35 orang lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian.
"Data terbaru, sudah ada 11 orang warga yang ditemukan meninggal dunia dari dalam timbunan tanah longsoran, sementara jumlah warga hilang menjadi 35 orang," ungkap Kasi Humas Polres Tapanuli Utara, Aiptu Walpon Baringbing, Jumat pagi, dilansir dari ANTARA Sumut.
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id

































