Menuju konten utama

Update Korban Banjir-Longsor di Aceh: 35 Meninggal, 25 Hilang

Suharyanto menyebut pendataan korban di sejumlah wilayah lainnya masih berlangsung karena akses ke beberapa kabupaten/kota belum dapat ditembus.

Update Korban Banjir-Longsor di Aceh: 35 Meninggal, 25 Hilang
Sejumlah warga mengunakan perahu untuk mengevakuasi keluarganya dari banjir di Desa Peuribu, Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/11/2025). Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalop PB) Badan Penanggulangan Bencana Aceh menyatakan sebanyak 16 kabupaten/kota di Aceh terdampak banjir dengan rincian 33.817 kepala keluarga atau 119.988 jiwa terdampak serta 20.759 jiwa mengungsi dan tiga orang meninggal dunia. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc.

tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat perkembangan terbaru terkait bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.

Hingga Jumat (28/11/2025) sore, total korban meninggal dunia di Aceh tercatat mencapai 35 orang sementara 25 orang masih hilang dan 8 orang luka-luka.

“Sementara yang terdata ada 35 jiwa yang meninggal dunia, 25 hilang, dan 8 luka-luka,” ucap Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat sore.

Suharyanto merincikan jumlah korban bencana di beberapa wilayah di Aceh. Untuk Kabupaten Bener Meriah, ada 11 korban meninggal dan 13 korban hilang. Kabupaten Aceh Tenggara ada 6 korban meninggal, 7 hilang, dan 5 luka-luka.

“Aceh Tengah, 15 meninggal dunia. Gayo Lues, 1 meninggal dunia dan 2 hilang. Aceh Tamiang, 3 luka-luka. Kemudian Kota Subulussalam, 1 meninggal dunia dan Kota Lhokseumawe, 1 meninggal dunia dan 3 hilang,” jelas Suharyanto.

Ia menyebut pendataan korban di sejumlah wilayah lainnya masih berlangsung karena akses ke beberapa kabupaten/kota belum dapat ditembus.

“Kita datang dari utara, dari Lhokseumawe maupun dari Banda Aceh, ini masih belum bisa tembus sampai seluruh kabupaten/kota di wilayah Aceh, Provinsi Aceh,” jelasnya.

Sementara itu, BNPB mengumumkan ada 4.846 kepala keluarga (KK) mengungsi akibat banjir dan longsor yang meluas hampir di seluruh Aceh.

Situasi infrastruktur juga dilaporkan masih kritis. Sejumlah jalur nasional dan provinsi terputus akibat longsor dan kerusakan parah.

“Ini jalan nasional, ini juga masih beberapa terputus, ya. Kemudian Banda Aceh, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, masih terputus untuk jalur-jalur darat yang menggunakan kendaraan-kendaraan besar,” sebutnya.

Selain itu, Suharyanto turut menjelaskan bahwa gangguan jaringan komunikasi di Aceh cukup parah, sehingga BNPB memasang perangkat komunikasi darurat.

“Untuk jalur komunikasi, sama dengan Sumatera Utara, ini relatif terganggu, ya, dan kami juga harus memasang alat komunikasi darurat, pakai Starlink,” kata Suharyanto.

Sejumlah bantuan disebutnya saat ini juga sudah masuk ke wilayah Aceh. Bantuan-bantuan esensial yang diberikan di antaranya adalah sembako, makanan siap saji, selimut, matras, mie instan, hingga genset.

“Ini merupakan kebutuhan dasar dari para masyarakat atau manusia yang terkena bencana. Yang sudah masuk adalah Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, dan Langsa,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait BENCANA ALAM atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Andrian Pratama Taher