tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan laporan jumlah korban banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Aceh, pada Jumat (28/11/2025).
Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, mengatakan bahwa dari ketiga provinsi itu, Sumatera Utara menjadi daerah yang paling terdampak. Total korban jiwa di Sumatera Utara berjumlah 116 hingga data terakhir pada Jumat sore.
“Tentu data ini akan berkembang terus karena kami informasikan ada titik-titik yang masih belum ditembus [untuk evakuasi korban],” kata Suharyanto dalam Konferensi Pers Update Penanganan Bencana di Sumatera yang tayang di YouTube BNPB Indonesia, Jumat.
Sebelumnya, bencana hidrometeorologi di Sumatera terjadi salah satunya karena cuaca ekstrem dalam beberapa hari belakangan. Dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem ini dipicu salah satunya oleh Bibit Siklon 95B sejak Sabtu (21/11/2025).
Kemudian bibit siklon itu berevolusi menjadi Siklon Tropis Senyar pada Rabu (28/11/2025). Dalam perkembangan terbaru, Siklon Tropis Senyar tersebut sudah memasuki fase setelahnya atau dikenal sebagai Ex-Siklon Tropis Senyar.
Kendati begitu, Suharyanto menegaskan pihaknya melaksanakan operasi modifikasi cuaca untuk beberapa hari ke depan guna mengantisipasi cuaca ekstrem. BNPB mengoptimalkan masing-masing 1 pesawat di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, serta 1 pesawat cadangan lain.
“Satu pesawat operasi modifikasi cuaca untuk mengantisipasi apabila perlu penebalan di salah satu provinsi,” kata Suharyanto.
Suharyanto mengatakan, per Jumat cuaca di ketiga provinsi tersebut mulai membaik dan dilaporkan cerah serta tidak terjadi hujan. Diharapkan cuaca cerah ini akan terus berlanjut beberapa hari ke depan.
“Mudah-mudahan ini akan berlanjut terus ke hari-hari ke depan, di samping karena fenomena alamnya sudah berlalu, kami pun melaksanakan operasi modifikasi cuaca di masing-masing provinsi,” tutur dia.
Jumlah Korban Banjir di Sumatera Utara Terbaru Hari Ini
Berdasarkan laporan BNPB per Jumat, jumlah korban banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara mencapai 116 jiwa meninggal dunia dan 42 orang masih dalam pencarian. Berikut ini rincian di masing-masing kabupaten/kota:- Tapanuli Utara: 11 korban meninggal
- Tapanuli Tengah: 47 korban meninggal
- Tapanuli Selatan: 32 korban meninggal
- Sibolga: 17 korban meninggal
- Humbang Hasundutan: 6 korban meninggal
- Padang Sidempuan: 1 korban meninggal
- Pakpak Bharat: 2 korban meninggal
- Mandailing Natal: 0 korban meninggal
Update Korban Banjir di Aceh Terbaru Hari Ini
Selanjutnya di Aceh, jumlah korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi mencapai 35, hingga Jumat. Selain itu, 25 korban dilaporkan masih hilang dan 8 terluka. Berikut ini rinciannya:
- Bener Meriah: 11 korban meninggal, 13 hilang
- Aceh Tenggara: 6 korban meninggal, 7 hilang, 5 luka-luka
- Aceh Tengah: 15 korban meninggal
- Gayo Lues: 1 meninggal dunia, 2 hilang
- Aceh Tamiang: 3 luka-luka
- Kota Subulussalam: 1 korban meninggal
- Kota Lhokseumawe: 1 korban meninggal, 3 hilang
Jumlah Korban Banjir di Sumatera Barat Terbaru Hari Ini
BNPB dalam konferensi pers terbaru pada Jumat, belum merinci jumlah korban bencana banjir dan tanah longsor per masing-masing kabupaten/kota di Sumatera Barat. Namun yang jelas, Suharyanto mengatakan jumlah korban di provinsi ini ialah 23 meninggal dunia, 12 hilang, dan 4 jiwa luka.Selanjutnya, diungkapkan Suharyanto, pengungsi di Sumatera Barat mencapai setidaknya 3.900 KK hingga hari ini. Sebagian besar pengungsi disebutnya berada di Padang Pariaman.
“Dari 3.900 KK ini, yang banyak pengungsi adalah di Padang Pariaman, itu sekitar 3.000-an lebih, 3.208, ya. Dan di Kota Solok sekitar 600 KK. Yang lainnya ada beberapa puluh dan ada di beberapa titik,” jelas Suharyanto.
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id

































