Menuju konten utama

Update Siklon Senyar Hari Ini 29 November & Daerah Terdampak

Info terbaru soal Siklon Tropis Senyar yang menyebabkan cuaca ekstrem di sebagian wilayah Sumatera. Simak penjelasan BMKG.

Update Siklon Senyar Hari Ini 29 November & Daerah Terdampak
Warga melintas di area rumah yang rusak akibat banjir bandang di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (28/11/2025). BPBD Tapanuli Selatan mencatat hingga Jumat (28/11/2025) sebayak 32 orang meninggal dunia diwilayahnya akibat banjir bandang pada Selasa (25/11/2025). ANTARA FOTO/Yudi Manar/sgd

tirto.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan perkembangan terbaru soal Siklon Tropis Senyar yang jadi penyebab cuaca ekstrem di wilayah Sumatera beberapa hari terakhir.

Menurut pengamatan BMKG pada Sabtu (29/5) pukul 13.00 WIB, pusat Siklon Tropis Senyar teridentifikasi di sekitar Laut Cina Selatan, sebelah barat laut Tarempa dengan kecepatan angin maksimum sekitar 30 knot (55 km/jam). Siklon bergerak ke arah timur laut-timur menjauhi wilayah Indonesia.

Meski sudah bergerak menjauh, lingkungan atmosfer masih mendukung penguatan dan dalam 6-12 jam ke depan intensitas angin diprediksi meningkat hingga sekitar 35 knot (65 km/jam) sehingga peluang Senyar untuk kembali menjadi siklon tropis kategori 1 berada pada kategori tinggi.

Dalam 24 jam selanjutnya intensitas relatif stabil dengan kecepatan angin 35 knot (65 km/jam), lalu berpotensi melemah dalam 48 jam.

Daerah Terdampak Siklon Tropis Senyar

Hingga 29 November 2025 pukul 07.00 WIB, potensi dampak terhadap wilayah Indonesia meliputi:

  • Hujan dengan intensitas lebat-sangat lebat di wilayah Kepulauan Riau.
  • Hujan dengan intensitas sedang-lebat di wilayah Sumatera Barat, Jambi, dan Riau.
  • Angin kencang di wilayah Kepulauan Riau.
  • Tinggi Gelombang kategori sedang (1,25-2,5 m) di wilayah Perairan Kep. Bintan-Lingga, Selat Karimata. bagian utara, Laut Natuna, Perairan selatan Kep. Anambas, dan Perairan Kep. Natuna-Anambas.
  • Tinggi Gelombang kategori tinggi (2,5-4,0 m) di wilayah Perairan utara Kep. Anambas.

Dampak Siklon Senyar

BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah Kepulauan Riau mewaspadai dampak Siklon Tropis Senyar dan Koto yang berpotensi terjadi hingga tiga hari ke depan.

“Dampak dari siklon adalah berkumpulnya awan potensi hujan, angin kencang yang dapat memicu gelombang tinggi dan pohon tumbang,” kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam Ramlan Djambak pada Jumat (28/11).

Ramlan menjelaskan wilayah Kepri juga terdampak Siklon Tropis Senyar dan Koto sama seperti Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar).

Hanya saja, lanjut dia, dampak di wilayah Kepri tidak sebesar yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang saat ini tengah dilanda bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem.

“Yang membedakannya jarak dengan Sumatera Utara dan Aceh sangat dekat dengan siklon. Walaupun Kepri terdampak, namun tidak sehebat Aceh, Sumut maupun Sumbar,” ujarnya.

Tetapi kemunculan Siklon Tropis Senyar dan Koto ini perlu diwaspadai, kata dia, karena siklon tropis ini masih terus bergerak, jika pergerakannya menuju Laut China Selatan (letak Provinsi Kepri), dampak serupa bisa dialami Kepri.

“Kecuali jika pergerakannya baik Siklon Senyar maupun Siklon Koto ke arah Laut China Selatan,” katanya menekankan.

Ramlan menyebut fenomena Siklon Tropis Senyar dan Siklon Koto yang terjadi di Selat Malaka ini bisa dibilang sebagai yang pertama dalam sejarah manusia. Karena siklon tidak tumbuh di sepanjang garis Ekuator di mana Indonesia berada.

Secara fisika, siklon akan melemah atau punah ketika bergerak sekitar Ekuator, apalagi di Laut China Selatan yang tergolong sebagai lautan yang sempit.

“Artinya perubahan iklim ini sudah nyata. Memang (siklon) ini tidak wajar, tumbuh siklon ini tidak pernah ada siklon itu apalagi di dekat Sumatera,” katanya melanjutkan.

Adanya kemunculan Siklon Tropis Senyar dan Koto ini, BMKG mengingatkan masyarakat wilayah Kepri untuk mewaspadai potensi terjadi hujan yang disertai angin kencang.

Kemudian ketinggian gelombang juga berpengaruh, karena gelombang tinggi dipicu angin, semakin kuat angin makan semakin tinggi gelombang.

“Untuk transportasi laut diwaspadai untuk nelayan, dan segala macam yang beraktivitas di laut lebih diperhatikan gelombang lautnya, akan berbahaya jangan dipaksakan untuk melaut atau belayar,” kata Ramlan.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Flash News
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Yantina Debora