Menuju konten utama

Banjir di Sumut, Aceh, Sumbar: Ini Kondisi Terbaru

Informasi terkini banjir di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Ketahui situasi wilayah terdampak dan penanganan daruratnya.

Banjir di Sumut, Aceh, Sumbar: Ini Kondisi Terbaru
Foto udara Jembatan Beutong Ateuh Banggalang yang putus diterjang banjir bandang di jalan lintas tengah Nagan Raya-Aceh Tengah di Desa Kuta Teugong, Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh, Minggu (30/11/2025). Jembatan penghubung yang merupakan akses utama dijalur lintas tengah Nagan Raya-Aceh Tengah putus total setelah diterjang banjir bandang pada Rabu (26/11) sehingga memutuskan akses transportasi warga dari seberang sungai serta tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/nz.

tirto.id - Banjir yang terjadi di Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh sudah mulai surut. Berikut kondisi terbaru dari tiga provinsi yang tak hanya dilanda banjir bandang, melainkan juga tanah longsor hingga menelan banyak korban jiwa.

Hujan dengan intensitas tinggi terjadi sejak 25 dan 26 November 2025 di sebagian besar wilayah di Sumut, Sumbar, dan Aceh. Faktor alam dan faktor manusia menyebabkan banjir dan tanah longsor di tiga provinsi tersebut. Pemerintah daerah setempat menetapkan status tanggap darurat bencana.

Update Kondisi Terbaru Banjir di Sumut, Sumbar, dan Aceh

Berikut ini update kondisi bencana banjir dan tanah longsor di Sumut, Sumbar, dan Aceh:

Update Bencana Sumbar

Penanganan bencana di Sumatera Barat menunjukkan perkembangan signifikan setelah tiga hari upaya intensif. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto menyampaikan bahwa wilayah tersebut mulai memasuki fase pemulihan lebih cepat.

"Sumatera Barat sudah lebih pulih di hari ketiga. Apalagi sekarang tidak ada hujan, dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) masih terus dilakukan," ujar Suharyanto dilansir Antara (1/12).

Kabupaten Agam menjadi daerah dengan dampak terparah, dengan 87 korban meninggal dan 76 orang hilang. Sebagian besar dari 77.918 pengungsi kini memilih kembali ke rumah pada siang hari untuk membersihkan material, namun tetap bermalam di posko karena kondisi yang belum sepenuhnya aman.

Kerusakan infrastruktur masih menjadi fokus penanganan, termasuk jembatan putus, jalan amblas, serta terputusnya jalur transportasi nasional di beberapa titik seperti Padang Panjang dan Sicincin.

Bantuan terus disalurkan dalam bentuk sembako, makanan siap saji, selimut, tenda, serta peralatan berat seperti excavator. BNPB juga mengerahkan armada udara secara terbatas, mencakup satu helikopter dan satu pesawat fixed wing, guna mempercepat distribusi bantuan.

Sebanyak 131 personel khusus diterjunkan untuk menangani sedimentasi sungai, kerusakan irigasi, dan pemulihan aliran air bagi permukiman dan pertanian.

Update Bencana di Aceh

BPBD Kabupaten Nagan Raya, Aceh, melaporkan bahwa banjir bandang dan banjir luapan yang terjadi sejak Rabu (26/11) telah berdampak pada 27 desa yang tersebar di empat kecamatan.

Ketinggian air di lokasi sempat mencapai 50 hingga 180 sentimeter di halaman rumah penduduk. Meski saat ini air mulai surut, banjir menyisakan lapisan lumpur tebal di badan jalan dan rumah warga, sehingga menyulitkan proses pembersihan dan pemulihan.

Update Bencana di Sumut

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara melaporkan bahwa sembilan daerah di provinsi itu telah menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul rangkaian bencana alam yang terjadi sejak 21 November 2025.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara melaporkan bahwa hujan deras dan banjir yang melanda 15 kecamatan telah berdampak serius pada sektor pertanian. Dari total 7.466 hektare luas pertanaman padi, sebanyak 6.259 hektare terendam banjir dan dikhawatirkan gagal panen.

Di sisi lain, dukungan terhadap penanganan bencana juga datang dari PT Pertamina (Persero), yang menyalurkan 8.000 liter bahan bakar Dexlite untuk operasional alat berat di wilayah Tapanuli dan Sibolga.

BBM tersebut dikirim menggunakan jerigen ke lokasi-lokasi yang tertutup longsor, terutama di jalur lintas utama Tapanuli Utara–Tapanuli Tengah–Tapanuli Selatan–Sibolga, yang menjadi jalur penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Pengoperasian eskavator diharapkan dapat mempercepat pembersihan material longsor sehingga akses jalan kembali terbuka.

Berapa Jumlah Korban Jiwa Akibat Banjir di Sumut, Sumbar, dan Aceh?

BNPB melaporkan bahwa total korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat per Minggu (30/11) pukul 18.00 WIB telah mencapai 442 orang, dengan 402 orang masih hilang dan 646 lainnya luka-luka.

Sumatera Utara menjadi wilayah dengan korban meninggal terbanyak, yakni 217 orang, disusul Sumbar dengan 129 orang, dan Aceh 96 orang.

Ribuan pengungsi tersebar di berbagai lokasi di tiga provinsi. Tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, serta relawan terus melakukan pencarian korban, pemulihan akses, dan pemenuhan kebutuhan dasar.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra