tirto.id - Pemerintah tiga provinsi terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatra—yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat—mengajukan kebutuhan 1.245 ton beras kepada Perum Bulog untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat selama dua pekan masa tanggap darurat.
Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa kebutuhan beras dihitung berdasarkan jumlah penduduk terdampak bencana yang diusulkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masing-masing provinsi.
Setiap jiwa diasumsikan membutuhkan konsumsi 250 gram beras per hari dalam jangka waktu 14 hari ke depan. Rizal menjelaskan, untuk Provinsi Aceh, jumlah pasokan beras yang diajukan berjumlah 555.632 kilogram
“Untuk Provinsi Aceh yang diajukan adalah 158.752 jiwa dikalikan 250 gram per hari, dikalikan 14 hari. Sehingga, total beras untuk masyarakat Aceh di tahap awal 14 hari ke depan ini adalah 555.632 kilogram beras,” kata Rizal dalam konferensi pers yang digelar di kantor Bulog, Jakarta Selatan, pada Sabtu (29/11/2025).
Selanjutnya, permohonan dari Pemprov Sumatra Barat adalah sebesar 356.318 kilogram beras yang akan dibagikan ke 101.805 jiwa.
“Untuk Provinsi Sumatera Barat atau Sumbar, total yang diajukan dari BPBD adalah 101.805 jiwa kali 250 gram per hari, dikalikan 14 hari. Total untuk 14 hari ke depan, sehingga jumlah beras yang sudah diserahkan totalnya adalah 356.318 kilogram beras,” jelasnya.
Sementara itu, Pemprov Sumatra Utara mengajukan kebutuhan beras mencapai 333.305 kilogram yang akan dibagikan ke 95.230 jiwa.
“Kemudian untuk Provinsi Sumatera Utara, yaitu 95.230 jiwa dikali 250 gram, kemudian dikali 14 hari ke depan, sehingga totalnya adalah 333.305 kilogram beras,” urainya.
Dengan seluruh permintaan pasokan beras itu, total jumlah beras yang akan dikirimkan Bulog ke tiga provinsi itu mencapai 1.245.255 kilogram atau 1.245 ton beras.
Rizal menegaskan bahwa total kebutuhan beras untuk tiga provinsi tersebut telah didistribusikan melalui kantor-kantor cabang Bulog di tingkat kabupaten dan kota.
Gudang-gudang Bulog di daerah pun telah melakukan pencatatan dan pelaporan distribusi sejak awal masa tanggap darurat.
“Dan ini sudah terdata dan sudah terlaporkan oleh rekan-rekan Bulog yang ada di masing-masing kabupaten kota yang terdampak bencana,” tutupnya.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id


































