tirto.id - Intensitas curah hujan di Kota Medan dan sekitarnya mulai berkurang pada Jumat (28/11/2025). Meski demikian, sejumlah titik masih tergenang banjir dengan kedalaman bervariasi. Kondisi itu menyebabkan akses transportasi lumpuh sehingga banyak warga terisolasi.
Dedy El Ghazy (36), warga Komplek Griya Bestari Permai, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara, merupakan satu di antara sejumlah penduduk yang masih terisolasi. Banjir menggenangi kompleks rumahnya hingga setinggi dada orang dewasa. Di tempat itu, Dedy tinggal bersama ibu dan adik.
“Kami sudah terjebak dua hari, air mati, listrik mati dan sudah kehabisan makanan dan minum. Mohon bantuannya,” ujar Dedy kepada kontributor Tirto, Jumat (28/11/2025).
Selain terisolasi, banyak warga Kota Medan yang juga kelimpungan mencari bahan bakar minyak (BBM). Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kehabisan stok BBM.

Berdasarkan informasi yang diperoleh kontributor Tirto, kapal pengangkut BBM yang telah tiba di Pelabuhan Belawan mengalami kesulitan untuk bersandar akibat ombak tinggi sehingga menyebabkan proses distribusi BBM terganggu.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, telah menetapkan status tanggap darurat bencana di Sumatra Utara. Melalui Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/836/KPTS/2025, status tanggap darurat ditetapkan berlaku selama 14 hari terhitung sejak 27 November 2025.
“Kita berbelasungkawa sedalam-dalam kepada keluarga korban yang tewas, dan yang masih dalam pencarian,” ujar Kepala Dinas Kominfo Pemprov Sumatera Utara, Erwin Hotmansyah Harahap.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir dan longsor yang terjadi sejak beberapa hari lalu di Sumatera Utara telah menyebabkan 116 orang meninggal dunia dan 42 lainnya hilang.
Para korban tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Kabupaten Tapanuli Utara sebanyak 11 orang, Kabupaten Tapanuli Tengah 51 orang, Kabupaten Tapanuli Selatan 32 orang, Kota Sibolga 17 orang, Kabupaten Humbang Hasundutan 6 orang, Kota Padang Sidempuan 1 orang, serta Kabupaten Pakpak Bharat 2 orang.
“Per hari ini kami mendata korban meninggal dunia 116 dan 42 masih dalam pencarian. Tentu saja data ini akan berkembang terus masih ada titik-titik yang belum ditembus. Yang diindikasikan di lokasi longsor itu mungkin juga ada korban jiwa,” ujar Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, melalui keterangan tertulis, Jumat (28/11/2025).
Penulis: Nanda Fahriza Batubara
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id


































