Menuju konten utama

Info Banjir Bali Hari Ini, Update Korban, & Sudah Surut Total?

Kondisi banjir di Bali mulai surut. Aktivitas Pasar Badung dan Pasar Kumbasari segera berjalan kembali. Lalu, bagaimana update korban banjir Bali hari ini?

Info Banjir Bali Hari Ini, Update Korban, & Sudah Surut Total?
Ilustrasi banjir Bali. tirto.id/Sandra Gisela
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Update banjir Bali hari kelima, Senin (15/9/2025), menunjukkan sisi positif. Banjir besar yang melanda Bali sejak awal pekan ini mulai memperlihatkan tanda surut lebih luas. Jumlah korban tercatat menjadi 17 orang dan sebagian warga yang hilang masihdalam pencarian tim gabungan.

Kota Denpasar tercatat sebagai wilayah terdampak paling parah dengan 81 titik banjir. Korban terbanyak juga berasal dari ibu kota provinsi ini. Di wilayah lain seperti Gianyar, Badung, dan Jembrana, banjir juga menelan korban jiwa.

Meski air mulai surut, Bali masih berstatus siaga tanggap darurat bencana. Aparat TNI, Polri hingga Basarnas kini fokus pada evakuasi, pencarian korban, dan pembersihan material banjir. Pemerintah juga menjanjikan bantuan pemulihan bagi rumah-rumah warga yang rusak.

Update Kondisi Banjir Bali

Hingga Sabtu (13/9/2025), jumlah korban jiwa akibat banjir besar di Bali bertambah menjadi 17 orang. Data ini disampaikan langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, usai rapat koordinasi bersama Menteri Lingkungan Hidup. Denpasar mencatat angka korban terbanyak, yakni 11 orang.

“Situasi terakhir ini yang meninggal 17 orang, 11 di Denpasar, satu di Badung, dua di Jembrana, dan tiga di Gianyar. Lima yang belum diketemukan itu dua di Denpasar dan tiga di Badung, sedang dicari terus oleh tim sampai ketemu,” kata Gubernur Bali, Wayan Koster, dikutip dari Antara.

Gubernur memastikan kondisi banjir kini sudah jauh membaik dibanding hari-hari awal bencana. Di Pasar Badung, air yang sempat merendam lantai bawah kini telah surut total. Fokus saat ini adalah membersihkan tumpukan sampah yang terbawa banjir.

Lebih dari 400 pedagang di Pasar Badung dan Pasar Kumbasari ditargetkan bisa beraktivitas kembali dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah daerah menyiapkan skema pemulihan agar aktivitas ekonomi segera pulih. Untuk kerusakan ringan dan sedang, bantuan akan ditanggung bersama dari APBD Bali dan Pemerintah Kota.

Wayan Koster mengungkapkan situasi di Bali aman dan terkendali, termasuk untuk sektor pariwisata. Tidak ada gangguan akses ke Bandara Ngurah Rai dan kunjungan wisatawan asing tetap stabil. Selain itu, tidak ada pula pembatalan perjalanan oleh wisatawan mancanegara sejak banjir terjadi.

“Tidak ada masalah dengan akses ke Bandara Ngurah Rai, pariwisatanya juga normal, saya mengecek per hari sejak terjadi banjir, tidak ada perubahan angka yang berkunjung ke Bali, wisatawan asing di kisaran 21-22 ribu per hari,” ujarnya.

Penyebab Banjir Bali

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurrofiq, menegaskan banjir besar yang melanda Bali dipicu oleh curah hujan ekstrem. Wilayah selatan Bali, dari tengah ke pesisir, jadi kawasan paling terdampak. Ia menyebut setidaknya separuh dari wilayah tersebut mengalami tekanan ekologis serius.

Sorotan utama dalam masalah ekologis tersebut yaitu minimnya tutupan hutan di kawasan pegunungan. Di sekitar Gunung Batur, Kabupaten Bangli, tutupan vegetasi hanya tersisa di bawah 4 persen. Dari total 49 ribu hektare daerah aliran sungai, hanya sekitar 1.200 hektare yang masih memiliki tutupan hutan.

Lanskap Bali seperti ini perlu mendapatkan restorasi. Jika tidak ada perbaikan maka ancaman banjir akan terus berulang di masa depan. Hanif juga menyebut alih fungsi lahan sebagai masalah mendesak yang harus diatasi.

Akibat alih fungsi lahan yang cukup terlihat yaitu menurunnya jasa lingkungan air di Bali. Hal ini menunjukkan tata lingkungan belum berfungsi secara baik.

Konversi lahan pertanian dan hutan juga berlangsung masif selama beberapa tahun terakhir. Konversi ruang terbuka hijau yang tidak mempertimbangkan daya tampung resapan air, akan memperburuk daya serap tanah dan meningkatkan risiko banjir.

Pemerintah pusat membuka wacana moratorium pembangunan di Bali. Hanif menyebut langkah itu wajib jika melihat tekanan ekologis yang terjadi saat ini. Ia juga mendorong Gubernur Bali bisa segera menyelesaikan peta alih fungsi lahan sebagai dasar penataan ulang.

Pembaca yang ingin mengetahui informasi lainnya seputar banjir Bali dapat menemukan artikel lainnya dalam tautan berikut:

Kumpulan Artikel tentang Banjir Bali

Baca juga artikel terkait BANJIR BALI atau tulisan lainnya dari Satrio Dwi Haryono

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Satrio Dwi Haryono
Penulis: Satrio Dwi Haryono
Editor: Ilham Choirul Anwar