tirto.id - Denpasar dilanda banjir besar setelah hujan lebat mengguyur sejak awal pekan ini. Kondisi ini membuat sejumlah ruas jalan utama lumpuh total dan aktivitas warga terganggu. Tak hanya di Denpasar, banjir juga merendam wilayah lain di Bali seperti Jembrana, Badung, dan Gianyar.
BMKG mengungkap, penyebab utama banjir adalah gelombang Rossby ekuator yang memicu hujan ekstrem. Selain itu, kelembapan udara yang tinggi memperkuat terbentuknya awan konvektif penyebab hujan deras.
Pemerintah Provinsi Bali sudah menetapkan status tanggap darurat bencana selama satu minggu. Hingga Kamis (11/9) pagi, sembilan orang dinyatakan meninggal dunia dan beberapa lainnya masih hilang. Evakuasi warga terus dilakukan, termasuk wisatawan mancanegara di kawasan Kuta yang ikut terdampak banjir.
Lantas, bagaimana prakiraan cuaca Bali hari ini usai banjir yang melanda sejak 9 September 2025? Dan di mana saja titik rawan banjir yang harus diwaspadai warga serta wisatawan di Denpasar dan sekitarnya?
Info Prakiraan Cuaca di Denpasar dan Bali Hari Ini
Berdasarkan data BMKG per Jumat, 12 September 2025, kondisi cuaca di Denpasar cenderung stabil meski masyarakat tetap diminta waspada. Di Denpasar Selatan, cuaca diperkirakan berawan dengan suhu harian berkisar 27–31 derajat Celsius serta kelembapan antara 73–86 persen.
Sementara itu, Denpasar Timur akan cerah berawan dengan suhu serupa, 27–31 derajat Celsius, dan kelembapan sedikit lebih tinggi, yakni 74–91 persen. Untuk Denpasar Barat, kondisi cuaca juga berawan dengan suhu 27–31 derajat Celsius dan kelembapan 70–89 persen.
Adapun di Denpasar Utara, prakiraan cuaca menunjukkan cerah berawan dengan suhu 26–30 derajat Celsius serta kelembapan mencapai 71–93 persen. Kondisi cuaca yang relatif berawan hingga cerah berawan ini memberi harapan bahwa intensitas hujan ekstrem akan menurun.
Namun, mengingat beberapa wilayah Bali masih dalam masa pemulihan banjir, warga dan wisatawan diimbau tetap berhati-hati terhadap potensi hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat. Kelembapan yang tinggi juga bisa menjadi pemicu terbentuknya awan hujan di sore hingga malam hari.
Masyarakat disarankan selalu memantau update cuaca terbaru dari BMKG untuk mengantisipasi aktivitas harian maupun perjalanan wisata di Pulau Dewata.
Info Lokasi Titik Rawan Banjir di Denpasar, Bali
Banjir besar yang melanda Bali sejak 9–10 September 2025 menyisakan dampak cukup parah, terutama di Kota Denpasar. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat ada lebih dari 120 titik banjir di tujuh wilayah administrasi.
Denpasar menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 81 titik banjir, sehingga perlu mendapat perhatian khusus dari warga maupun pemerintah daerah. Selain Denpasar, banjir juga melanda wilayah sekitarnya, meliputi 14 titik di Gianyar, 12 titik di Badung, 8 titik di Tabanan, serta masing-masing 4 titik di Karangasem dan Jembrana.
Bahkan di Kabupaten Klungkung, Kecamatan Dawan juga terdampak genangan. Tak hanya banjir, bencana ini turut memicu longsor dengan total 18 kejadian, tersebar di Karangasem, Gianyar, dan Badung. Tragedi ini menelan korban jiwa sebanyak 14 orang, dengan rincian 8 di Denpasar, 3 di Gianyar, 2 di Jembrana, dan 1 di Badung.
Dua warga lainnya masih dalam pencarian. Sementara itu, ratusan warga terdampak terpaksa mengungsi, sejumlah infrastruktur rusak, dan akses jalan utama lumpuh. Pemerintah Provinsi Bali pun telah menetapkan status darurat bencana, sementara BMKG mengingatkan potensi hujan lebat masih bisa berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Pembaca juga dapat mengetahui info terbaru tentang Update Cuaca Bali melalui tautan di bawah ini:
Penulis: Lita Candra
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































