tirto.id - Kondisi banjir di Bali saat ini sudah mulai surut. Kota Denpasar sebagai daerah yang terdampak paling parah pada banjir tahun ini sudah mulai berbenah. Jumlah korban bertambah menjadi 16 orang dan 1 orang masih hilang.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis (11/9) malam menyatakan jika korban jiwa bertambah menjadi 16 orang, yakni 10 orang di Kota Denpasar, dua orang di Kabupaten Jembrana, tiga orang di Kabupaten Gianyar, dan satu orang di Kabupaten Badung.
Saat ini BNPB dan petugas gabungan lainnya masih berusaha menemukan satu orang yang dilaporkan menghilang dalam banjir Bali.
"Satu masih dilaporkan hilang," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dikutip Antara (11/9).
Di Mana Saja Daerah Terdampak Banjir Bali?
Menurut data yang dihimpun BPBD Provinsi Bali total ada 121 titik terdampak dengan Kota Denpasar menjadi yang paling parah pada bencana banjir Bali tahun ini.
Berikut data daerah terdampak banjir dan longsor di Bali sejauh ini:
Daerah terdampak banjir:
- Kota Denpasar: 81 titik
- Kabupaten Gianyar: 14 titik
- Kabupaten Badung: 12 titik
- Kabupaten Tabanan: 8 titik
- Kabupaten Karangasem: 4 titik
- Kabupaten Jembrana: 4 titik
- Kabupaten Klungkung: 1 titik
- Kabupaten Karangasem: 12 titik
- Kabupaten Gianyar: 5 titik
- Kabupaten Badung: 1 titik
Pemerintah pusat melalui BNPB juga telah bergerak cepat dalam penyaluran bantuan logistik dan penyediaan fasilitas darurat. Pemerintah juga berjanji akan memberikan bantuan pemulihan untuk rumah warga yang rusak atau hanyut karena banjir.
Masih Berstatus Siaga Tanggap Bencana, Bali Mulai Berbenah
Banjir yang terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi selama lebih dari 24 jam di Bali membuat sebagian besar wilayah terendam. Otoritas setempat sepakat untuk memberlakukan status siaga tanggap bencana selama seminggu penuh di Bali.
Sesuai prediksi BMKG, curah hujan di Bali sudah berangsur menurun. Banjir di beberapa titik pun sudah mulai surut. Ini membuat pemerintah provinsi Bali bersama jajarannya mulai berbenah.
Aparat gabungan TNI, Polri, Basarnas, dan instansi lain dikerahkan tidak hanya untuk membantu proses pencarian korban dan evakuasi, melainkan juga untuk membersihkan material banjir dan penyedotan genangan air.
"Saat ini lebih dari 300 personel TNI AD bersama Polri, Basarnas, dan instansi terkait sudah dikerahkan di berbagai titik," terang Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigadir Jenderal TNI Wahyu Yudhayana.
"Kodam IX/Udayana juga telah mendirikan dapur lapangan dan posko darurat sebagai sarana percepatan distribusi logistik dan penanganan pengungsi," tambahnya lagi.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id




























