Menuju konten utama

Dampak Banjir Bali September 2025, Mana Daerah Terparah?

Banjir besar melanda Bali pada September 2025. Simak daftar daerah paling terdampak, penyebab banjir, dan kerusakan infrastruktur terbaru.

Dampak Banjir Bali September 2025, Mana Daerah Terparah?
Kondisi bangunan ruko yang hancur diterjang banjir terlihat di kawasan Jalan Sulawesi, Denpasar, Bali, Rabu (10/9/2025). Sejumlah bangunan seperti ruko, toko dan rumah warga di wilayah Denpasar mengalami kerusakan akibat banjir yang terjadi di sejumlah titik sejak Rabu pagi. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nz

tirto.id - Banjir yang terjadi di Bali sejak Selasa (9/9) membuat pulau wisata terpadat itu lumpuh. Beberapa daerah yang terendam banjir terparah adalah Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Jembrana, dan Kabupaten Tabanan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Bali dan otoritas setempat telah menyetujui penerapan darurat tanggap bencana selama seminggu di Bali. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Bali sejak awal pekan ini diperkirakan sudah mulai berkurang namun masih akan berlangsung hingga sepekan.

Dampak Banjir Bali September 2025, Mana Daerah Terparah?

Berikut ini dampak banjir di Bali seperti dirangkum hingga Kamis (11/9) pukul 12.00 WIB.

1. Banjir di Denpasar Seret Kendaraan

Di Kota Denpasar, banjir terlihat tidak hanya membuat rumah-rumah terendam, namun juga menyeret kendaraan roda dua dan roda empat yang terparkir di jalanan.

Rumah-rumah yang berada di Kampung Jawa, Denpasar Utara tersapu banjir yang merupakan luapan air tukad Badung. Genangan air juga terlihat di banyak tempat dan kedalamannya melebihi 1 meter.

2. Barang Dagangan Rusak Kena Banjir

Jalan Pura Demak dan Pasar Kumbasari Denpasar juga tak lolos dari banjir. Pedagang di pasar mengeluhkan barang dagangan rusak dan hanyut oleh banjir.

Banjir besar melanda berbagai wilayah di Kabupaten Badung, menyebabkan kerusakan luas pada permukiman warga, tempat ibadah, sekolah, jalan, dan fasilitas umum.

3. Jalan-jalan Utama Lumpuh karena Terendam Air

Jalan Raya Kapal tergenang akibat meluapnya Tukad Teba di belakang Kantor Lurah Kapal. Banjir juga melanda Banjar Perang, Kelurahan Lukluk, Kelurahan Sading, dengan ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa.

Di sekitar SMA 2 Kuta Utara banjir juga dilaporkan terjadi cukup parah. Kawasan Jalan Griya Anyar dan Simpang Dewa Ruci, Kuta juga dilaporkan terendam banjir.

Jalur Denpasar–Gilimanuk, salah satu jalur vital penghubung antarwilayah di Bali, lumpuh total akibat banjir parah. Titik terparah terjadi di Jalan Udayana, depan Kantor PDAM Tirta Amerta Jati, Kecamatan Negara.

4. Transportasi Lumpuh

Ketinggian air mencapai dada orang dewasa, membuat seluruh kendaraan, termasuk truk dan bus, tidak bisa melintas. Banjir berlangsung cukup lama, meskipun hujan reda pada Rabu pagi. Mobil dan motor terpaksa dialihkan ke jalur alternatif karena tidak bisa melewati genangan tinggi.

Hujan ekstrem juga menyebabkan luapan Sungai Yeh Dati yang menggerus bantaran sungai dan mengakibatkan lima rumah ambruk di Perumahan Lembah Sanggulan, Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri.

Selain Perumahan Sanggulan, delapan kompleks perumahan lainnya di wilayah Kediri dan Tabanan turut terdampak banjir.

5. Obyek Wisata Terdampak

Akses ke jalan‑dan infrastruktur dari atau ke obyek wisata kemungkinan terhambat karena genangan air di ruas jalan utama, seperti Jalur Denpasar‑Gilimanuk dan ruas‑ruas jalan di Denpasar dan Badung.

Evakuasi telah dilakukan di berbagai titik rawan banjir di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, termasuk area permukiman padat dan kawasan wisata. Mulai Rabu pukul 16.30 WITA, tim SAR mengevakuasi wisatawan mancanegara dari kawasan wisata Jalan Dewi Sri, Kuta.

Meskipun banjir menggenangi banyak titik di Bali, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai masih beroperasi secara normal. Otoritas bandara Bali meminta calon penumpang dan juga maskapai untuk memberikan peringatan datang lebih awal mengingat akses menuju bandara yang terhambat akibat banjir.

Baca juga artikel terkait BANJIR BALI atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra