tirto.id - Kota Denpasar dikepung banjir setelah hujan dengan intensitas lebat mengguyur pada hari Selasa (09/09/2025) hingga Rabu (10/09/2025). Underpass Simpang Dewa Ruci yang merupakan akses utama menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai, serta kawasan wisata Kuta dan Nusa Dua terendam banjir hingga sepinggang orang dewasa pada Rabu siang.
Akses lalu lintas di kawasan tersebut pun lumpuh. Kendaraan yang hendak menuju atau keluar dari Underpass Simpang Dewa Ruci berhenti atau harus berputar balik.
Beberapa pengendara memilih lewat Tol Bali Mandara untuk mendapatkan akses lebih cepat ke Bandara I Gusti Ngurah Rai. Namun, berdasarkan keterangan Direktorat Lalu Lintas Polda Bali di laman resminya, terdapat antrean kendaraan di gerbang masuk tol untuk roda empat dan roda dua.
Meskipun akses menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai tersendat oleh macet, pihak bandara mengeklaim operasional penerbangan tidak mengalami gangguan dan berjalan dengan normal hingga Rabu sore.
Communication and Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, mengatakan kondisi di Bali termasuk ke dalam force majeure, tetapi pemangku kepentingan bandara tetap berupaya dapat menjaga standar pelayanan kepada para penumpang dan operasional agar dapat berjalan dengan lancar.
“Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara I Gusti Ngurah Rai bekerja sama dengan stakeholder terkait telah melakukan langkah-langkah penanganan dan mitigasi, antara lain melakukan penambahan fasilitas kursi penumpang, pengaturan personel pelayanan terminal, serta memberikan imbauan kepada calon penumpang untuk tiba di bandara lebih awal,” kata Eka dalam keterangan resminya, Rabu.
Imbauan tersebut telah disampaikan pula oleh pihak maskapai. Diharapkan, calon penumpang dapat menghitung waktu yang dibutuhkan untuk berangkat menuju ke bandara.
Selain itu, pihak bandara juga telah berkoordinasi dengan seluruh maskapai. Tindakan ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya calon penumpang yang terlambat dan butuh penanganan khusus, seperti penjadwalan ulang (reschedule) atau mekanisme lain berdasarkan ketentuan masing-masing maskapai.
“Untuk memenuhi kebutuhan antarmoda transportasi bagi penumpang yang baru mendarat di Bali, kami secara intensif telah beroperasi dengan pengelola land transport (transportasi darat) bandara untuk mengatur ketersediaan unit kendaraannya di tengah kemacetan yang terjadi di banyak ruas jalan dari dan menuju bandara,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah wilayah di Bali terendam banjir akibat hujan deras sejak Selasa hingga Rabu. Ketinggian banjir bervariasi antara dua hingga tiga meter di berbagai wilayah, yakni Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Jembrana.
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































