tirto.id - Bencana banjir merendam Kota Denpasar dan sejumlah wilayah lain di Bali pada Rabu (10/9/2025). Berdasarkan update terbaru, korban jiwa yang ditemukan meninggal akibat banjir bertambah per Kamis (11/9).
Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Bali tersebut dijelaskan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terjadi sebagai imbas dari aktifnya gelombang ekuatorial Rossby. Fenomena alam itu memicu hujan lebat selama dua hari berturut-turut yang menyebabkan banjir.
Dengan curah hujan yang lebih dari 150 mm per hari juga kemudian tidak dapat diantisipasi oleh sistem drainase di Denpasar.
Akibat banjir, sejumlah infrastruktur dan fasilitas umum rusak. Beberapa bangunan, seperti rumah dan toko juga dilaporkan mengalami roboh.
Update Banjir Bali: Berapa Korban Meninggal & Orang Hilang?
Pada Kamis, tim SAR gabungan menemukan lima korban meninggal dunia tambahan akibat banjir. Penemuan korban pada hari kedua masa pencarian tersebut membuat total korban jiwa dalam bencana ini kini berjumlah 15 orang.
"Seluruh korban ditemukan di Muara Sungai Tukad Badung atau Bendungan Wilayah Sungai Bali Penida," tutur Kasi Operasi dan Kesiapsiagaan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Wayan Juni Antara pada Kamis.
Menurut Juni, lima korban yang ditemukan itu terdiri dari empat jenazah berjenis kelamin perempuan dan satu jenazah berjenis kelamin laki-laki.
Lebih lanjut, per pukul 18.00 WITA, tiga jenazah yang ditemukan merupakan korban yang terlaporkan, sementara dua yang lain adalah korban tidak terlaporkan.
Sementara itu, identitas kelima korban tersebut adalah sebagai berikut:
- Ni Wayan Werni (58),
- Ni Nyoman Sari (70),
- Tasnim (53),
- Ni Ketut Merta (63),
- Farwa Husein (32).
Menurut Juni, proses evakuasi dihentikan pada Kamis malam. Pada Jumat (12/9) esok hari, tim SAR gabungan berencana memulai evakuasi lanjutan untuk mencari tiga korban hilang yang belum ditemukan.
Ketiga korban hilang tersebut adalah Made Suwitri (perempuan), Maimunah (perempuan), dan Amin Suwandi (laki-laki).
Banjir Bali Terkini & Laporan Kerusakan
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Bali menyebabkan Pemerintah Provinsi Bali menetapkan status tanggap darurat bencana banjir hingga seminggu ke depan.
Menurut Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyatakan bahwa status tersebut telah diresmikan sejak Rabu malam.
"[Status] darurat ini supaya kita berkolaborasi, pemerintah pusat juga bisa memberikan bantuan," kata Suharyanto.
Menurut keterangan Gubernur Bali, Wayan Koster, pada Kamis, pemerintah provinsi kini masih menghitung total kerugian akibat banjir di Bali. Namun, setidaknya, kios dan toko di Pasar Badung dan Pasar Kumbasari, serta beberapa ruko di Denpasar dipastikan rusak.
"Kerugian sedang dihitung sekitar 474 kios dan los, plus ruko. Itu akan diselesaikan semua," kata Koster.
Kerusakan pada ratusan toko tersebut, jelas Koster, membuat kelompok pedagang menjadi salah satu korban paling terdampak secara ekonomi akibat banjir.
Hal tersebut dikarenakan mereka kehilangan alat dan barang untuk berjualan. Namun, berapa jumlah kerugian akibat hilangnya alat dan barang dagangan masih dihitung.
Sementara itu, sejak Rabu, Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali melakukan perbaikan infrastruktur publik yang rusak akibat banjir.
Menukil Antara, Sekretaris Daerah Pemkab Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widya Utama, menyatakan bahwa pihaknya telah mencatat potensi kerugian mencapai Rp34,4 miliar.
Menurut Bagus, potensi tersebut dihitung berdasarkan laporan kerusakan yang disampaikan masyarakat.
Sedangkan, untuk Kabupaten Badung, perkiraan total kerugian akibat bencana banjir di daerah tersebut mencapai Rp15 miliar.
Nilai kerugian itu disampaikan oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, pada Kamis.
"Kemarin hitung-hitungan lebih kurang sekitar Rp15 miliar dan itu ada fasilitas umum, tempat ibadah, jalan-jalan, fasilitas publik yang banyak kita lihat. Kalau rumah rata-rata kena banjir saja," tuturnya.
Adi Arnawa mengungkapkan bahwa Pemkab Badung kini tengah berfokus untuk melakukan pembersihan sampah dan lumpur yang menumpuk di rumah warga dan fasilitas umum yang terdampak banjir.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id


































