Menuju konten utama

Update Banjir Bali: 436 Mengungsi, Korban Tewas Capai 18 Orang

Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap 2 orang korban banjir Bali yang dinyatakan hilang.

Update Banjir Bali: 436 Mengungsi, Korban Tewas Capai 18 Orang
Petugas melakukan proses pencarian korban di sekitar bangunan ruko yang hancur akibat diterjang banjir di kawasan Jalan Sulawesi, Denpasar, Bali, Kamis (11/9/2025). Berdasarkan data BNPB, hingga Kamis sore sebanyak 16 jenazah korban bencana banjir telah berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan di sejumlah wilayah Bali. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat jumlah korban yang ditemukan meninggal dunia usai kejadian banjir di Bali mencapai 18 orang. Jumlah tersebut telah diperbarui pada Jumat (12/09/2025) pukul 06.00 WITA.

"Total yang meninggal dunia ada 18 orang. Dari Kota Denpasar 12 orang, Kabupaten Gianyar tiga orang, Kabupaten Jembrana dua orang, dan Kabupaten Badung satu orang," ujar Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, dalam keterangan yang diterima Tirto, Jumat (12/09/2025).

Di luar jumlah tersebut, terdapat dua orang yang masih dalam pencarian oleh Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan. Di samping jumlah korban, BPBD Provinsi Bali juga mencatat jumlah pengungsi secara keseluruhan berada pada angka 436 orang.

Pengungsi yang berada di Kota Denpasar berjumlah 186 orang dan tersebar di pos SD 25 Pemecutan, Banjar Sedana Mertha, Banjar Dakdakan, Banjar Kesambi, Posko Pulau Misol, dan Banjar Tohpati. Sementara di Kabupaten Jembrana, terdapat 250 orang pengungsi yang tersebar di Banjar Tengah dan Desa Lelateng.

"Warga sudah kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan secara mandiri. Namun, untuk dapur umum masih aktif untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat terdampak," ungkap Teja.

Wapres Kunjungi Korban Banjir Bali

Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, mengunjungi rumah orang tua Dedek Rio Adi Saputra, salah satu korban meninggal dunia dalam banjir di Bali, Jumat (12/09/2025). Tirto.id/Sandra Gisela

Sementara itu, Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, mengunjungi rumah orang tua dari Dedek Rio Adi Saputra (20). Diketahui, Dedek merupakan korban meninggal dunia dari banjir Bali yang ditemukan pada Rabu (10/09/2025) sore.

"Pak Gibran menanyakan kronologi awalnya. Jadi awalnya di sini ada acara Maulid Nabi. Anak saya yang sudah punya calon istri, calonnya datang ke sini untuk mengikuti acara. Setelah selesai di jam 23.00 WITA, anak saya mengantarkan [calonnya] ke rumahnya di Ubung," kata Roni Sunyoto, ayah dari Dedek, kepada Tirto yang berkunjung ke lokasi, Jumat (12/09/2025).

Dedek tetap berada di Ubung sampai 01.00 WITA karena meminum kopi sambil menunggu hujan reda. Setelah itu, pada 03.00 WITA, calon istri korban menelepon ibu korban. Namun, karena tertidur, sang ibu tidak mengangkat dan menghubungi kembali pada pagi harinya. Sayangnya, tidak ada jawaban dari Dedek maupun kekasihnya.

"Akhirnya saya jam 09.00 WITA meluncur ke lokasi. Ternyata di sana sudah dapat informasi bahwa anak saya dan kedua orang yang ada di sana itu [calon istri dan calon mertuanya] hanyut. Yang selamat satu, yang perempuan itu selamat, calon istrinya itu. Sampai sekarang bapak perempuan itu belum ditemukan," terangnya.

Roni bercerita bahwa Dedek hendak menyelamatkan kekasihnya sewaktu kejadian, tetapi malah hanyut dan menjadi korban meninggal dunia. Jenazah Roni ditemukan pada pukul 16.30 WITA dan dimakamkan pada Kamis (11/09/2025) pukul 09.00 WITA.

"Tidak ada bantuan secara langsung [dari Wakil Presiden]. Mendata saja. Kalau nanti ada keperluan, kelanjutannya nanti diurus oleh Pak Wali Kota dan Pak Kepala Desa. Itu saja," imbuhnya.

Baca juga artikel terkait BANJIR BALI atau tulisan lainnya dari Sandra Gisela

tirto.id - Flash News
Kontributor: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Siti Fatimah