Menuju konten utama

IHSG Turun 579 Poin, Merosot ke Level 8.393

Laju IHSG didorong oleh 45 saham yang dibuka menguat, 528 saham dibuka melemah dan 100 saham stagnan atau belum mengalami perubahan.

IHSG Turun 579 Poin, Merosot ke Level 8.393
Layar menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/10/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (27/10) ditutup melemah 154,57 poin atau 1,87 persen ke level 8.117,15. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 8.393 pada perdagangan Rabu (28/1/2025). Mengutip RTI Business pukul 09.02 WIB, indeks turun 579 poin atau sebesar 6,45 persen.

Laju IHSG didorong oleh 45 saham yang dibuka menguat, 528 saham dibuka melemah dan 100 saham stagnan atau belum mengalami perubahan.

Gerak IHSG pada awal perdagangan sesi pertama terpantau berada pada rentang 8349.655 hingga 8405.098, sementara kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp15.221,359 triliun.

Aktivitas perdagangan di bursa pada pagi ini tercatat cukup aktif dengan 5.824 miliar saham berpindah tangan melalui 307,894 kali transaksi. Sementara nilai jual-beli saham tersebut tercatat mencapai Rp3,964 triliun.

Bina Artha Sekuritas menyatakan, IHSG menguat 0.27 persen di level 8975.334 pada akhir perdagangan 26 Januari 2026. IHSG diperkirakan membentuk pola leading diagonal jika hari ini turun di bawah 8837. Pergerakan ini berpotensi menjadi wave a dari suatu bentukan koreksi yang belum usai. Wave b sebagai rebound minor dapat terjadi sebelum koreksi wave c yang harusnya menjadi bagian terakhir.

Pada skenario yang berbeda, kenaikan di atas 9.045 akan memberi peluang ekstensi untuk menguji kembali resisten 9.100. Level support IHSG berada di 8.837, 8.773, 8.619 dan 8.525, sementara level resistennya di 9.100, 9.174, 9.261 dan 9.335. Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish.

Baca juga artikel terkait IHSG MELEMAH atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama