Menuju konten utama

IHSG Menguat ke 9.072,29 pada Pembukaan Perdagangan Hari Ini

Sebanyak 281 saham berada di zona hijau, 243 saham turun ke zona merah, dan 180 saham tidak mengalami perubahan atau stagnan.

IHSG Menguat ke 9.072,29 pada Pembukaan Perdagangan Hari Ini
Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (12/12/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada level 8.660 atau naik 0,46 persen. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 39,71 poin atau 0,44 persen ke posisi 9.072,29 pada perdagangan Kamis (15/1/2026). Usai dibuka, tepatnya pada pukul 09.15 WIB, indeks komposit Jakarta naik tipis menuju ke level 9.078,00.

Mengutip RTI Business, gerak IHSG pada awal perdagangan sesi pertama terpantau berada pada rentang 9.072,29 hingga 9.085,18. Sebanyak 281 saham berada di zona hijau, 243 saham turun ke zona merah, dan 180 saham tidak mengalami perubahan atau stagnan. Sementara itu, dari kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,84 poin atau 0,44 persen ke posisi 885,92.

Aktivitas perdagangan di bursa pada pagi ini tercatat cukup aktif dengan 6,97 miliar saham berpindah tangan melalui 493.979 kali transaksi. Sementara nilai jual-beli saham tersebut tercatat mencapai Rp4,02 triliun. Sementara itu, total seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pembukaan perdagangan pagi hari ini mencapai Rp16.540,47 triliun.

Penguatan saham ini melanjutkan reli positif pasar saham domestik, yang pada perdagangan Rabu (14/1/2026) kemarin ditutup menguat di level 9,032.58, setelah

sempat mencapai level intraday tertinggi baru di 9,049.

Berdasarkan riset harian Phintraco Sekuritas, ekspektasi berlanjutnya penurunan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (the Fed), kenaikan harga komoditas, aliran masuknya dana investor asing,

serta aksi korporasi emiten menjadi faktor-faktor yang mendorong penguatan IHSG pada hari ini. Hal ini sejalan dengan nilai tukar rupiah yang juga ditutup menguat di level Rp16,865 per dolar AS di pasar spot kemarin.

Dari dalam negeri, gerak IHSG hari ini akan dipengaruhi oleh rencana menghidupkan kembali proyek gasifikasi batu bara

menjadi dimethyl ether (DME) pada tahun ini, tepatnya pada Februari 2026. Dengan turut terlibatnya Holding Pertambangan, MIND ID dan PT Pertamina (Persero) dalam proyek hilirisasi batubara ini, diperkirakan akan berpengaruh positif

terhadap emiten batu bara yang melakukan penjualan ke dalam negeri.

Tidak hanya itu, pasar juga merespon positif atas terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 33 Tahun 2025 yang mulai berlaku 1 Januari 2026 untuk mengatur penilaian tingkat kesehatan Perusahaan Perasuransian, Lembaga Penjamin, dan Dana Pensiun (PPDP) sebagai dasar bagi OJK dalam menetapkan strategi serta penguatan

pengawasan.

"Secara teknikal, terjadi Golden Cross IHSG dan pelebaran histogram positif MACD. Sehingga diperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan menguji level 9070/9100. Namun perlu

diwaspadai potensi terjadinya profit taking pada perdagangan Kamis menjelang libur long weekend," tulis Tim Riset Phintraco Sekuritas, dikutip Kamis (15/1/2026).

Baca juga artikel terkait INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah