Menuju konten utama

IHSG Ditutup Naik 1,17% ke 8.748 pada Perdagangan Perdana 2026

Secara umum, 479 saham mengalami penguatan, 200 saham mengalami pelemahan dan 131 tetap atau tak berubah.

IHSG Ditutup Naik 1,17% ke 8.748 pada Perdagangan Perdana 2026
Pengunjung berjalan di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (26/6/2025). ANTARA FOTO/Fauzan/rwa.

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat ke level 8.748,13, naik 101,19 poin atau 1,17 persen pada perdagangan hari pertama tahun ini, Jumat (2/1/2026). Dibuka di level 8.676,74, indeks bergerak di kisaran 8.664,98 (terendah) hingga menyentuh 8.748,13 (tertinggi) sepanjang perdagangan hari ini.

Mengutip data RTI, total frekuensi tercatat sekitar 3,12 juta kali dengan nilai transaksi pasar mencapai kurang lebih Rp22,26 triliun.

Pada pasar reguler, tercatat volume 492,07 juta lot dengan nilai sekitar Rp22,27 triliun, sementara pasar negosiasi membukukan nilai sekitar Rp785,02 miliar.

Secara umum, 479 saham mengalami penguatan, 200 saham mengalami pelemahan dan 131 tetap atau tak berubah. Penguatan indeks ditopang oleh kenaikan di mayoritas sektor, terutama transportasi, teknologi, dan saham-saham energi.

Dari sisi sektoral, indeks sektor transportasi dan logistik mencatat kenaikan tertinggi dengan melesat 6,31 persen. Disusul sektor teknologi yang naik 4,20 persen, serta barang konsumen siklikal yang menguat 3,44 persen.

Sektor energi juga bergerak positif dengan kenaikan 3,18 persen, sementara sektor bahan baku naik 2,57 persen dan sektor industri bertambah 2,16 persen.

Beberapa sektor lain barang konsumen nonsiklikal naik 0,82 persen; properti naik 0,60 persen; dan infrastruktur naik 0,44 persen.

Adapun dua sektor yang mengalami penurunan yakni kesehatan yang turun 1,09 persen dan keuangan yang minus 1,24 persen.

Baca juga artikel terkait INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Insider
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana