tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah dan menyentuh titik terendahnya dalam sepekan terakhir di level 7.847 pada perdagangan Jumat (29/8/2025). Data perdagangan RTI mencatat 475 saham bergerak turun, sementara 113 saham menguat dan 104 saham stagnan hingga pukul 09.30 usai perdagangan dibuka.
Pada waktu bersamaan transaksi mencapai Rp5,6 triliun dengan volume 15,6 miliar lembar saham yang berpindah tangan melalui lebih dari 700 ribu kali transaksi.
Tekanan terhadap IHSG terjadi di tengah gejolak politik di Tanah Air. Dalam beberapa hari terakhir, gelombang aksi buruh berlangsung di depan Gedung DPR RI, Jakarta.
Meski demikian, kondisi pasar hari ini berbanding terbalik dengan sehari sebelumnya. Pada penutupan sesi I perdagangan Kamis (28/8/2025), IHSG menguat 0,84 persen atau naik 66,951 poin ke level 8.003,127 setelah dibuka pada level 7.936.
Tercatat sebanyak 386 saham mengalami penguatan, 266 saham melemah dan 149 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan pada kurun tersebut.
Namun, kericuhan pecah pada Kamis (28/8/2025) malam, hingga aparat keamanan menembakkan gas air mata ke arah massa. Insiden ini juga diwarnai insiden meninggalnya seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, akibat terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan.
Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Asep Edi Suheri, menyampaikan rasa belasungkawa atas peristiwa tersebut. “Pada hari ini kami kehilangan saudara kita. Kami sangat berduka atas kejadian sore tadi,” kata Asep saat ditemui di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.
Selain menyampaikan duka cita, Asep juga memohon maaf atas insiden itu. Ia menyebut sudah bertatap muka langsung dengan pihak keluarga korban. “Atas nama Polda Metro, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya sekaligus belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Saya sudah bertemu langsung dengan ayah korban,” ujarnya.
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id







































