Menuju konten utama

IHSG Memerah Pagi Ini, Dibuka di Level 8.306,163

Gerak IHSG pada awal perdagangan sesi pertama terpantau berada pada rentang 8.223,868 hingga 8.313,058. Kapitalisasi pasar mencapai Rp14.838,836 triliun.

IHSG Memerah Pagi Ini, Dibuka di Level 8.306,163
Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/10/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (27/10) ditutup melemah 154,57 poin atau 1,87 persen ke level 8.117,15. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 8.306,163 pada perdagangan, Senin (2/2/2026). Mengutip RTI Business pukul 09.04 WIB, indeks turun 103,247 poin atau sebesar 1,24 persen.

Laju IHSG didorong oleh 238 saham yang dibuka menguat, 275 saham dibuka melemah dan 166 saham stagnan atau belum mengalami perubahan.

Gerak IHSG pada awal perdagangan sesi pertama terpantau berada pada rentang 8.223,868 hingga 8.313,058, sementara kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp14.838,836 triliun.

Aktivitas perdagangan di bursa pada pagi ini tercatat cukup aktif dengan 2,091 miliar saham berpindah tangan melalui 193.472 kali transaksi. Sementara nilai jual-beli saham tersebut tercatat mencapai Rp1,68 triliun.

Adapun, Kiwoom Sekurinta Indonesia memperkirakan IHSG menguat hari ini, didorong respons positif terhadap delapan rencana aksi reformasi pasar modal OJK. Langkah-langkah tersebut diyakini dapat menenangkan volatilitas jangka pendek dan memulihkan kepercayaan investor.

"Mengikuti perkembangan yang terjadi akhir pekan lalu, Kiwoom Research cukup optimistis bahwa IHSG hari ini berpotensi menguat ke arah target 8.600 as 1st step, sebelum mencoba tutup GAP di barisan resistance 8.700/ 8.800-8.873,” kata Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata, dikutip dari Antara.

Sentimen akan berasal dari pelaku pasar yang merespon positif arah implementasi kebijakan yang telah dicanangkan oleh otoritas, terkait delapan rencana aksi percepatan reformasi pasar modal Indonesia.

Sementara itu, dari mancanegara, Liza mengatakan pelaku pasar akan mencermati proses lanjutan konfirmasi Ketua Federal Reserve (The Fed) di Senat Amerika Serikat (AS), perkembangan voting anggaran pemerintah AS setelah shutdown parsial, serta hasil pertemuan OPEC+.

"Perhatian pasar juga tertuju pada data inflasi lanjutan AS, pergerakan dolar AS, dinamika pasar logam menjelang libur Tahun Baru Imlek China, serta perkembangan politik Jepang menjelang pemilu Majelis Rendah," ujar Liza.

Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Penulis: Nanda Aria
Editor: Alfons Yoshio Hartanto