Menuju konten utama

Airlangga PD Pasar Modal RI Tak Akan Turun Kasta Jadi Frontier

Upaya perbaikan tata kelola pasar modal melalui demutualisasi bursa diyakini akan membuat pasar modal Indonesia bertahan di level emerging market.

Airlangga PD Pasar Modal RI Tak Akan Turun Kasta Jadi Frontier
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melambaikan tangannya di dalam mobil usai membahas kajian pencegahan korupsi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (14/1/2026). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

tirto.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, meyakini gejolak di pasar saham dalam beberapa hari belakangan, termasuk mundurnya Iman Rachman dari kursi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), tidak akan membuat peringkat pasar modal Indonesia—yang kini berada di kategori pasar negara berkembang (emerging market)—turun menjadi pasar frontier (frontier market).

Meski sebelumnya Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengancam akan menurunkan peringkat Indonesia ke frontier market jika tidak ada perbaikan transparansi dan akuntabilitas di pasar modal.

“Tidak, tidak (tidak akan meningkatkan risiko rating pasar modal Indonesia turun ke frontier market),” kata dia.

Sebaliknya, upaya Indonesia untuk memperbaiki tata kelola pasar modal melalui demutualisasi bursa justru akan membuat Indonesia bertahan di level emerging market. Pasalnya, melalui kebijakan demutualisasi, Indonesia berupaya menyetarakan standar pasar modal domestik dengan bursa saham di berbagai negara.

“Justru akan meningkatkan kestabilan kita di emerging market. Karena ini sudah setara dengan berbagai negara,” tegas Airlangga.

Karena itu, ia berharap Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dapat segera merilis aturan terkait demutualisasi bursa, sehingga kebijakan tersebut dapat segera diterapkan pada tahun ini.

Dengan kebijakan ini, Airlangga juga menilai potensi konflik kepentingan antaranggotabursa dalam penentuan kepengurusan di bursa diharapkan dapat berkurang. Sebab, pascademutualisasi, bursa akan berubah menjadi perusahaan terbuka, dengan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) yang nantinya dapat dimiliki oleh investor.

“Demutualisasi diharapkan mulai berproses di tahun ini. Mudah-mudahan bisa diselesaikan dengan cepat juga (aturan terkait demutualisasi bursa),” lanjutnya.

Sementara itu, selain melalui demutualisasi, Indonesia juga telah berkomitmen untuk mengadopsi standar-standar internasional yang direkomendasikan oleh MSCI.

“Agar tentunya kita bisa mempertahankan di standar emerging market. Dan tentunya kita berharap bahwa pasar modal kita lebih kuat, lebih adil, lebih kompetitif, lebih transparan. Karena ini merupakan signal, sekali lagi saya katakan signal kepada global market,” tutup Airlangga.

Baca juga artikel terkait AIRLANGGA HARTARTO atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana