Menuju konten utama

IHSG Anjlok, Airlangga akan Gelar Rapat Minta Bursa Turuti MSCI

Pemerintah dan BEI sebagai penyelenggara dan penyedia pasar modal telah sepakat untuk melakukan evaluasi sesuai dengan permintaan MSCI.

IHSG Anjlok, Airlangga akan Gelar Rapat Minta Bursa Turuti MSCI
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melambaikan tangannya di dalam mobil usai membahas kajian pencegahan korupsi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (14/1/2026). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

tirto.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bakal menggelar rapat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk membahas kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Ini ia sampaikan untuk merespons pertanyaan terkait penghentian perdagangan sementara (trading halt) di pasar modal menyusul penurunan IHSG hingga level 8.187 hari ini, Rabu (28/1/2026).

"IHSG nanti kami monitor dan akan dirapatkan mungkin dengan OJK dan yang lain, besok lah kita jadwalkan," tuturnya, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).

Ia juga merespons pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI)​ terkait proses review dan rebalancing saham-saham di Indonesia yang manjadi salah satu penyebab drop-nya IHSG hari ini.

Menurut Airlangga, pemerintah dan BEI sebagai penyelenggara dan penyedia pasar modal telah sepakat untuk melakukan evaluasi sesuai dengan permintaan MSCI.

"Pertama, (penyebab penurunan IHSG) ada teknikal MSCI, kedua tentu dari BEI, Bursa itu perlu untuk melakukan evaluasi. Evaluasi mengenai apa yang diminta MSCI," kata Airlangga.

Dalam hal ini, ia meminta BEI untuk meningkatkan transparansinya. Bukan hanya karena tuntutan MSCI, namun transparansi merupakan persyaratan dasar bagi seluruh penyelenggara pasar modal.

"Jadi, itu bisa dilakukan improvement dengan mekanisme yang sudah banyak dipraktikkan banyak negara," sambungnya.

Terlepas dari itu, kendati IHSG turun tajam, Airlangga mengimbau para investor di pasar modal untuk tetap tenang dan tidak panic selling. Sebab, seiring dengan sifat pasar modal yang fluktuatif, akan selalu ada risiko dalam berinvestasi saham setiap harinya.

"Nggak perlu panik, kalau saham kan risikonya tiap hari. Ada yang naik, ada yang turun," ujar dia.

Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana