tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di zona pada perdagangan Rabu (28/1/2025). Berdasarkan data RTI Business, IHSG berakhir di level 8.320,556, anjlok 659,673 poin atau 7,35 persen dibanding penutupan sebelumnya. Posisi IHSG juga menjadi yang terburuk dalam perdagangan tiga bulan terakhir atau sejak 5 November 2025 yang ditutup pada level 8.318.
Sejak pembukaan, tekanan jual langsung mendominasi pasar usai pengumuman MSCI terkait pembekuan rebalancing indeks saham Indonesia. Dibuka di level 8.393,514, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 8.596,172, sebelum akhirnya jatuh ke posisi dan sempat menyentuh posisi terendah harian di 8.187,735.
Aktivitas transaksi tercatat cukup tinggi dengan volume perdagangan mencapai 60,86 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp45,50 triliun dan frekuensi transaksi 3,99 juta kali.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, hanya 37 saham menguat, sementara 753 saham melemah, dan 16 saham stagnan. Pelemahan tersebut membuat kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia turun menjadi Rp15.121,13 triliun.
Secara sektoral, tekanan juga terjadi hampir seluruh indeks sektoral. Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia, sektor infrastruktur (IDXINFRA) mencatat pelemahan terdalam, dengan penurunan 10,20 persen. Disusul sektor energi (IDXENERGY) yang merosot 9,57 persen, serta barang baku (IDXBASIC) yang terkoreksi 7,88 persen.
Sektor teknologi (IDXTECHNO) juga terpantau melemah 6,79 persen, begitu pula sektor transportasi (IDXTRANS) yang turun 6,51 persen, dan industri (IDXINDUST) yang terkoreksi 6,19 persen.
Adapun sektor barang konsumsi siklikal (IDXCYCLIC) melemah 5,99 persen, properti (IDXPROPERT) turun 7,50 persen, kesehatan (IDXHEALTH) terkoreksi 4,20 persen, keuangan (IDXFINANCE) melemah 4,31 persen, serta barang konsumsi non-siklikal (IDXNONCYC) turun 3,96 persen.
Sebagai informasi, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibekukan sementara pada Rabu (28/1/2026) siang, menyusul pelemahan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang hampir menyentuh level 8 persen.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menjelaskan pembekuan sistem perdagangan otomatis JATS dilakukan tepat pada pukul 13:43:13 WIB. Perdagangan dijadwalkan akan aktif kembali pada pukul 14:13:13 WIB tanpa perubahan jadwal lebih lanjut.“Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8 persen,” katanya dalam keterangannya, Rabu (28/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa langkah ini merupakan prosedur standar untuk menjaga keteraturan pasar. "BEI melakukan upaya ini dalam rangka menjaga perdagangan saham agar senantiasa teratur, wajar, dan efisien," ujarnya.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































