Menuju konten utama

Parkir di Zona Hijau, IHSG Ditutup Naik Tipis 0,01% ke 9.134

Berdasarkan data RTI Business, 336 saham mengalami penguatan, 323 saham turun ke zona merah dan 143 saham stagnan atau tidak bergerak.

Parkir di Zona Hijau, IHSG Ditutup Naik Tipis 0,01% ke 9.134
Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/10/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (27/10) ditutup melemah 154,57 poin atau 1,87 persen ke level 8.117,15. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 0,827 poin atau 0,01 persen ke posisi 9.134,7 pada perdagangan Selasa (20/1/2026).

Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di level 9.156,19 dan sempat menanjak hingga mencapai level tertinggi 9.174,47. Memasuki paruh kedua perdagangan, tekanan jual mulai muncul dan IHSG sempat mengalami koreksi cukup tajam hingga menyentuh level terendah 9.120,15.

Berdasarkan data RTI Business, 336 saham mengalami penguatan, 323 saham turun ke zona merah dan 143 saham stagnan atau tidak bergerak. Dari sisi aktivitas pasar, volume transaksi mencapai 71,85 miliar saham dengan nilai transaksi Rp29,53 triliun.

Tercatat, indeks yang masuk ke dalam kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 mengalami penurunan 0,98 persen ke level 884,38. Sementara indeks JII melemah 1,21 persen menuju posisi 614,43.

Dari sisi sektoral, emiten energi dan infrastruktur menjadi salah satu pemberi tekanan utama pada IHSG hari ini, di mana masing-masing mencatatkan penurunan sebanyak 0,32 persen dan 0,05 persen.

Sebagai informasi, tren bullish IHSG hingga hari ini terjadi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Karena itu, dalam wawancara cegat, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menilai tren peningkatan IHSG di saat rupiah keok sebagai anomali.

Namun demikian, Purbaya mengaku tidak dapat menjelaskan secara rinci penyebab pelemahan rupiah tersebut. Sebaliknya, ia meminta Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter untuk memberikan penjelasan.

"Soal itu, Anda harus tanya bank sentral, karena saya enggak tahu," ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).

Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana