Menuju konten utama

Mundur dari Jadwal, Prabowo Teken Pakta Tarif AS Medio Februari

Airlangga menegaskan tidak ada masalah yang terjadi dalam tahap finalisasi dokumen kesepakatan tarif resiprokal dengan AS.

Mundur dari Jadwal, Prabowo Teken Pakta Tarif AS Medio Februari
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026). tirto.id/Qonita Azzahra
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menuturkan kans Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) untuk menandatangani dokumen final kesepakatan tarif resiprokal (Agreement on Reciprocal Tariff/ART) mundur, dari yang sebelumnya ditarget pertengahan bulan ini ke pertengahan Februari 2026.

Ia menuturkan, pembaruan jadwal ini didapatkan dari Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto belum lama ini.

"Mungkin pertengahan Februari. Kemarin update terakhir dari Pak Menko Ekonomi. Mungkin di minggu kedua bulan Februari," tuturnya kepada awak media, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).

Meski tak ada kendala teknis, Pras, sapaan Prasetyo, menjelaskan mundurnya jadwal penandatanganan dokumen ART ini terjadi karena masih ada beberapa hal yang masih belum disepakati oleh pemerintah Indonesia dengan Perwakilan Dagang AS (United States Trade Representative/USTR).

Meski begitu, Indonesia masih tetap berusaha bernegosiasi untuk mendapatkan tarif 0 persen bagi komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet dan kakao.

"Ya, tentunya kan masih ada beberapa yang kita cari titik temunya. Terutama untuk sebagaimana yang sudah pernah juga kami sampaikan, kita terus berusaha untuk bernegosiasi. Insyaallah nggak (ada masalah), secara substansi InsyaAllah nggak ada masalah dan mohon doanya supaya banyak membawa kepentingan bangsa dan negara kita," lanjutnya.

Ditemui di tempat yang sama, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan tidak ada masalah yang terjadi dalam tahap finalisasi dokumen ART ini. Kendala yang jadi sebab mundurnya target penandatanganan dokumen ART hanya berasal dari penjadwalan. Bahkan, menurutnya negosiasi dengan USTR sudah rampung.

"(Masalah) jadwal aja. (Negosiasi) sudah selesai," ucap dia.

Sementara itu, sebelumnya tim negosiasi dari Indonesia akan bertolak ke Amerika Serikat (AS) pada 12 Januari 2026.

Pada pertemuan pekan depan tersebut, tim negosiasi akan melanjutkan pembahasan terkait dokumen final kesepakatan tarif resiprokal (Agreement on Reciprocal Tariff/ART), untuk kemudian Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump dapat bertemu untuk menandatangani dokumen tersebut.

"Nanti ada tim akan berangkat lagi tanggal 12 sampai 19 (Januari 2026). Nanti dari situ baru jadwal selanjutnya bisa kita ketahui. (Pertemuan akan membahas) legal drafting ... ART," kata dia, di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).

Baca juga artikel terkait TARIF TRUMP atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana