tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di level 8.154,60 pada perdagangan Kamis (5/2/2026), menguat tipis 7,88 poin dibandingkan perdagangan hari sebelumnya.
Berdasarkan data RTI Business, enam menit setelah dibuka, indeks kembali mengalami penguatan hingga ke posisi 8.191,78. Sepanjang waktu pemantauan, indeks komposit Jakarta mampu mencapai titik tertinggi di level 8.194,31 dan terendah di posisi 8.140,29.
Dari sisi market breadth, jumlah saham yang naik mencapai 354 saham. Sebaliknya, hanya 170 saham turun dan 154 saham belum mengalami perubahan atau stagnan.
Sementara itu, nilai transaksi tercatat sekitar Rp1,64 triliun, dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 3,066 miliar saham melalui 198 ribu kali transaksi.
Penguatan ini melanjutkan tren perdagangan kemarin, di mana pada Rabu (4/2/2026), IHSG ditutup menguat 24,12 poin atau 0,30 persen menjadi 8.146, yang dipicu oleh penjualan bersih (net sell) para pemodal asing mencapai Rp1,43 triliun. Sedangkan, indeks di bursa Wall Street ditutup mixed.
Menurut riset harian Phintraco Sekuritas, kondisi ini didorong oleh berlanjutnya rotasi dari saham sektor teknologi, sehingga memicu pelemahan pada indeks S&P500 dan Nasdaq Composite. “Investor khawatir persaingan dari model AI baru akan berpengaruh terhadap bisnis perangkat lunak dan analitik yang sudah mapan,” tulis riset tersebut, dikutip Kamis (5/2/2026).
Adapun, rotasi terjadi dari sektor teknologi ke sektor material, barang konsumsi pokok, dan energi. Kemudian, dari sisi global, surat utang pemerintah Amerika Serikat dengan tenor 10 tahun, US 10-year Bond dengan kenaikan imbal hasil (yield) kurang dari 1 basis poin (bps) ke level 4,276 persen dinilai akan memengaruhi gerak harga saham hari ini.
Di sisi lain, harga emas tercatat menguat 2,4 persen ke level 5,054 dolar AS per troy oz di pasar spot pada perdagangan Rabu.
Dari dalam negeri, gerak IHSG pada hari ini akan sangat dipengaruhi oleh target tercapainya free float minimum 15 persen oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Diperkirakan IHSG berpotensi uji level 8.200 pada perdagangan Kamis. Top picks: INCO, INDY, MEDC, BRIS, dan BTPS,” prediksi tim riset Phintraco Sekuritas.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id




































