tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 8.121,602 pada perdagangan Rabu (4/2/2026). Mengutip RTI Business pukul 09.04 WIB, indeks turun 5,601 poin atau sebesar 0,07 persen.
Laju IHSG didorong oleh 300 saham yang dibuka menguat, 214 saham dibuka melemah dan 158 saham stagnan atau belum mengalami perubahan.
Gerak IHSG pada awal perdagangan sesi pertama terpantau berada pada rentang 8.101,861 hingga 8.158,420, sementara kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp14.686,22 triliun.
Aktivitas perdagangan di bursa pada pagi ini tercatat cukup aktif dengan 3,7 miliar saham berpindah tangan melalui 238.505 kali transaksi. Sementara nilai jual-beli saham tersebut tercatat mencapai Rp1,99 triliun.
Adapun, berdasarkan analisis dari Phintraco Sekuritas gerak IHSG hari ini dipengaruhi oleh faktor global. Wall Street ditutup melemah, terutama akibat koreksi saham teknologi, laporan keuangan yang mengecewakan, dan aksi jual obligasi.
Ketegangan geopolitik (AS menembak drone Iran) menambah tekanan. Yield obligasi AS naik, sementara harga emas dan minyak menguat. Pasar diperkirakan akan fluktuatif hingga ada kejelasan mengenai transisi kepemimpinan di Fed.
Dari sisi domestik, IHSG ditutup menguat di hari sebelumnya 2,52 persen ke level 8.122,6, didorong penguatan bursa Asia, rebound komoditas, dan sentimen positif seperti rencana reformasi serta bargain hunting.
Semua sektor naik, dipimpin sektor basic materials. Rupiah juga menguat. Secara teknis, IHSG berpotensi konsolidasi di kisaran 7.950-8.400. OJK meningkatkan transparansi data investor menjadi 27 subkelas, sebagai respons terhadap permintaan MSCI.
Sedangkan, ke depan perhatian investor akan terarah pada data inflasi Eropa (Januari 2026) yang diperkirakan melambat, dan indeks ISM Service PMI AS yang diperkirakan stabil.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id







































