Menuju konten utama

Ditopang Industri Barang Baku, IHSG Ditutup Naik ke Level 8.146

Pergerakan IHSG sepanjang hari ini diwarnai oleh 302 saham menguat, 391 melemah dan 125 saham stagnan.

Ditopang Industri Barang Baku, IHSG Ditutup Naik ke Level 8.146
Pekerja mengangkut kursi di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/1/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini ditutup naik 1,18 persen atau 97,41 poin ke 8.329,61 setelah dua hari perdagangan sebelumnya sempat mengalami trading halt. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/rwa.

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat ke level 8.146,717 pada perdagangan Rabu (4/2/2026). Mengutip RTI Business, indeks naik 24,119 poin atau sebesar 0,30 persen dari perdagangan hari sebelumnya yang finish di posisi 8.122,597.

Pergerakan IHSG sepanjang hari ini diwarnai oleh 302 saham menguat, 391 melemah dan 125 saham stagnan. Kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp14.735,36 triliun.

Aktivitas perdagangan di bursa tercatat cukup aktif dengan 45,4 miliar saham berpindah tangan melalui 2.890.404 kali transaksi. Sementara nilai jual-beli saham tersebut tercatat mencapai Rp25,74 triliun.

Dari sisi sektoral, performa indeks bergerak beragam dengan. Mengutip data BEI, penguatan tertinggi dicatat sektor industri barang baku (IDXBASIC) menjadi penopang utama peningkatan perdagangan sebesar 2,97 persen.

Lalu disusul oleh sektor industri (IDXINDUST) yang meningkat 1,13 persen, sektor keuangan (IDXFINANCE) 0,97 persen, sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) 0,33 persen.

Di luar itu, sektor lainnya mengalami penurunan, dengan koreksi terparah dialami sektor barang konsumsi siklikal (IDXCYCLIC) dengan penurunan 4,16 persen disusul sektor infrastruktur (IDXINFRA) yang minus sebesar 2,33 persen dan barang konsumsi non-siklikal (IDXNONCYC) dengan pelemahan 1,4 persen.

Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana