Menuju konten utama

Hukum Bacaan Izhar Halqi, Pengertian, Huruf, dan Contohnya

Apa itu hukum bacaan izhar halqi? Berikut ini pengertian, hukum bacaan, daftar huruf, dan contoh izhar halqi di dalam Al-Qur'an.

Hukum Bacaan Izhar Halqi, Pengertian, Huruf, dan Contohnya
Sejumlah santri sepuh membaca Alquran di serambi Masjid Agung Payaman, Komplek Pondok Pesantren Sepuh, Payaman, Magelang, Jateng, Selasa (7/5/2019). Adapun membaca Al-Qur'an wajib memperhatikan hukum bacaan izhar halqi. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/ama.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Izhar halqi menjadi salah satu hukum bacaan tajwid yang perlu umat Islam kuasai. Simak artikel ini untuk memahami pengertian izhar halqi, huruf, dan contohnya dalam Al-Qur'an.

Pengertian izhar dalam ilmu tajwid adalah pelafalan yang jelas tanpa bunyi dengung. Setiap pembaca Al-Quran harus memahami ilmu tajwid, termasuk hukum bacaan izhar halqi.

Bagaimanapun juga, konsep tersebut merupakan bahasan mendasar dalam ilmu tajwid. Umat muslim pun dapat menemukan hukum bacaan izhar halqi ketika melakukan tilawah Al-Quran.

Pengertian Izhar Halqi

Secara definitif, izhar (إظهار) sendiri memiliki arti jelas dan terang. Adapun menurut istilah, izhar adalah cara membaca huruf hijaiyah yang dilafalkan dengan jelas tanpa ghunnah atau dengung.

Izhar umumnya terjadi ketika huruf nun mati (نْ) atau tanwin (ـًـــٍـــٌ) dan mim mati (مْ) bertemu dengan huruf-huruf izhar. Khususnya izhar halqi, hanya terjadi ketika ada huruf tanwin dan nun mati.

Lafal membaca izhar halqi ini harus disampaikan dengan terang sesuai makhraj-nya. Untuk mengetahui cara baca yang sesuai, berikut penjelasan mengenai huruf izhar halqi dan contoh bacaannya di Al-Qur'an.

Huruf Izhar Halqi

Umat muslim harus menguasai hukum bacaan izhar halqi agar bisa membaca ayat Al-Quran secara benar. Seperti keterangan di atas, siswa dapat membaca izhar halqi saat nun mati bertemu huruf tertentu.

Oleh karena itu, peserta didik perlu mengetahui berbagai huruf izhar halqi tersebut. Izhar halqi sendiri terjadi ketika huruf nun mati (نْ) dan tanwin (ـًـــٍـــٌ) bertemu dengan huruf-huruf izhar halqi lain.

Umat Islam bisa membaca huruf-huruf izhar halqi dengan jelas melalui tenggorokan tanpa ghunnah. Di antaranya ada huruf ا (alif ), ھ (Ha), غ (gho), ع ('ain), خ (kho), ح (ha), dan ء (hamzah).

Hukum Bacaan Izhar Halqi

Dalil anjuran untuk mempelajari tajwid tertera dalam surah Al-Baqarah ayat 121, termasuk hukum bacaan izhar halqi. Siswa bisa melihat terjemahan ayatnya sebagai berikut.

"Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab [termasuk Al-Quran] kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya," (QS. Al-Baqarah [2]: 121).

Adapun maksud penerapan membaca Al-Quran dengan bacaan yang sebenarnya adalah melafalkan ayat sesuai kaidah tajwid. Jika tidak memperhatikan izhar halqi, arti ayat Al-Quran bisa melenceng dan tidak sesuai lagi.

Contoh Bacaan Izhar Halqi

Peserta didik dapat menemukan bermacam-macam contoh ayat izhar halqi di dalam Al-Qur'an. Contoh bacaan izhar halqi di juz 30 Al-Qur'an salah satunya adalah surah Al-Lahab ayat 2.

Berikut bunyi ayat yang mengandung contoh izhar halqi lengkap dengan bacaan latin beserta terjemahannya.

1. Surah Al-Lahab Ayat 2

مَآ أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُۥ وَمَا كَسَبَ

Bacaan Latin:

Mā agnā ‘an-hu māluhụ wa mā kasab.

Artinya:

"Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan," (QS. Al-Lahab [111]: 2).

2. Surah Al-Kahfi Ayat 5

مَّا لَهُم بِهِۦ مِنْ عِلْمٍ وَلَا لِءَابَآئِهِمْ ۚ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَٰهِهِمْ ۚ إِن يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا

Bacaan Latin:

Mā lahum bihī min 'ilmiw wa lā li`ābā`ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim, iy yaqụlụna illā każibā.

Artinya:

"Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta," (QS. Al-Kahfi [18]: 5).

3. Surah Al-Baqarah Ayat 285

ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِۦ ۚ وَقَالُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ

Bacaan Latin:

Amanar-rasụlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu`minụn, kullun āmana billāhi wa malā`ikatihī wa kutubihī wa rusulih, lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih, wa qālụ sami'nā wa aṭa'nā gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr.

Artinya:

"Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali," (QS. Al-Baqarah [2]: 285).

Ingin memahami lebih rinci tentang ilmu-ilmu tajwid yang perlu diperhatikan ketika membaca Al-Qur'an? Simak terus informasi terbaru dan lengkap seputar ilmu tajwid di sini.

Kumpulan Materi Ilmu Tajwid

Baca juga artikel terkait ILMU TAJWID atau tulisan lainnya dari Abdul Hadi

tirto.id - Edusains
Penulis: Abdul Hadi
Editor: Addi M Idhom
Penyelaras: Yuda Prinada