Menuju konten utama

Pengertian Ilmu Tajwid Menurut Para Ulama: Az-Zarkasy hingga Maziri

Pengertian ilmu tajwid menurut Imam Az-Zarkasyi, Al-Maziri, hingga As-Syinqithy. Inti ilmu tajwid adalah cara membaca Al-Quran dengan baik dan benar.

Pengertian Ilmu Tajwid Menurut Para Ulama: Az-Zarkasy hingga Maziri
Sejumlah santri membaca Alquran atau bertadarus di Pondok Pesantren Riyadlul Jannah, Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/5). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

tirto.id - Al-Quran adalah kitab suci umat Islam yang harus dibaca dan dipahami dengan baik. Berbeda dari bahasa Arab pada umumnya, terdapat ilmu khusus untuk membaca Al-Quran yang dikenal dengan sebutan ilmu tajwid. Berikut ini pengertian ilmu tajwid menurut para ulama dan ahli qiraat, mulai dari Imam Az-Zarkasy hingga Muhammad Al-Maziri.

Sebagai kitab suci, Al-Quran harus dibaca sesuai kaidah-kaidahnya. Jika qari atau pembaca Al-Quran tidak taat terhadap kaidah-kaidah tajwid, makna ayat yang dibacanya tidak sesuai dan melenceng.

Anjuran membaca Al-Quran sesuai kaidah tajwid tergambar dalam firman Allah SWT pada surah Al-Muzzammil ayat 4 sebagai berikut:

" ... Dan bacalah Al-Quran itu dengan perlahan-lahan,” (QS. Al-Muzzammil [73]: 4).

Berdasarkan ayat tersebut, ulama ahli qiraat dari mazhab Syafi'i, Ibnu Al-Jazari bahkan menyatakan bahwa membaca Al-Quran dengan tajwid hukumnya wajib.

Orang yang membaca Al-Quran tanpa kaidah tajwid dianggap berdosa sebab Allah SWT menurunkan Al-Quran dengan tajwidnya.

Mempelajari ilmu tajwid merupakan suatu keutamaan tersendiri bagi seorang muslim. Derajat orang yang belajar Al-Quran akan ditinggikan Allah SWT, baik di dunia maupun di akhirat.

Hal itu tergambar dalam sabda Nabi Muhammad SAW: “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya,” (HR. Tirmidzi).

Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid dalam Islam

Berkenaan dengan hal itu, para ulama menyatakan bahwa hukum belajar ilmu tajwid adalah fardu kifayah.

Dalam hal ini, kewajiban fardu kifayah jatuh atas suatu kelompok. Jika salah seorang dari kelompok itu belajar ilmu tajwid, kewajiban atas sisanya menjadi gugur.

Sementara itu, jika seluruh kelompok tidak ada satu pun yang mempelajari ilmu tajwid, semuanya menjadi berdosa.

Selanjutnya, apabila seseorang sudah mengetahui ilmu tajwid, mengamalkannya ketika membaca Al-Quran adalah fardu ain atau wajib diaplikasikan, sebagaimana dilansir NU Online.

Hal itu tergambar dalam firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 121: "Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab [termasuk Al-Quran] kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya," (QS. Al-Baqarah [2]: 121).

Pengertian Ilmu Tajwid Menurut Para Ulama

Para ulama mendefinisikan ilmu tajwid dalam bahasan ilmu-ilmu Al-Quran. Kendati terdapat banyak pengertian ilmu tajwid, pada dasarnya, inti ilmu tajwid tidak jauh berbeda, yakni cara membaca Al-Quran dengan baik dan benar.

Berikut ini sejumlah pengertian ilmu tajwid sebagaimana disampaikan para ulama qiraat Al-Quran.

Imam Zarkasy (1344-1392)

Kendati masyhur dikenal sebagai ulama fikih dan usul fikih, sebenarnya Imam Az-Zarkasy juga pakar ilmu Al-Quran. Hal itu tampak pada salah satu kitabnya yang bertajuk Al-Burhan fi `Ulum Al-Qur'an.

Nama lengkap Imam Az-Zarkasy adalah Badruddin Muhammad bin Bahadir bin Abdullah Az-Zarkasy. Ia dikenal sebagai ulama terpandang dari mazhab Syafi'i.

Menurut Imam Zarkasy, ilmu tajwid adalah pengetahuan tentang kaidah serta cara-cara membaca Al Qur’an dengan sebaik-baiknya.

Muhammad bin Ali bin Umar Al-Maziri (1061-1141)

Salah seorang ulama dari mazhab Maliki, Muhammad Al-Maziri tergolong ulama qiraat yang mengajarkan ilmu Al-Quran.

Di antara kitab Al-Maziri yang paling terkenal adalah Al-Mu'lim bi Sahih Al-Muslim yang membahas tentang pandangan fikih dari mazhab Maliki.

Menurut Al-Maziri, ilmu tajwid adalah seni membaca Al-Quran dengan memberikan ayat-ayat Al-Quran hak dan kewajibannya.

Syekh Muhammad Al-Amin As-Syinqithy (1897-1973)

Ahli tafsir dan qiraat Muhammad Al-Amin As-Syinqithy termasuk ulama besar di bidang Al-Quran. Kendati dilahirkan di Afrika, tekad Muhammad Al-Amin sangat besar untuk belajar ilmu keagamaan.

Impian besarnya itu mengantarkannya hingga ke tanah Arab untuk menimba ilmu. Bekat kegigihan dan pertolongan Allah, akhirnya Muhammad Al-Amin As-Syinqithy berhasil menjadi ulama besar yang amat disegani di penjuru dunia Islam.

Menurut Muhammad Al-Amin As-Syinqithy, pengertian ilmu tajwid adalah memberi setiap huruf hak-haknya, serta membacanya sesuai dengan makhraj hurufnya. Selain itu, pembaca Al-Quran juga mengoreksi ucapannya jika keliru dan melafalkannya sesuai sifat huruf dengan tidak dikurangi atau dilebih-lebihkan.

Baca juga artikel terkait ILMU TAJWID atau tulisan lainnya dari Abdul Hadi

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Abdul Hadi
Editor: Addi M Idhom