tirto.id - Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan kemarahan pemerintah karena lembaga pemeringkat internasional, Morgan Stanley Capital International (MSCI), mengirimkan empat kali surat peringatan, namun tidak satu pun mendapat tanggapan dari otoritas terkait.
Hal inilah yang menurutnya menjadi pangkal kejutan di internal pemerintah usai MSCI membekukan penyesuaian indeks untuk pasar modal Indonesia karena adanya kekhawatiran terkait transparansi data dan aturan free float.
“Bahwa sebenarnya yang membuat pemerintah sangat marah, marah terhadap pejabat pemerintah, adalah bahwa Morgan Stanley ternyata mengirimkan empat surat,” kata Hashim dalam acara South China Morning Post (SCMP) di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Hashim mengatakan bahwa MSCI mengirim empat surat kepada regulator keuangan Indonesia, namun tidak satu pun dari peringatan MSCI itu ditanggapi dengan serius.
"Mereka mengirim empat surat kepada pemerintah Indonesia. Tidak satu pun dari keempat surat itu, tidak ada balasan untuk keempat surat itu," ujarnya.
Hashim menjelaskan surat-surat itu ditujukan ke level tertinggi pemerintah. Ketidaktahuan level atas menurutnya yang kemudian menimbulkan reaksi kemarahan.
"Seharusnya itu bukan kejutan. Tetapi, itu adalah kejutan bagi pemerintah karena pemerintah tidak diinformasikan. Saya bicara tentang tingkat tertinggi pemerintah,” ujarnya.
Meski mengkritik respons birokrasi, Hashim menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap sangat positif. Dia menyatakan pemerintah kini tengah melakukan koreksi atas sejumlah kesalahan di pasar modal.
"Sekarang, [pemerintah] pada dasarnya sedang mengoreksi, katakanlah, kesalahan-kesalahan moral. Saya katakan kesalahan moral yang telah dilakukan terkait pasar saham dan pasar modal," paparnya.
Hashim juga menyoroti adanya praktik manipulasi saham atau yang biasa disebut “menggoreng” saham. “Manipulasi pasar saham pada perusahaan-perusahaan, katakanlah perusahaan-perusahaan yang kita bilang, Anda tahu, digoreng pada dasarnya memanipulasi harga saham," tuturnya.
Menurutnya, koreksi pasar yang terjadi saat ini justru sehat. Saham perusahaan dengan fundamental kuat seperti Astra atau BCA hanya mengalami penurunan kecil, bahkan telah rebound. Sebaliknya, saham-saham yang dimanipulasi mengalami koreksi signifikan.
Merespons hal ini, Hashim menegaskan pemerintah akan membersihkan praktik-praktik tidak sehat tersebut. "Sekarang hanya soal membersihkan telur-telur busuk, ya, dan saya pikir kita akan melakukannya," tambahnya.
Dia juga menyebut akan ada konsekuensi hukum yang tegas dari praktik manipulasi di pasar modal Indonesia ke depannya.
"Dan saya pikir terus terang akan ada kepala yang digulingkan. Saya pikir bahkan denda yang sangat besar akan dikenakan dan saya pikir ini akan mengoreksi dirinya sendiri," tutur Hashim.
Sebelumnya, usai pernyataan MSCI keluar, IHSG langsung bergejolak. Dalam dua hari beruntun Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan trading halt atau pembekuan perdagangan sementara usai IHSG anjlok 8 persen.
Menyusul kepanikan di pasar saham tersebut, Direktur Utama BEI, Imam Rachman, mengundurkan diri. Itu disusul oleh pengunduran diri lima pejabat di Otoritas Jasa Keuangan, termasuk Ketua OJK, Mahendra Siregar, Wakil Ketua, Mirza, dan Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id



































