Menuju konten utama

Turun Tajam, IHSG Dibuka di Zona Merah ke Level 9.094,43

Kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 juga tercatat turun 8,44 poin atau 0,95 persen ke level 875,94.

Turun Tajam, IHSG Dibuka di Zona Merah ke Level 9.094,43
Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/10/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (27/10) ditutup melemah 154,57 poin atau 1,87 persen ke level 8.117,15. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU

tirto.id - Setelah berhari-hari menguat, pada perdagangan pagi ini, Rabu (21/1/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 40,27 poin atau 44 persen ke posisi 9.094,43. Sejak pembukaan, indeks langsung bergerak turun tajam di awal sesi, bahkan sempat menyentuh level 9.060,09, sebelum akhirnya naik tipis ke level 9.082,17 pada pukul 09.10 WIB.

Meski begitu, sepanjang perdagangan, level tertinggi IHSG sempat berada di posisi 9.104,49.

Tekanan terlihat jelas dengan 385 saham melemah, sementara jumlah saham yang menguat hanya 163 dan 138 saham tidak berubah atau stagnan. Dari sisi aktivitas pasar, volume transaksi tercatat mencapai 8,30 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp4,63 triliun dari 494.713 kali saham berpindah tangan.

Sejalan dengan pelemahan tersebut, kapitalisasi pasar yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mengalami penurunan menjadi Rp16.487 triliun.

Tidak hanya IHSG, kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 juga tercatat turun 8,44 poin atau 0,95 persen ke level 875,94.

Menurut riset harian Phintraco Sekuritas, gerak indeks komposit Jakarta dipengaruhi oleh indeks di bursa Wall Street yang ditutup melemah signifikan pada perdagangan Selasa (20/1/2026). Meningkatnya risiko perang dagang antara Amerika Serikat dan Eropa menjadi sentimen negatif yang membuat ekspektasi investor di pasar saham.

Seiring dengan peningkatan risiko perang dagang ini pula, para pemimpin Eropa akan mengadakan Pertemuan darurat pada Kamis (22/1/2026). Karena itu pula, imbal hasil US Treasury untuk tenor 10 tahun (US 10-year Bond) naik lebih dari 6 basis poin (bps) ke level 4,295 persen.

“Harga emas di pasar spot menguat 2 persen ke level 4.757 per troy ons dolar Amerika Serikat,” tulis riset tersebut. Dari sisi domestik, sentimen pasar dipengaruhi oleh keputusan International Monetary Fund (IMF) yang merevisi naik pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,1 persen secara tahunan (year on year/yoy) untuk tahun 2026, dari proyeksi sebelumnya yang hanya sebesar 4,9 persen (yoy).

Dengan berbagai sentimen tersebut, perlu diwaspadai potensi terjadinya pergerakan harga saham yang bersifat sementara dan berlawanan arah dengan tren koreksi sebelum tren peningkatan berlanjut (pullback).

“Perlu diwaspadai potensi terjadi pullback akibat profit taking, dengan pergerakan IHSG diperkirakan pada kisaran 9000-9150,” kata tim riset Phintraco Sekuritas.

Baca juga artikel terkait PASAR SAHAM atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi