tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, respons pasar saham justru positif saat melihat Amerika Serikat menyerang Venezuela. Kondisi ini diakuinya memang agak aneh, namun realitas membuktikan bahwa para investor di pasar saham memiliki pandangan berbeda.
"Kalau Anda lihat, pasar saham kan malah naik, kan? Jadi, mereka (investor pasar saham) melihat justru sedikit positif kan, agak aneh sebenarnya. Tapi, itu yang dilihat pasar," ujarnya kepada awak media saat ditemui di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).
Sebagai informasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 8.859,19 pada perdagangan hari ini, naik 1,27 persen atau 111,06 poin dari perdagangan sebelumnya. Sementara itu, sejak awal perdagangan IHSG langsung bergerak di zona hijau setelah dibuka di level 8.778,73.
Sepanjang sesi, indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di kisaran 8.860,00 dan terendah di 8.732,32 sebelum akhirnya ditutup mendekati level tertingginya.
Sejalan dengan kinerja positif IHSG, Purbaya juga berharap gejolak yang terjadi di Venezuela akan berdampak positif terhadap nilai tukar rupiah.
"Harusnya positif (dampak serangan AS ke Venezuela terhadap rupiah)," tuturnya.
Sementara itu, dari sisi ekonomi makro, Purbaya menilai dampak eskalasi AS–Venezuela masih terbatas. Sebab, dengan kapasitas produksi minyak terbatas, Venezuela juga sudah lama tidak aktif di perdagangan minyak dunia.
Hal ini kemudian membuat serangan AS terhadap Venezuela tidak akan berdampak besar terhadap kenaikan harga minyak mentah dunia.
"(Dampak terhadap Indonesia) terbatas. Dari kita terlalu jauh. Harga minyak kan .. mungkin mereka pikir akan turun suplainya, tapi kan Amerika sudah izinkan drilling di Alaska, jadi nggak ngaruh ke suplai," jelas Purbaya.
Sebaliknya, jika ladang minyak di Venezuela ke depan diurus dengan baik, produksi bisa saja semakin meningkat.
"Ke depan, kalau dijalankan peningkatan, produksinya ya akan bagus juga untuk harga minyak dan suplai minyak dunia," tukasnya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































