tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah ke level 8232 pada perdagangan Kamis (29/1/2025). Mengutip RTI Business pukul 16.47 WIB, indeks turun 88.354 poin atau 1,06 persen. Laju IHSG didorong oleh 214 saham yang ditutup menguat, 521 saham ditutup melemah, dan 72 saham stagnan atau belum mengalami perubahan.
Gerak IHSG pada awal perdagangan sesi pertama terpantau berada pada rentang 7481.988 hingga 8296.941, sementara kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp14.950,696 triliun.
Aktivitas perdagangan di bursa pada pagi ini tercatat cukup aktif dengan 99.199 miliar saham berpindah tangan melalui 4.934.519 kali transaksi. Sementara itu, nilai jual-beli saham tersebut tercatat mencapai Rp68,178 triliun.
Bina Artha Sekuritas melaporkan, IHSG melemah 7.35 persen di level 8320.556 pada akhir perdagangan Rabu (28/1/2026). IHSG menguji garis SMA-120 pada chart harian dengan koreksi agresif yang terjadi kemarin. Ada potensi untuk IHSG dapat segera rebound apabila penutupan hari ini tetap berada di atas garis tersebut.
Sementara itu, skenario alternatifnya, yaitu ekstensi koreksi menuju 7959 sebelum terjadinya rebound. Level support IHSG berada di 8169, 7959, dan 7785, sementara level resistennya di 8359, 8596, 8837, dan 9174. Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish.
BBNI ditutup melemah di level 4440 pada 28 Januari 2026. BBNI sedang membentuk koreksi minor dengan potensi rebound apabila support Fibonacci di 4390 tetap bertahan. Sementara itu, adanya penembusan di bawah 4390 akan mengisyaratkan potensi ekstensi koreksi menuju 4260. Indikator MACD menunjukkan kondisi netral. Hold dengan target harga terdekat di 4730.
Lalu, JPFA ditutup melemah di level 2750 pada 28 Januari 2026. JPFA telah memulai koreksi wave (iv) seiring pelemahan harga di bawah 2720. Adapun target koreksi ideal menurut analisis Fibonacci retracement berada di level 2380. Indikator MACD menunjukkan kondisi netral. Trading buy pada rentang harga 2400 – 2520 dengan target harga terdekat di 2880.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id






































