Menuju konten utama

CIO Danantara Nilai Pengumuman MSCI Jadi Wake-up Call bagi BEI

CIO Danantara menilai langkah MSCI tepat dan harus disikapi dengan bijak, bukan dengan defensif.

CIO Danantara Nilai Pengumuman MSCI Jadi Wake-up Call bagi BEI
Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelolaan Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Pandu Sjahrir di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/4/2025). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan rebalancing indeks saham Indonesia (IHSG) dinilai sebagai peringatan keras dan momentum introspeksi bagi regulator pasar modal tanah air.

Pandangan tersebut disampaikan Pandu Sjahrir, CIO Danantara Asset Management, menanggapi langkah MSCI yang menuai reaksi luas beberapa hari terakhir.

Pandu menegaskan, keputusan MSCI bukanlah hal yang mengejutkan dan sebenarnya dapat diantisipasi. Ia mengaku telah membaca laporan MSCI yang menyoroti masalah utama terkait transparansi kepemilikan saham.

"I read through the MSCI report which is not surprise by the way. Jadi ini juga mungkin teman-teman harus tau secara, ini udah 3-4 bulan sebenarnya. And it's avoidable issue in my view," ujar Pandu dalam acara Prasasti Economic Forum 2026 di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Lebih jauh, ia menyebut kejadian ini adalah wake-up call atau panggilan yang sangat dibutuhkan bagi semua pihak, terutama regulator, untuk segera melakukan perbaikan.

"What happened the last three days is such a great reminder. Mungkin kita butuh itu. Kayak mandi cold bath, air dingin. Jadi this is such a great wake up call for all of us. Yuk kita perbaiki diri kita. Tapi secara cepat, secara lugas," tegasnya.

Pandu mengingatkan, masukan dari MSCI sudah sangat jelas dan kini saatnya regulator bertindak. Ia menyoroti daftar negara frontier market MSCI yang kini menjadi tujuan persiapan Indonesia, seperti Bangladesh, Pakistan, dan negara-negara Afrika Barat.

"Saya lagi baca list frontier market. Ada negara seperti Bangladesh, Burkina Faso, Niger, Pakistan, Senegal, Togo, Tunisia. Mungkin ini cita-cita dari regulasi, saya nggak tahu. Saya serahkan balik ke para regulator, karena ini sudah fakta," paparnya.

Sebagai pelaku pasar, Danantara berharap adanya pasar modal yang lebih dalam, sehat, dan baik. Pandu menilai langkah MSCI tepat dan harus disikapi dengan bijak, bukan dengan defensif.

"Menurut saya, what MSCI did, pas, tepat. Saya serahkan balik ke regulator," katanya.

Ia pun berpesan bahwa jika tidak mau berubah, maka akan diubah oleh keadaan. "Dan saya selalu diingetin Ya kalau kita gak berubah, nanti kita diubah. Jadi this is such a great reminder. Makanya saya banyak berterima kasih juga dengan reminder dari MSCI. Don't be so sensitive. Gimana kalau ada kritik, kita gak boleh langsung defensive," tuturnya.

Baca juga artikel terkait DANANTARA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana