Menuju konten utama

Harga Vaksin Kucing, Jenis, dan Jadwal Pemberian: Berapa Kali?

Ketahui berbagai jenis vaksin kucing dan kisaran harganya. Pastikan kucing peliharaan tetap sehat dan terhindar dari penyakit dengan vaksinasi lengkap.

Harga Vaksin Kucing, Jenis, dan Jadwal Pemberian: Berapa Kali?
Ilustrasi Kucing. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemahaman tentang vaksin kucing adalah hal penting bagi mereka yang suka memelihara hewan lucu ini. Vaksin kucing dapat melindungi peliharaan dari berbagai penyakit berbahaya, bahkan mematikan. Lalu, vaksin kucing apa saja dan berapa harganya?

Seperti halnya manusia, kucing juga memerlukan vaksin sebagai upaya pencegahan penyakit. Vaksin disuntikkan ke dalam tubuh kucing untuk merangsang sistem kekebalan tubuhnya sehingga mudah mengenali dan melawan virus maupun bakteri penyebab penyakit tertentu.

Secara umum, vaksin kucing mengandung mikroorganisme penyebab penyakit yang sudah dilemahkan atau dinonaktifkan. Jadi, organisme ini tidak akan menyebabkan infeksi ketika dimasukkan ke dalam tubuh, tetapi memicu respons sistem imun.

Ada dua jenis vaksin yang biasa diberikan kepada kucing, yaitu vaksin inti (core vaccine) dan vaksin non-inti (non-core vaccine). Vaksin inti wajib diberikan untuk melindungi kucing dari penyakit yang sangat berbahaya dan mudah menular.

Sementara vaksin non-inti umum diberikan sesuai kebutuhan kucing dengan melihat gaya hidup atau lingkungannya.

Pentingnya Vaksin Kucing untuk Kesehatan Hewan Peliharaan

Kucing

Kucing. wikimedia commons/Avi Nahmias

Vaksinasi menjadi salah satu upaya untuk menjaga kesehatan kucing peliharaan. Melalui vaksinasi, kucing dapat terlindungi dari berbagai penyakit berbahaya yang bisa menyerang secara tiba-tiba.

Terlebih, ada banyak penyakit yang bisa diderita oleh hewan berbulu ini, misalnya panleukopenia (distemper kucing), calicivirus, rhinotracheitis, hingga rabies. Beberapa penyakit ini diketahui sangat menular, bahkan memiliki tingkat kematian yang tinggi, terutama pada anak kucing atau kucing dengan sistem imun lemah.

Manfaat vaksinasi ternyata tidak hanya dirasakan oleh kucing itu sendiri, tapi juga oleh pemilik hewan maupun lingkungan sekitarnya. Sebagai contoh, vaksin rabies tidak hanya melindungi kucing dari penyakit mematikan ini, tapi juga mencegah penularan rabies ke manusia.

Dengan menjaga kucing tetap sehat dan terlindungi, risiko penularan penyakit antar hewan maupun dari hewan ke manusia dapat diminimalkan. Jadi, vaksin sejatinya melindungi kucing serta orang-orang di sekitarnya.

Selain itu, vaksinasi juga dapat mengurangi beban biaya pengobatan di masa depan. Kucing yang tidak divaksin rentan terkena penyakit sehingga membutuhkan perawatan intensif. Hal ini tentunya membuat sang owner harus merogoh kocek lebih banyak untuk biaya pengobatan.

Vaksin Kucing Umur Berapa Harus Diberikan?

Ilustrasi vaksin

Ilustrasi vaksin. FOTO/iStockphoto

Vaksinasi adalah langkah preventif yang bertujuan untuk memastikan kucing tetap sehat, aktif, dan hidup lebih lama. Namun, vaksin kucing umur berapa?

Vaksinasi kucing sebaiknya dimulai sejak usia dini agar perlindungannya lebih optimal, apalagi anak kucing memiliki sistem imun yang masih berkembang. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemberian vaksin kucing:

Jadwal Vaksinasi Kucing Berdasarkan Usia

Anak kucing umumnya mulai diberi vaksin sejak usia 6-8 minggu. Dikutip dari laman PetMD, berikut jadwal pemberian vaksin dan jenisnya berdasarkan usia:

  • Usia 6-8 Minggu: Vaksin FVRCP dan FeLV
  • Usia 10-12 Minggu: Vaksin FVRCP dan FeLV (suntikan pertama atau kedua)
  • Usia 14-16 Minggu: Vaksin FVRCP, FeLV, dan rabies (vaksin FVRCP dan FeLV hanya diberikan apabila suntikan pertama dilakukan di usia 10-12 minggu).
  • Usia 1 Tahun: Booster FVRCP dan rabies

Frekuensi dan Jumlah Vaksin Kucing yang Diperlukan

Vaksin kucing berapa kali? Frekuensi dan jumlah vaksin yang dibutuhkan oleh kucing ditentukan oleh beberapa faktor seperti usia, riwayat kesehatan, hingga gaya hidup dan lingkungannya.

Menurut situs VCA Animal Hospitals, anak kucing mulai menerima vaksin pada usia 6-8 minggu, lalu mendapatkan beberapa suntikan booster hingga usia 16-20 minggu. Setelah itu, vaksinasi diulang secara berkala selama masa dewasa untuk menjaga daya tahan tubuh kucing.

Dahulu, dokter hewan menyarankan para pemilik kucing untuk melakukan vaksinasi booster setiap tahun. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman dan adanya peningkatan vaksin, frekuensi vaksinasi bisa berubah.

Interval pemberian vaksin booster ditentukan oleh gaya hidup dan lingkungan kuding. Sebagian besar kucing dewasa yang sudah mendapat vaksinasi booster lengkap saat masih anak-anak, wajib divaksin ulang setahun kemudian, lalu vaksinasi dilakukan setiap 1 hingga 3 tahun sekali.

Apabila kucing memiliki risiko tinggi terhadap penyakit tertentu, maka vaksinasi bisa saja dilakukan setiap tahun untuk menjaganya tetap sehat.

Secara total, anak kucing kemungkinan akan menerima sekitar 6-7 suntikan vaksin di tahun pertamanya. Kucing dewasa memerlukan vaksin ulang secara rutin sekitar 1-3 tahun sekali.

Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter hewan, termasuk mendiskusikan gaya hidup dan lingkungan, agar mendapatkan jenis dan jadwal vaksin yang tepat.

Apakah Kucing Dewasa Perlu Vaksin Ulang?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, vaksin kucing idealnya memang diberikan saat kucing masih kecil, tapi bukan berarti kucing dewasa tidak memerlukan vaksin. Kucing dewasa yang usianya di atas 1 tahun tetap membutuhkan vaksin yang diberikan secara rutin.

Vaksin untuk kucing dewasa (1 tahun ke atas) dapat diberikan vaksin FELV setiap tahun. Namun, pemberian vaksin ini untuk kucing dewasa bersifat opsional atau termasuk vaksin non-inti.

Kucing dewasa juga perlu diberikan vaksin FVRCP dan rabies dengan ketentuan berikut:

  • FVRCP: Setiap 3 tahun sekali untuk kucing indoor dan 1 tahun sekali untuk kucing indoor-outdoor, outdoor, kucing yang masih muda, dan kucing yang sudah tua.
  • Rabies: Setiap 1-3 tahun sekali tergantung aturan pemerintah yang berlaku.

Jenis Vaksin Kucing yang Umum Diberikan

Ilustrasi Vaksin

Ilustrasi Vaksin. FOTO/iStockphoto

Tak hanya soal jadwal, pemilik kucing juga wajib mengetahui jenis vaksin yang akan diberikan kepada hewan peliharaannya. Jadi, vaksin kucing apa saja? Berikut beberapa jenis vaksin yang umum diberikan kepada kucing peliharaan:

1. Vaksin FVRCP

FVRCP adalah gabungan tiga vaksin inti. Jadi, kucing tidak perlu disuntik tiga kali, melainkan cukup 1 kali suntikan vaksin untuk mendapatkan perlindungan maksimal dan terhindar dari ketiga penyakit berikut:

  • Feline rhinotracheitis virus/herpesvirus 1 (FVR/FHV-1)
  • Feline Calicivirus (FCV)
  • Feline Panleukopenia (FPV)
Untuk kucing dewasa yang selalu tinggal di dalam rumah, FVRCP dapat diberikan setiap 3 tahun sekali. Apabila kucing suka berkeliaran di luar rumah, masih berusia mudah, atau sudah cukup tua, dokter hewan kemungkinan akan merekomendasikan vaksin FVRCP setiap 1 tahun sekali.

2 Vaksin FeLV

Vaksin FeLV termasuk salah satu vaksin inti yang berfungsi melindungi kucing dari virus leukemia kucing atau feline leukemia virus (FeLV). FeLV termasuk penyakit yang berbahaya dan dapat ditularkan melalui cairan tubuh, termasuk lewat air liur, urine, hingga feses.

FeLV bisa menyebar melalui berbagai aktivitas kucing seperti saling menjilati, berbagi tempat makan dan minum, atau berkelahi. Vaksin FeLV direkomendasikan oleh dokter hewan sebagai vaksin inti untuk anak kucing. Rangkaian vaksinasi awal terdiri dari dua dosis dengan jarak 3-4 minggu.

3. Vaksin Rabies

Kucing bukan pembawa virus rabies secara alami, tapi dapat tertular dari gigitan mamalia lain yang terinfeksi. Rabies sendiri termasuk penyakit zoonosis yang berarti dapat menular ke manusia. Jadi, penyakit ini tak hanya mematikan bagi kucing, tapi juga fatal bagi pemiliknya.

Vaksin rabies diberikan setiap 1 atau 3 tahun sekali, tergantung jenis vaksin dan kebijakan pemerintah setempat. Vaksin ini termasuk vaksin inti dan sangat direkomendasikan untuk semua kucing peliharaan tanpa memandang ras.

4. Vaksin Bordetella dan Chlamydia

Selain vaksin inti, ada pula vaksin kucing non-inti, di antaranya vaksin untuk penyakit bordetella dan chlamydia. Kedua penyakit ini menyerang saluran pernapasan atas dan disebabkan oleh bakteri.

Vaksin ini jarang diberikan karena memang tidak wajib atau bukan vaksin inti, tapi vaksinasi dapat dilakukan jika terdapat banyak kucing dalam satu rumah, termasuk tempat-tempat penampungan hewan.

Selain jenis-jenis vaksin kucing di atas, kita juga akan mengenal istilah vaksin F3 (tricat) dan F4 (tetracat). Kedua vaksin ini merupakan gabungan vaksin inti dan non-inti yang juga melawan beberapa penyakit.

Vaksin F3 digunakan untuk melawan virus panleukopenia, calicivirus, dan rhinotracheitis, sedangkan vaksin F4 untuk mencegah infeksi panleukopenia, calicivirus, rhinotracheitis, dan chlamydia.

Harga Vaksin Kucing di Klinik dan Petshop

Kucing

Kucing. (FOTO/iStockphoto)

Saat merawat kucing peliharaan, salah satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah biaya vaksin kucing. Harga vaksin kucing dapat bervariasi tergantung pada jenis vaksin, lokasi klinik hewan, dan fasilitas yang tersedia di klinik tersebut.

Berapa Harga Vaksin Kucing di Tahun Ini?

Vaksin kucing harganya bisa berbeda-beda di tiap klinik, tapi umumnya berkisar antara Rp100.000 - Rp250.000 untuk sekali injeksi.

Sebagai contoh, Medi-Call Pet-Care Services yang berpusat di Jakarta Selatan menyediakan layanan vaksinasi kucing, mulai dari vaksin rabies, vaksin F3, hingga F4. Vaksin kucing berapa harganya? Berikut kisarannya:

  • Vaksin rabies: Rp150.000
  • Vaksin F3: Rp220.000
  • Vaksin F4: Rp240.000

Biaya Vaksin Kucing di Klinik Hewan vs Petshop

Berapa harga vaksin kucing di klinik hewan dan petshop? Pada dasarnya, harga vaksin antara klinik hewan dan petshop tidak berbeda terlalu jauh. Di klinik hewan, kucing peliharaan biasanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh dari dokter profesional dengan fasilitas lengkap.

Meski banyak petshop yang tidak menyediakan layanan ini dan memberikan harga vaksin yang lebih terjangkau, saat ini sudah banyak petshop besar dan ternama yang bekerja sama dengan dokter professional sehingga biaya vaksin kucing pun tak beda jauh dengan klinik hewan.

Sebagai contoh, Deeva Petshop di wilayah Jakarta memiliki layanan lengkap untuk hewan peliharaan, termasuk layanan vaksinasi oleh dokter hewan profesional. Harga vaksin di petshop ini antara lain:

  • Vaksin Rabies: Rp150.000
  • Vaksin F3: Rp290.000
  • Vaksin F4: Rp290.000
  • Vaksin Booster: Rp370.000

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum dan Sesudah Vaksinasi

Ilustrasi Vaksin Kucing

Ilustrasi Vaksin Kucing. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wpa.

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum dan sesudah proses penyuntikan vaksin dilakukan. Persiapan yang tepat dapat membantu memastikan bahwa vaksin bekerja secara optimal dan mengurangi risiko efek samping.

Setelah vaksinasi, pemilik perlu memantau kondisi kucing sekaligus memberikan perawatan yang sesuai agar proses pemulihan berjalan lancar. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum dan setelah vaksinasi:

Efek Samping Setelah Vaksin dan Cara Mengatasinya

Vaksin kucing memang memiliki manfaat, tapi vaksin juga dapat menimbulkan efek samping tersendiri pada kucing. Vaksin bisa menyebabkan efek samping berupa sakit ringan seperti nyeri di tempat suntikan, demam, atau terlihat lesu dan tidak aktif. Efek samping yang lebih berat antara lain:

  • Muntah
  • Diare
  • Pembengkakan wajah
  • Gatal-gatal
  • Gangguan pernapasan
Efek samping ini umumnya bersifat sementara. Sebagai pemilik kucing, kita dapat mengatasi dengan melakukan hal-hal berikut:

  • Memastikan kucing beristirahat di tempat yang aman dan nyaman
  • Pantau kondisi kucing dengan cermat. Jika berlangsung lama atau berhari-hari, segera konsultasikan dengan dokter hewan.
  • Cukupi kebutuhan nutrisi kucing dengan baik, mulai dari makanan hingga minuman, tapi hindari memberikan obat apa pun tanpa saran dokter hewan.
  • Hindari mengajak kucing bepergian setidaknya hingga 7 hari setelah vaksin, tunggu sampai kondisi kucing benar-benar fit.

Kapan Harus Membawa Kucing ke Dokter setelah Vaksin?

Efek samping vaksin kucing, terutama yang terlihat ringan, adalah hal yang wajar. Namun, pemilik harus terus memantau kondisi kucing secara cermat dan berkala.

Kondisi kucing umumnya akan kembali normal setelah sekitar 2 hari setelah vaksin. Apabila gejala efek samping seperti demam, lemas, dan tidak nafsu makan terjadi lebih dari 2 hari, sebaiknya segera bawa ke dokter hewan.

Demikian penjelasan terkait vaksin kucing, mulai dari manfaat, jenis, hingga kisaran harganya. Vaksinasi dapat melindungi kucing peliharaan kita dari berbagai penyakit. Segera konsultasikan dengan dokter hewan dan jadwalkan vaksinasi agar peliharaan kesayangan kita lebih sehat dan berumur panjang.

Baca juga artikel terkait KUCING atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - GWS
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani