tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan sesi I, Senin (27/7/2026). Hingga pukul 12.00 WIB, indeks turun 22,49 poin atau sebesar 0,36 persen ke level 6.173,94.
Pelemahan IHSG ini terjadi setelah pihak Istana menyampaikan soal pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI), Senin pagi.
Laju IHSG ditopang oleh 311 saham yang menguat, sementara 332 saham melemah dan 322 saham bergerak stagnan.
Sepanjang sesi I, volume transaksi tercatat mencapai 16,07 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp7,08 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 1,14 juta kali transaksi, sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.828 triliun.
Sejumlah pengamat memang menilai gejolak pasar akan terjadi setelah pengunduran diri Perry.
Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda, misalnya, menilai pengunduran diri Perry berpotensi memicu ketidakpastian di pasar keuangan. Pemerintah dinilai perlu segera memberikan penjelasan mengenai alasan di balik pengunduran diri tersebut agar tidak memunculkan spekulasi yang dapat menekan nilai tukar rupiah.
Pasalnya, Huda mengatakan, pengunduran diri Perry terjadi di tengah kondisi rupiah yang masih berada dalam tekanan. Karena itu, ketidakpastian mengenai kepemimpinan di bank sentral dinilai menjadi perhatian investor maupun masyarakat.
"Pengunduran diri Perry Warjiyo di tengah jalan ini menimbulkan tanda tanya bagi kalangan luas. Faktor apa yang menyebabkan Perry mundur dari jabatan Gubernur BI? Apalagi di tengah gejolak rupiah yang semakin merosot," kata Huda melalui pesan singkat, Senin.
"Jika pertanyaan seperti ini tidak bisa dijawab oleh pemerintah, isu ini akan ke mana-mana yang pada akhirnya rupiah akan semakin melemah. Investor tentu butuh kepastian terkait isu intervensi, terlebih ada bagian dari rezim yang ada di dalam tubuh Dewan Gubernur BI," lanjut dia.
Sementara itu, ekonom dan Pakar Kebijakan Publik Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat juga menilai, pengunduran diri Perry berpotensi memunculkan gejolak di pasar keuangan.
Menurut dia, pemerintah perlu segera memberikan penjelasan mengenai alasan di balik keputusan tersebut
"Sampai tulisan ini disusun, klarifikasi resmi alasan sebenarnya belum diketahui oleh siapa pun selain Pak Perry Warjiyo sendiri. Klarifikasi tersebut tidak boleh ditunda. Dalam pasar keuangan, kekosongan informasi mudah diisi oleh spekulasi," kata Achmad dalam keterangan tertulis, Senin.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id







































