Menuju konten utama

Download Khutbah Jumat Terbaik PDF: Singkat & Menyentuh Hati

Temukan berbagai contoh khutbah Jumat PDF 2025 yang berisi kumpulan teks ceramah singkat dan jelas, lengkap dengan dalil Al-Qur’an dan hadis sebagai acuan.

Download Khutbah Jumat Terbaik PDF: Singkat & Menyentuh Hati
Ilustrasi Khutbah. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Khutbah Jumat PDF 2025 bisa dijadikan acuan untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan. Dengan format PDF, teks khutbah dapat diakses kapan saja, mudah dibaca secara digital, atau dicetak sesuai kebutuhan.

Khutbah menjadi bagian dari pelaksanaan ibadah shalat Jumat. Khutbah merupakan ceramah keagamaan yang bertujuan memberikan wawasan, nasihat, hingga motivasi terkait dengan ajaran agama.

Sebagai sarana dakwah, khutbah bisa mengangkat berbagai tema, baik soal fikih, aqidah, atau hal-hal lain yang relevan dengan kehidupan umat Islam.

Selain aspek spiritual, khutbah juga sering membahas dinamika sosial yang dihadapi masyarakat, menawarkan perspektif Islam untuk mencari solusi, sekaligus mendorong persatuan dan memperkuat ukhuwah di antara jemaah.

Secara keseluruhan, khutbah ibarat sebuah pengingat mingguan tentang pentingnya menjaga keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Khutbah tidak hanya menguatkan hubungan individu dengan Allah, tapi juga mempererat tali persaudaraan sesama muslim.

Kriteria Khutbah Jumat yang Baik

Ilustrasi Kultum

Ilustrasi Khutbah. foto/IStockphtho

Sebelum berlanjut ke contoh teks dan link unduh khutbah Jumat PDF 2025, pahami dulu bagaimana membuat atau menyusun sebuah khutbah yang baik dan bermakna.

Khutbah Jumat memiliki peran penting sebagai media pengingat dan pembinaan bagi umat Islam setiap pekan. Agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik, khutbah harus memenuhi beberapa kriteria berikut ini:

1. Ringkas dan Jelas

Khutbah Jumat sebaiknya disampaikan dengan ringkas dan tidak bertele-tele agar mudah dipahami oleh seluruh jemaah. Keringkasan isi khutbah juga membantu menjaga fokus dan konsentrasi jemaah selama khutbah berlangsung.

Khutbah juga sebaiknya disampaikan dengan bahasa yang jelas serta tidak menggunakan istilah rumit agar jemaah menangkap inti pesan tanpa kebingungan. Khutbah juga boleh disampaikan dalam bahasa daerah jika dinilai lebih efektif bagi masyarakat sekitar.

2. Menyentuh Hati dan Memotivasi

Khutbah yang baik harus mampu menyentuh hati jemaah melalui kata-kata yang penuh hikmah dan ketulusan. Isi khutbah hendaknya memberikan dorongan moral agar jemaah semakin semangat beribadah dan memperbaiki diri.

Isi khutbah sebaiknya tidak mengandung sindiran, sarkasme, atau sejenisnya. Nasihat yang disampaikan dengan baik diharapkan bsia diterima dengan baik pula. Ketika hati sudah tersentuh, jemaah juga akan lebih mudah terdorong untuk berubah ke arah yang lebih positif.

3. Memuat Dalil Al-Qur’an & Hadits

Khutbah merupakan salah satu sarana dakwah sehingga harus dilandaskan pada ayat-ayat suci Al-Qur’an maupun hadis yang sahih. Dalil menjadi acuan utama yang menegaskan kebenaran dan legitimasi materi khutbah.

Dengan menyertakan dalil, jemaah mendapat pemahaman yang jelas bahwa pesan khutbah benar-benar berasal dari firman Allah SWT dan ajaran Rasulullah SAW. Hal ini membuat khutbah lebih meyakinkan dan dapat dipertanggungjawabkan.

4. Relevan dengan Kehidupan Jemaah Masa Kini

Materi khutbah sebaiknya juga menyinggung isu-isu yang jemaah hadapi dalam kehidupan modern, seperti masalah keluarga, pekerjaan, hingga tantangan sosial digital. Relevansi membuat jemaah merasa khutbah hadir sebagai solusi nyata untuk dinamika hidup mereka.

Pesan yang aktual akan lebih mudah diterima karena berhubungan langsung dengan pengalaman sehari-hari. Dengan begitu, khutbah menjadi sarana pembinaan umat yang benar-benar bermanfaat.

5. Disampaikan dengan Akhlak dan Adab yang Baik

Penyampaian khutbah harus dilakukan dengan adab, kelembutan, dan penuh rasa hormat agar jemaah nyaman mendengarkan. Khatib perlu menjaga intonasi suara, gestur, dan pilihan kata agar tidak menyinggung atau menghakimi.

Akhlak yang baik dari khatib mencerminkan teladan dan meningkatkan kepercayaan para jemaah Jumat. Ketika adab terjaga, pesan dakwah akan lebih mudah meresap ke dalam hati sehingga bisa menciptakan perbaikan yang diharapkan.

10 Kumpulan Khutbah Jumat Terbaik Format PDF

Ilustrasi ceramah di masjid

Ilustrasi Khutbah di Masjid. FOTO/iStockphoto

Terdapat banyak tema yang bisa diangkat dalam khutbah Jumat, termasuk hal-hal yang relevan dengan kondisi umat Islam saat ini. Mulai dari menjaga adab di media sosial hingga tentang pentingnya bersyukur dalam setiap keadaan, berikut kumpulan contoh teks sekaligus link download khutbah Jumat PDF 2025:

1. Khutbah Jumat: Menjaga Adab di Media Sosial

Di media sosial, seseorang bisa bebas berekspresi tanpa perlu menunjukkan identitas yang sebenarnya, tapi seorang muslim tetap wajib menjaga adab dalam setiap postingan dan komentar.

Ucapan yang tidak terkontrol dapat menimbulkan fitnah, permusuhan, hingga dosa jariyah. Khutbah ini menjadi media untuk mengingatkan betapa pentingnya bagi kita untuk berhati-hati dalam berbicara, termasuk di dunia digital.

Khutbah I:

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي شَرَحَ صُدُوْرَ الْمُوَفَّقِيْنَ بِأَلْطَافِ بِرِّهِ وَآلَائِهِ، وَنُوْرِ بَصَائِرِهِمْ بِمُشَاهَدَةِ حُكْمِ شَرْعِهِ وَبَدِيْعِ صَنْعِهِ وَمُحْكَمِ آيَاتِهِ، وَأَلْهَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوَى، وَكَانُوا أَحَقَّ بِهَا وَأَهْلَهَا، فَسُبْحَانَهُ مَنْ إِلَهٌ عَظِيْمٌ، وَتَبَارَكَ مَنْ رَبٌ وَاسِعٌ كَرِيْمٌ، وَأَشْهَدُ أَن لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، فِي أَسْمَائِهِ، وَصِفَاتِهِ، وَأَفْعَالِهِ، وَخَيْرَاتِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَشْرَفُ رُسُلِهِ وَخَيْرِ بَرِيَاتِهِ
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ فِي غَدَوَاتِ الدَّهْرِ وَرُوحَاتِهِ
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَهُوَ أَصْدَقُ الْقَائِلِيْنَ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ، أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Jemaah Jumat yang dirahmati Allah

Salah satu ujian besar umat Islam di zaman modern sekarang adalah media sosial, sebuah ruang digital yang sangat luas dan menawarkan kebebasan. Sayangnya, media sosial sering membuat sebagian orang lupa menjaga adab.

Seorang muslim diperintahkan untuk selalu menimbang setiap perkataan sebelum ia ucapkan. Maka dari itu, penting bagi kita untuk memahami tanggung jawab besar di balik setiap kata yang kita tulis, baik dalam bentuk status, caption, atau komentar.

Media sosial bisa menjadi tempat berbagi informasi yang bermanfaat, tapi juga bisa menjadi tempat munculnya fitnah, provokasi, dan permusuhan. Banyak perselisihan muncul hanya karena sebuah komentar yang tidak dipikirkan matang-matang.

Sungguh, satu kalimat yang salah atau tidak sesuai fakta, bisa menyakiti hati orang lain. Rasulullah SAW telah mengingatkan kita tentang beratnya tanggung jawab dalam menjaga lisan. Beliau bersabda:

“Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini tentunya mencakup seluruh bentuk komunikasi, baik secara langsung maupun melalui tulisan di media sosial. Jika tidak mampu mengutarakan sesuatu yang baik, maka seorang muslim dianjurkan untuk manahan diri dan diam.

Jangan mudah melontarkan ujaran kebencian terhadap orang lain, jangan mudah mengejek, menjelek-jelekkan, atau menghina seseorang yang kita lihat di media sosial. Padahal, bisa jadi orang tersebut jauh lebih baik dari kita dalam segala hal.

Jemaah sekalian, kita harus menyadari bahwa apa pun yang kita posting akan dicatat sebagai amal. Jika bermanfaat, maka bisa menjadi pahala jariyah. Tapi jika menyakiti orang lain, maka menjadi dosa berantai yang mengerikan.

Islam tidak melarang penggunaan teknologi, tapi alangkah baiknya jika digunakan sebagai sarana untuk menyebarkan kebaikan. Kita dapat berbagi ilmu, nasihat, dan motivasi yang bisa menguatkan iman saudara-saudara kita.

Media sosial bisa menjadi tempat hiburan sejenak di saat kita lelah, tapi juga bisa menjadi ladang pahala yang luas jika digunakan dengan bijak. Maka, jadikan setiap unggahan sebagai bentuk ibadah yang menambah pundi-pundi pahala kita.

Jamaah yang dirahmati Allah, mari kita renungkan kembali adab-adab berkomunikasi dalam Islam. Jangan sampai kebebasan dalam media sosial menjerumuskan kita ke dalam dosa. Semoga Allah membimbing lisan dan tulisan kita agar selalu berada di jalan kebaikan. Amin ya Rabbal ‘alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

Khutbah II:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ
اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا .. وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِوَالْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتْ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَ نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Link Download Khutbah Jumat PDF 2025

2. Khutbah Jumat: Hedonisme dan Pentingnya Zuhud dalam Hidup

Berbagai kemewahan yang ditampilkan di media sosial dan berbagai iklan bisa memengaruhi gaya hidup seseorang. Di tengah hedonisme modern, Islam mengajarkan sikap zuhud, yaitu tidak terpaut pada dunia meski tetap berusaha dan bekerja.

Khutbah Jumat ini mengingatkan jemaah akan makna zuhud serta bagaimana seorang muslim harus tetap fokus pada amal akhirat dan tidak mudah goyah oleh godaan materi.

Khutbah I:

اَلْحَمْدُ للهِ. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ يَحْشُرُنَا فِي الْمَحْشَرِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْجَبَّارُ وَأَشْهَدُ اَنَّ حَبِيْبَنَا وَ نَبِيَّنّا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْاِنْسِ وَالْبَشَرِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَالْعَصْرِۙ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah

Kita hidup di zaman digital, zaman ketika kita dengan mudah melihat berbagai bentuk kemewahan di berbagai media sosial. Kita bisa melihat para sosialita berlibur ke luar negeri setiap hari, melihat banyak orang menggunakan barang-barang mahal, atau menggunakan gadget yang harganya jutaan.

Disadari atau tidak, hal ini sering memengaruhi gaya hidup seseorang tanpa disadari. Meski memiliki uang terbatas, ada keinginan untuk tampil bermewah-mewahan, entah itu lewat barang-barang bermerek, memiliki rumah luas dan bertingkat, atau naik jet pribadi.

Padahal, Islam telah mengingatkan kita untuk tidak terbuai oleh gemerlapnya dunia yang hanya sementara. Karena itu, penting bagi seorang Muslim untuk memahami hakikat hidup dan tidak terjebak dalam pola hidup hedonis.

Hedonisme mendorong manusia untuk mengejar kesenangan tanpa batas, bahkan mengorbankan waktu, harta, dan ketenangan batin. Padahal, nilai manusia tidak diukur dari kemewahan yang ia miliki, tapi dari ketakwaan dan amal salehnya.

Banyak orang yang terlihat bahagia secara lahiriah, tapi mungkin hatinya gelisah karena mengejar hal-hal yang tidak ada ujungnya. Islam juga mengajarkan keseimbangan agar kita tidak diperbudak oleh keinginan duniawi.

Allah SWT mengingatkan dalam Al-Qur'an:

“Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, kelengahan, perhiasan, dan saling bermegah-megahan di antara kamu serta berlomba-lomba dalam banyaknya harta dan anak keturunan. (Perumpamaannya adalah) seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, lalu mengering dan kamu lihat menguning, kemudian hancur. Di akhirat ada azab yang keras serta ampunan dari Allah dan keridaan-Nya. Kehidupan dunia (bagi orang-orang yang lengah) hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS. Al-Hadid: 20)

Ayat ini menegaskan bahwa dunia bukan tujuan utama seorang muslim, tapi sebenarnya adalah tempat ujian. Bukan berarti Islam melarang kita mencari harta atau materi yang banyak, tapi jangan sampai harta itu menyilaukan mata dan membuat kita menjauhkan diri dari Allah SWT.

Jemaah sekalian, apa pun yang kita kejar di dunia tidak akan kekal, sedangkan amal saleh pasti akan menemani kita selamanya. Inilah dasar dari sikap zuhud. Zuhud bukan berarti meninggalkan dunia atau berhenti bekerja, tapi zuhud adalah tidak menjadikan dunia sebagai tujuan hidup.

Seorang Muslim tetap boleh memiliki harta, boleh mencari uang yang banyak, boleh memiliki pekerjaan yang baik, bahkan boleh menikmati berbagai fasilitas modern. Akan tetapi, jangan sampai hatinya terlalu terpaut padanya.

Zuhud membuat seseorang mampu menikmati dunia tanpa harus menjadi budaknya. Dengan menjadikan akhirat sebagai prioritas, hidup menjadi lebih tenang dan bermakna.

Jemaah yang dirahmati Allah, seorang Muslim harus memperbanyak muhasabah agar tidak hanyut dalam arus kemewahan. Ingatlah bahwa setiap harta yang kita miliki akan ditanya dari mana ia diperoleh dan untuk apa digunakan.

Sikap zuhud akan menjadi pelindung dari sifat tamak dan kesombongan. Mari kita kembali menata hati dan memperkuat kecintaan kepada akhirat. Jangan sampai gemerlap dunia membuat kita lalai dari tujuan hidup yang sebenarnya.

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang zuhud, sederhana, dan penuh rasa syukur. Amin ya Rabbal ‘alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ
Khutbah II:

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ.
أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Link Download Khutbah Jumat PDF terbaru

3. Khutbah Jumat: Stres, Overthinking, dan Ketentuan Takdir Allah

Di zaman yang semakin berkembang, banyak orang menghadapi stres dan overthinking akibat tuntutan hidup modern. Islam mengajarkan agar kita bersandar pada takdir Allah karena semua sudah diatur oleh-Nya.

Khutbah ini berisi pesan-pesan menyentuh bahwa dengan tawakal dan doa, hati menjadi lebih tenang dan mampu menghadapi berbagai ujian hidup dengan lebih bijak.

Khutbah I:

اَلْحَمْدُ للهِ. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِإِدْخَالِ السُرُوْرِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ النُّوْرُ الصَّبُوْرُ. وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ بِحُسْنِ الْأَخْلَاقِ الْمشْهُوْرُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ, فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ

Ma’asyiral muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah

Hidup di zaman modern membuat kita sering terbebani oleh ekspektasi, tekanan ekonomi, dan tuntutan hidup yang semakin lama semakin berat. Banyak dari kita yang akhirnya merasa lelah secara batin karena memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi.

Stres dan overthinking seolah menjadi bagian kehidupan sehari-hari. Akibatnya, kita mudah marah, emosi, melamun, atau bahkan menangis. Namun, seorang muslim harus yakin bahwa Islam akan memberikan jalan untuk menenangkan hati yang gelisah.

Ketahuilah bahwa setiap ujian telah Allah tetapkan dengan penuh hikmah dan kasih sayang-Nya. Tidak ada satu pun kesulitan yang datang tanpa tujuan dan pelajaran.

Allah mengetahui beratnya langkah kita, sedihnya hati kita, dan sulitnya masalah yang kita hadapi. Karena itu, jangan merasa sendirian dalam menghadapi hidup. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6).

Ayat ini bisa menjadi penguat bahwa semua masalah pasti disertai jalan keluar, hanya waktunya saja yang berbeda. Ketika kita merasa hidup begitu berat, ingatlah ayat ini. Ingatlah bahwa bahwa rahmat Allah selalu lebih dekat daripada rasa putus asa kita. Ingatlah bahwa jalan keluar itu sudah ada di depan dan menunggu kita.

Jemaah sekalian, stres dan overthinking sering muncul karena kita ingin mengendalikan segala hal, termasuk hal-hal yang berada di luar batas kemampuan kita. Padahal, manusia hanya bisa berusaha, sementara keputusan akhirnya ada di tangan Allah SWT.

Ketika kita sudah berusaha dan memsrahkan hasil pada-Nya, hati akan terasa lebih ringan. Mari kita ingat kembali bahwa tawakal itu bukan pasrah tanpa usaha, tapi menyerahkan sesuatu yang tak mampu kita kendalikan kepada Allah Yang Maha Mengatur.

Maka, doa akan menjadi senjata yang paling ampuh untuk meredakan kegelisahan. Melalui doa, kita mencurahkan isi hati yang mungkin tidak bisa diungkapkan kepada siapa pun.

Allah mendengar rintihan hati kita, bahkan sebelum kita mengucapkannya. Maka jangan pernah berhenti berdoa. Mengeluhlah hanya pada Allah, ungkapkan semua kegelisahan hanya pada-Nya, lalu memohonlah hal-hal baik dengan sungguh-sungguh.

Jemaah sekalian, hidup memang melelahkan, tapi Allah tidak pernah meninggalkan kita. Ingatlah bahwa semua telah diatur oleh Allah dengan kasih sayang yang lebih besar dari rasa sayang siapa pun kepada kita.

Semoga Allah senantiasa menenangkan hati-hati yang gelisah, menguatkan langkah yang mulai lemah, dan memberi kita kekuatan untuk menjalani takdir dengan lapang dada.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ وَجَمِيْعِ الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا .. وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِوَالْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتْ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَ نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Link Download Khutbah Jumat Singkat Sedih PDF

Orang berdoa

Ilustrasi Berdoa. Getty Images/iStockphoto

4. Khutbah Jumat: Ayah sebagai Pemimpin Keluarga

Sosok ayah memiliki peran besar sebagai pemimpin yang bertanggung jawab atas pendidikan, perlindungan, dan nafkah keluarga. Islam menempatkan ayah sebagai teladan bagi anak-anak sekaligus pendamping bagi seorang istri.

Khutbah Jumat ini berusaha untuk mengingatkan kembali bahwa ayah memiliki peran besar dalam keluarga. Ketika ayah menjalankan amanahnya dengan baik, keluarga tumbuh menjadi rumah yang penuh berkah.

Khutbah I:

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ
Ma’asyiral muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah
Keluarga adalah anugerah sekaligus amanah besar yang diberikan Allah kepada setiap muslim. Dalam sebuah keluarga, sosok ayah hadir sebagai pemimpin. Ayah memiliki tanggung jawab yang sangat besar, mulai dari mencari nafkah, mendidik, hingga melindungi semua anggota keluarganya.

Ayah harus bisa menjadi teladan bagi anak-anaknya. Ucapan, sikap, dan kebiasaannya akan membentuk karakter anak tanpa mereka sadari. Anak belajar tentang kesabaran, kerja keras, dan akhlak bukan hanya dari nasihat, tapi juga dari apa yang mereka lihat setiap hari.

Karena itu, bagi kita semua yang sudah menjadi seorang ayah, hendaknya kita harus mampu menjaga perilaku agar menjadi contoh yang baik bagi keturunan-keturunan kita.

Tak hanya bagi anak, sosok ayah juga harus menjadi sahabat dan penopang bagi istrinya. Ia mendampinginya dalam suka maupun duka, membantu mengatasi masalah, dan memberi ketenangan di saat kesulitan.

Hal ini juga bisa menjadi pembelajaran bagi anak-anaknya. Ketika seorang laki-laki memperlakukan istrinya dengan lembut dan hormat, anak-anaknya juga akan tumbuh dengan rasa aman dan belajar bagaimana memperlakukan pasangan atau keluarganya kelak.

Namun, menjadi ayah bukanlah tugas yang mudah. Ada lelah yang tidak terlihat, ada tangis yang tidak terdengar, dan ada doa-doa panjang yang mungkin tidak diketahui siapa pun kecuali Allah.

Banyak ayah yang berjuang dalam diam demi kebahagiaan keluarganya. Karena itu, seorang ayah juga butuh dukungan, doa, dan penghargaan dari keluarganya.

Kita semua yang hadir di sini pasti memiliki sosok ayah. Sebelum berusaha menjadi ayah yang baik bagi keluarga, mari kita hormati ayah kita dulu. Dari Abu Darda RA, Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Orang tua adalah bagian tengah dari gerbang surga. Jadi, tetaplah di gerbang itu atau lepaskan” (H.R. Tirmidzi).

Hadis ini menunjukkan bagaimana kedudukan orang tua, termasuk ayah. Menghormati mereka bisa mengantarkan kita menuju surga.

Jemaah sekalian, mari kita merenungkan kembali betapa besarnya peran ayah dalam kehidupan. Ketika ayah menjalankan amanahnya dengan baik, keluarga akan tumbuh menjadi rumah yang penuh berkah, cinta, dan ketenangan.

Semoga Allah menguatkan para ayah, melapangkan rezekinya, meneguhkan imannya, dan menjadikannya pemimpin yang membawa keluarganya menuju surga.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah II:

الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلّٰهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ .اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلَاءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلَازِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Link Download Khutbah Jumat Menyentuh Hati PDF

5. Teks Khutbah Jumat Bikin Merinding PDF: Bahaya Riba dan Maraknya Pinjaman Online

Riba termasuk dosa dan dilarang dalam agama Islam, tetapi kini semakin tersebar melalui berbagai layanan pinjaman online. Ironisnya, banyak orang terjerat utang karena kurang berhati-hati atau tergoda dengan kemudahan prosesnya.

Khutbah ini mengingatkan jemaah untuk memahami bahaya riba, selalu berhati-hati pada godaan pinjol maupun kredit, serta selalu berusaha untuk memilih jalan yang halal serta aman.

Khutbah I:

اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِىْ جَعَلَ الْاِسْلَامَ طَرِيْقًا سَوِيًّا، وَوَعَدَ لِلْمُتَمَسِّكِيْنَ بِهِ وَيَنْهَوْنَ الْفَسَادَ مَكَانًا عَلِيًّا. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مَّقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا حَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُتَّصِفُ بِالْمَكَارِمِ كِبَارًا وَصَبِيًّا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِيًّا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ يُحْسِنُوْنَ إِسْلاَمَهُمْ وَلَمْ يَفْعَلُوْا شَيْئًا فَرِيًّا
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، اُوْصِيْنِيْ نَفْسِىْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
قَالَ اللهُ تَعَالَى : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Ma’asyiral muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah

Salah satu dosa besar yang dikecam dalam Islam adalah riba. Di zaman modern ini, riba muncul dengan berbagai wajah yang lebih halus dan mudah diakses oleh siapa saja, terutama melalui pinjaman online dan kredit berbunga.

Riba dibungkus dengan kalimat yang menggoda dan terasa masuk akal. Akibatnya, banyak orang yang terjerat, dan mirisnya lagi, tak sedikit dari mereka yang tergoda pinjol atau kredit bukan karena kebutuhan mendesak, tapi demi memenuhi gaya hidup.

Allah telah memperingatkan keras tentang riba dalam firman-Nya:

“...Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (QS. Al-Baqarah: 275).

Riba sudah jelas-jelas dilarang, tidak ada toleransi mengenai hal itu. Ayat tersebut adalah peringatan bahwa riba merusak keberkahan harga, menghancurkan kehidupan pelakunya, bahkan bisa mengantarkan seseorang menjadi penghuni neraka.

Jemaah sekalian, banyak orang terjebak pinjaman online atau pay later karena tergesa-gesa, malu meminta bantuan keluarga, atau ingin hidup lebih mewah dari kemampuannya.

Beberapa dari mereka yang gagal membayar juga bisa mengambil pinjaman kedua untuk menutup pinjaman pertama, istilahnya gali lubang tutup lubang. Pada akhirnya, ia hidup dalam ketakutan, tekanan psikologis, dan ancaman dari pihak penagih.

Semua ini bermula dari satu langkah kecil yang tidak dipikirkan matang-matang. Setan membuka pintu riba dengan sesuatu yang terlihat “normal”.

Islam tidak melarang seseorang untuk berutang, tapi melarang meminjam dengan cara yang merugikan dan melanggar syariat. Jika benar-benar butuh, carilah bantuan dengan cara yang halal, tanpa bunga, tanpa denda.

Jemaah yang dimuliakan Allah, harta yang diperoleh dari riba tidak akan menghadirkan ketenangan. Ia mungkin tampak membantu di awal, tapi lambat laun akan membawa masalah karena hilangnya keberkahan.

Sudah banyak kasus orang yang stres dan depresi karena terjerat utang riba. Merek kehilangan kehormatan, kesehatan, bahkan mungkin nyawa. Betapa berat dampak yang ditimbulkan oleh sesuatu yang sering dianggap sepele.

Jangan pernah menyepelekan riba. Sebagian dari kita mungkin berpikir, “Bunganya rendah, kok.” atau “Aku masih bisa bayar, kok.” Percayalah, kita mungkin bisa lolos dari rasa stres finansial, tapi kita tidak akan lolos dari dosa akibat terjerat riba.

Maka, mari kita selalu berhati-hati terhadap segala bentuk pinjaman berbunga, baik online maupun offline. Mari pilih jalan yang halal, meskipun mungkin terasa lebih sulit atau lebih lambat.

Semoga Allah melindungi dan menjauhkan kita dari riba, melapangkan rezeki kita, dan memberi kemampuan untuk hidup sederhana, tapi penuh keberkahan.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ اْلكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah II:

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Link Download Teks Khutbah Jumat Bikin Merinding PDF

Ilustrasi HL Pinjol

Ilustrasi Riba. tirto.id/Lugas

6. Khutbah Jumat: Generasi Muda dan Tantangan Pergaulan Modern

Generasi muda menghadapi tekanan besar mulai dari pergaulan bebas, pengaruh media sosial, hingga gaya hidup yang tidak sesuai syariat. Orang tua, guru, dan masyarakat harus membimbing mereka dengan ilmu dan keteladanan.

Khutbah ini adalah pengingat bahwa dengan pembinaan yang tepat, generasi muda bisa tumbuh menjadi muslim yang kuat iman dan akhlaknya.

Khutbah I:

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ نَوَّرَ قُلُوْبَ أَوْلِيَائِهِ بِأَنْوَارِ الْوِفَاقِ، وَرَفَعَ قَدْرَ أَصْفِيَائِهِ فِيْ الْأَفَاقِ، وَطَيَّبَ أَسْرَارَ الْقَاصِدِيْنَ بِطِيْبِ ثَنَائِهِ فِيْ الدِّيْنِ وَفَاقَ، وَسَقَى أَرْبَابَ مُعَامَلَاتِهِ مِنْ لَذِيْذِ مُنَاجَتِهِ شَرَابًا عَذْبَ الْمَذَاقِ، فَأَقْبَلُوْا لِطَلَبِ مَرَاضِيْهِ عَلَى أَقْدَامِ السَّبَاقِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْبَرَرَةِ السَّبَاقِ، صَلَاةً وَسَلَامًا اِلَى يَوْمِ التَّلَاقِ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً صَفَا مَوْرِدُهَا وَرَاقَ، نَرْجُوْ بِهَا النَّجَاَةَ مِنْ نَارٍ شَدِيْدَةِ الْاَحْرَاقِ، وَأَنْ يَهُوْنَ بِهَا عَلَيْنَا كُرْبُ السِّيَاقِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَشْرَفَ الْخَلْقِ عَلَى الْاِطْلَاقِ، اَلَّذِيْ أُسْرِيَ بِهِ عَلَى الْبَرَاقِ، حَتَّى جَاوَزَ السَّبْعَ الطِّبَاقِ

Ma’asyiral muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah

Salah satu amanah terbesar yang kita miliki hari ini adalah menjaga dan membimbing anak-anak kita, para generasi muda. Mereka tumbuh di zaman yang penuh godaan, distraksi, dan perubahan yang sangat cepat.

Tantangan yang mereka hadapi mungkin akan jauh lebih berat dibandingkan generasi sebelumnya. Pergaulan bebas, konten buruk di media sosial, hingga gaya hidup yang jauh dari nilai Islam menjadi ujian besar bagi mereka.

Semua pengaruh buruk dan perbuatan negatif memang harus dilarang, tapi kita tidak bisa sekadar mengatakan “jangan” dan melarang mereka. Kita tidak bisa hanya sekadar menasihati dengan kata-kata yang mungkin akan terdengar membosankan.

Generasi muda di zaman sekarang lebih membutuhkan perhatian. Mereka butuh lingkungan yang baik, teladan yang nyata, serta orang-orang dewasa yang mampu memahami kondisi mereka.

Peran orang tua, guru, dan masyarakat sangat menentukan arah perjalanan hidup mereka. Jika kita lalai sedikit saja, maka generasi ini akan mudah terjebak dalam arus kehidupan yang merusak.

Allah SWT telah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…” (QS. At-Tahrim: 6).

Ayat ini menegaskan bahwa mendidik, menjaga, dan mengarahkan generasi muda adalah kewajiban yang tidak boleh diabaikan. Mereka adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawabannya kelak.

Kita, sebagai orang dewasa maupun orang tua, harus selalu hadir untuk mengawasi dengan kasih sayang, bukan hanya melarang. Jadilah sahabat bagi anak-anak agar mereka merasa aman untuk bercerita dan meminta nasihat.

Selain itu, kita semua harus menjadi teladan. Tidak ada nasihat yang lebih kuat daripada contoh yang nyata. Jika orang tua menjaga shalat, berbicara dengan lembut, dan menunjukkan akhlak yang baik, maka anak pun akan menirunya.

Jemaah yang dirahmati Allah, mari kita berdoa agar Allah senantiasa menjaga anak-anak kita dari segala fitnah akhir zaman. Tantangan yang kita hadapi sebagai orang dewasa semakin berat, tapi dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam dan meneladani Rasulullah SAW dalam berkeluarga, semoga kita bisa mengatasinya.

Semoga generasi muda tumbuh menjadi muslim yang kuat akidahnya, baik akhlaknya, dan bermanfaat bagi umat. Dengan bimbingan yang benar dan suasana keluarga yang penuh kasih sayang, insya Allah mereka mampu menghadapi tantangan pergaulan modern dengan iman yang kokoh dan kuat.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ وَجَمِيْعِ الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II:

اَلْحَمْدُ لِلهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمِ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ
مَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. اللهم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Link Download Khutbah Jumat PDF NU

7. Khutbah Jumat: Bahaya Penyebaran Hoaks dan Wajibnya Tabayyun

Di era digital, penyebaran hoaks sangat mudah terjadi, bahkan dalam hitungan detik dapat memicu fitnah besar. Islam mewajibkan tabayyun, yaitu memeriksa kebenaran suatu berita sebelum menyebarkannya.

Khutbah ini berisi pesan kepada para jemaah untuk selalu bersikap hati-hati ketika menerima sebuah informasi. Hal ini demi menjaga kehormatan orang lain dan menghindarkan diri kita dari dosa yang tidak disadari.

Khutbah I:

اَلْحَمْدُ للهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ رَسُولِ اللَّهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاه. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَانَبِيّ بعدَهُ. أَمَّا بَعْدُ فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. فقال الله تعالى في القرآن الكريم: وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Jemaah yang dirahmati Allah

Teknologi di era modern seperti sekarang sangat memudahkan hidup kita. Hanya dengan beberapa klik, kita bisa mendapatkan informasi yang begitu lengkap dan beragam. Sayangnya, tak hanya informasi baik saja yang mudah tersebar, tapi juga informasi palsu atau hoaks.

Ironisnya, banyak hoaks yang justru menyebabkan fitnah, perpecahan, dan permusuhan di tengah masyarakat tanpa kita sadari. Pelaku atau pembuat hoaks sudah jelas salah karena menciptakan sekaligus menyebarkan berita bohong.

Namun, kita yang bukan pelakunya pun bisa ikut bersalah apabila langsung menelan informasi tersebut mentah-mentah, lalu ikut menyebarkannya tanpa berpikir panjang.

Jemaah sekalian, Islam telah mengingatkan kita untuk selalu berhati-hati dalam menerima informasi. Tidak semua yang tampak baik itu benar, dan tidak semua yang banyak dibicarakan itu pasti fakta.

Banyak orang menjadi korban tuduhan, nama baik tercemar, bahkan terjadi keributan hanya karena seseorang terburu-buru menyebarkan berita tanpa memeriksa kebenarannya terlebih dahulu.

Allah SWT telah berfirman dalam surah Al-Hujurat:

“Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6)

Ayat ini menjadi landasan penting bahwa seorang muslim wajib memastikan keaslian atau kebenaran suatu kabar sebelum menyebarkannya. Hal ini dilakukan agar tidak menyebabkan mudarat kepada orang lain.

Jemaah sekalian, kebiasaan menyebarkan sesuatu tanpa seleksi merupakan celah besar bagi setan untuk menanamkan kebencian dan fitnah. Kita harus sadar bahwa jejak digital tidak hilang begitu saja, apa yang kita bagikan bisa menjadi sebab dosa yang terus mengalir jika konten itu merugikan orang lain.

Maka dari itu, mari kita biasakan diri untuk tabayyun dalam setiap informasi. Tanyakan sumbernya, periksa kebenarannya, dan renungkan dampaknya.

Jika suatu berita tidak jelas, tidak bermanfaat, atau bahkan berpotensi merusak, maka menahan diri adalah tindakan yang paling bijak. Diam lebih selamat daripada menyebarkan sesuatu yang belum tentu benar.

Terakhir, mari kita memohon kepada Allah agar menjaga lisan dan jari-jari kita dari hal-hal yang buruk. Semoga Allah menjadikan kita hamba yang berhati-hati serta selalu menimbang setiap ucapan dan tindakan.

Dengan tabayyun, kita menjaga diri, menjaga keluarga, dan menjaga umat dari perpecahan.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Khutbah II:

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ عِبَادَاللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Link Download Khutbah Jumat PDF 2025

Ilustrasi hoax

Ilustrasi hoax [Foto/Shutterstock]

8. Khutbah Jumat: Menjaga Produktivitas tanpa Melalaikan Ibadah

Kesibukan dunia kerja sering membuat sebagian orang lalai dari ibadah dan kewajiban kepada Allah. Padahal, produktivitas sejati adalah bekerja keras sambil tetap menjaga hubungan dengan Allah SWT.

Khutbah ini diharapkan bisa mengingatkan jemaah bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara dunia dan akhirat agar hidup lebih terarah dan penuh dengan keberkahan.

Khutbah I:

الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِتَرْك الْمَنَاهِيْ وَفِعْلِ الطَّاعَاتِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَاِبهِ الهَادِيْنَ لِلصَّوَابِ وَعَلَى التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ اْلمَآبِ
اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Jemaah Jumat yang berbahagia

Dalam kehidupan modern, banyak dari kita yang disibukkan oleh pekerjaan, target, tugas, dan aktivitas harian yang seolah tidak ada habisnya. Kesibukan tersebut sering membuat sebagian dari kita lalai dalam beribadah, padahal ibadah adalah sumber kekuatan dan ketenangan hati.

Islam tidak pernah melarang umatnya untuk bekerja keras, malah kita memang diharuskan untuk selalu bekerja dengan ikhlas. Namun, ketika pekerjaan membuat kita jauh dari Allah, hal itu hanya akan sia-sia.

Seorang muslim dituntut untuk menjadi pribadi yang aktif, produktif, dan sungguh-sungguh dalam bekerja. Akan tetapi, muslim juga memiliki kewajiban untuk memelihara hubungannya dengan Sang Pencipta, dengan cara menjaga shalat, dzikir, dan ibadah lainnya.

Keseimbangan antara pekerjaan dan ibadah menjadi hal yang sangat penting agar kerja keras kita tidak membuat hati kosong dan dan tidak membuat hidup kehilangan arah.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Apabila engkau telah selesai (dengan suatu kebajikan), teruslah bekerja keras (untuk kebajikan yang lain).” (QS. Al-Insyirah: 7).

Dari ayat tersebut kita bisa belajar bahwa Allah menyukai hamba-Nya yang selalu bekerja keras dalam hal kebaikan. Kita bekerja mencari uang pun sejatinya adalah ibadah, suatu kebaikan yang bisa mendatangkan keberkahan selama dikerjakan dengan penuh rasa ikhlas.

Jemaah sekalian, mari kita renungkan sejenak, berapa banyak orang yang bekerja keras siang dan malam, tapi hatinya tetap merasa gelisah. Jika kita mengalaminya, mari muhasabah diri dan tanyakan apa yang salah.

Kuncinya bukan pada kerja keras, bukan pada sekadar produktif, bukan pada target yang berhasil dicapai, tapi justru pada kedekatan dengan Allah. Keberkahan dari Allah adalah sumber kebahagiaan sejati yang menjadikan sedikit terasa cukup dan yang banyak terasa bermanfaat.

Oleh karena itu, mari jadikanlah ibadah sebagai prioritas. Kita jaga shalat lima waktu. Sisihkan waktu untuk membaca Al-Qur’an meski hanya beberapa ayat setiap hari. Dan yang tak kalah penting, niatkan bekerja sebagai ibadah dan melakukannya semata-mata karena Allah SWT.

Ketika ibadah menjadi bagian dari rutinitas, hidup akan terasa lebih tertata dan hati lebih tenang. Mari kita memohon kepada Allah agar memberikan kita kekuatan untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dan selalu ingat pada-Nya.

Semoga Allah menjadikan kita hamba yang produktif di dunia dan beruntung di akhirat. Semoga setiap langkah, usaha, dan doa kita diberkahi oleh-Nya.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ وَجَمِيْعِ الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II:

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Link Download Khutbah Jumat PDF 2025

9. Khutbah Jumat: Memanfaatkan Teknologi untuk Kebaikan

Teknologi adalah alat yang dapat mendatangkan manfaat atau mudarat, tergantung penggunanya. Khutbah ini memotivasi jemaah agar mampu menggunakan teknologi sebagai sarana dakwah, belajar, dan memperbanyak amal baik.

Dengan pemanfaatan yang bijak, teknologi tak hanya mempermudah hidup, tapi juga bisa menjadi jalan menuju pahala dan surga, bukan sebaliknya.

Khutbah I:

اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ
Ma’asyiral muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah
Di zaman modern ini, teknologi telah hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari ponsel pintar, media sosial, internet, hingga perangkat digital lainnya. Kehadiran teknologi ini sejatinya adalah amanah dari Allah yang bisa menjadi manfaat besar apabila digunakan dengan bijak.

Namun, kita juga harus ingat, teknologi dapat membawa keburukan ketika digunakan dengan cara yang salah.

Teknologi sesungguhnya adalah alat, media atau sarana. Ia mengikuti penggunanya sehingga kebaikan atau keburukan suatu teknologi akan sangat bergantung pada niat dan cara kita mengelolanya.

Ketika digunakan untuk menuntut ilmu, bertanya tentang agama, atau mempererat silaturahmi, teknologi bisa menjadi sarana yang bermanfaat, bahkan bisa menjadi ladang pahala.

Tetapi jika digunakan untuk menyebar keburukan, menghabiskan waktu dengan hal yang sia-sia, atau malah membuka pintu maksiat, teknologi pun bisa menjadi jalan menuju dosa. Allah SWT berfirman:

“Siapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu. Siapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu hanya diberi balasan (seimbang) dengan apa yang selalu mereka kerjakan.” (Q.S. Al-Qashash: 84).

Ayat ini menegaskan bahwa setiap perbuatan selalu ada balasannya. Begitu pun ketika kita menggunakan teknologi, apabila dimanfaatkan dengan cara yang baik, maka niscaya kita akan mendapatkan pahala yang besar seperti janji Allah.

Jemaah sekalian, betapa banyak peluang kebaikan yang dapat dilakukan melalui teknologi. Kita bisa mendengarkan kajian kapan saja, membaca Al-Qur’an dari aplikasi, berdonasi secara online, atau belajar ilmu agama dari para ulama di seluruh dunia.

Semua ini tidak bisa dilakukan dengan mudah di zaman dahulu. Kesempatan besar ini seharusnya membuat kita semakin bersyukur dan semangat memperbanyak amal.

Namun, kita juga harus berhati-hati, karena di balik kemudahan itu terdapat ujian besar. Banyak orang yang terseret dalam konten-konten yang melalaikan, hiburan yang berlebihan, atau interaksi digital yang merusak akhlak.

Waktu yang seharusnya produktif dan penuh keberkahan justru hilang begitu saja karena penggunaan teknologi yang tidak terkendali. Inilah yang perlu kita jaga dan waspadai sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.

Maka dari itu, mari kita selalu ingat untuk menggunakan teknologi demi kebaikan. Gunakan media sosial untuk menyebarkan hal positif, bukan kebencian. Gunakan internet untuk belajar dan memperbaiki diri, bukan mencari hiburan yang merusak hati.

Gunakan ponsel untuk mempererat hubungan dengan keluarga, bukan untuk melalaikan kewajiban. Dengan pemanfaatan yang benar, teknologi dapat mengangkat derajat kita di dunia dan akhirat.

Semoga Allah selalu memberikan kemudahan dalam menggunakan teknologi dengan bijak. Semoga setiap klik, setiap pesan, dan setiap konten yang kita konsumsi menjadi bagian dari amal saleh.

Semoga Allah menjaga hati kita dari fitnah teknologi dan menjadikan kita hamba yang memanfaatkannya sebagai jalan menuju pahala dan surga-Nya.

جَعَلَنا اللهُ وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِين، وَأدْخَلَنَا وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ : أعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمانِ الرَّحِيمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ وذِكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

Khutbah II:

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Link Download Teks Khutbah Jumat Lengkap dengan Doanya PDF

10. Khutbah Jumat: Syukur Atas Nikmat Allah di Setiap Keadaan

Tema ini mengajak jemaah untuk selalu menyadari dan menghargai segala karunia yang Allah berikan, baik dalam situasi senang maupun sulit. Seorang Muslim diajarkan untuk senantiasa bersyukur, karena syukur memperkuat iman, menenangkan hati, dan membuka pintu keberkahan.

Dengan tema ini, khutbah menekankan pentingnya kesadaran bahwa hidup yang dijalani adalah anugerah Allah yang harus dihargai dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Khutbah I:

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ

Jemaah Jumat yang dirahmati Allah,

Tidak ada manusia di dunia yang hidup tanpa masalah. Setiap dari kita pasti akan mendapatkan ujian yang berbeda. Entah itu ujian kesehatan, ekonomi, hingga perpecahan keluarga.

Tak hanya itu, kabar tentang musibah seperti bencana alam juga sering kita temukan di berbagai tempat. Banyak yang kehilangan harta dan kerabat. Semuanya diliputi kesedihan hingga keputusasaan.

Di tengah kesulitan itu, manusia sering lupa bahwa sejatinya nikmat Allah tetap kita terima setiap harinya. Kadang kita terlalu fokus pada kekurangan, terlalu fokus pada kesulitan yang dihadapi sehingga melalaikan banyak karunia yang sudah hadir dalam hidup kita.

Islam mengajarkan agar seorang hamba selalu bersyukur, baik ketika senang maupun ketika menghadapi ujian dan kesulitan. Apa itu syukur? Syukur bukan hanya ucapan “Alhamdulillah” lewat mulut, tapi juga ditanamkan dalam hati dan diwujudkan dalam perilaku.

Ketika kita ditimpa kesulitan, sebenarnya masih banyak nikmat Allah yang kita rasakan. Kita mungkin kehilangan harta, tapi dukungan keluarga masih ada. Kita mungkin kehilangan kerabat, tapi kita masih dikaruniai kesehatan untuk berbuat kebaikan.

Kita mungkin ditimpa kesulitan berupa sakit, tapi kita masih memiliki waktu dan uang untuk berobat. Setiap nikmat yang Allah karuniakan, sekecil apa pun, harus diakui dan digunakan dengan bijak.

Ketika hati penuh rasa syukur, kita akan merasa cukup, sabar dalam menghadapi cobaan, dan lebih ikhlas dalam menjalani hidup. Allah SWT berfirman dalam surah Ibrahim:

“(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.” (QS. Ibrahim: 7)

Maka, mari bersyukur, karena syukur tidak hanya mendatangkan ketenangan hati, tapi juga membuka pintu keberkahan dan penambahan nikmat dari Allah. Orang yang bersyukur akan merasakan hidup lebih lapang dan penuh barakah, meski ujian datang silih berganti.

Jemaah sekalian, syukur menjadi benteng ketika kita dalam menghadapi kesulitan. Syukur menumbuhkan rasa sabar, tawakal, dan ikhlas. Inilah kekuatan yang membuat seorang muslim tetap tenang di tengah gejolak dunia.

Selain itu, syukur juga mendorong kita untuk berbagi nikmat kepada sesama. Orang yang sadar akan anugerah Allah akan terdorong untuk membantu mereka yang sama-sama sedang kesulitan, menebar kebaikan, dan memperkuat ukhuwah.

Dengan demikian, syukur tidak hanya membawa manfaat bagi diri sendiri, tapi juga bagi keluarga, tetangga, dan semua orang-orang di sekitar kita.

Jemaah yang dirahmati Allah, mari kita perbanyak muhasabah dan refleksi atas nikmat yang kita terima, baik kesehatan, keluarga, rezeki, maupun kesempatan hidup.

Jangan biarkan nikmat tersebut menjadi sebab lupa diri atau menimbulkan kesombongan. Semoga kita mampu melihat setiap karunia Allah sebagai anugerah yang harus dijaga dan dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Mari senantiasa bersyukur dalam setiap keadaan, karena syukur adalah jalan menuju ketenangan, keberkahan, dan ridha Allah. Semoga Allah menanamkan rasa syukur yang tulus di hati kita, menjadikan hidup lebih bermakna, dan melindungi kita dari kesedihan dan kelalaian.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah II:

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Demikian kumpulan contoh teks khutbah Jumat PDF 2025 yang dapat dijadikan referensi. Setiap teks khutbah telah disusun dengan bahasa yang jelas dan dilengkapi dalil dari Al-Qur’an maupun hadis. Semoga materi ini bermanfaat bagi para khatib dan jemaah shalat Jumat, serta membantu meningkatkan kualitas ibadah dan pemahaman agama.

Butuh inspirasi lain untuk menyusun khutbah Jumat? Temukan contoh khutbah dengan berbagai tema di tautan berikut ini:

Kumpulan Artikel Khutbah Jumat

Baca juga artikel terkait KHUTBAH JUMAT atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Edusains
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani