Contoh Puisi untuk Peringatan Hardiknas Bagi Anak SD

Kontributor: Ilham Choirul Anwar, tirto.id - 1 Mei 2023 22:05 WIB
Dibaca Normal 3 menit
Berikut ini sejumlah teks contoh puisi untuk peringatan Hardiknas bagi anak SD dengan tema terkait pendidikan.
tirto.id - Contoh puisi tentang pendidikan yang disajikan dalam artikel ini bisa dibacakan dalam acara untuk peringatan Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional).

Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap 2 Mei. Peringatan tersebut menjadi pengingat untuk meningkatkan pendidikan anak bangsa ke arah yang lebih baik.

Tanggal 2 Mei ditetapkan sebagai hari peringatan Hardiknas sejak 28 November 1959. Presiden pertama RI Soekarno mengukuhkan peringatan ini melalui Surat Keputusan Presiden RI Nomor 305 Tahun 1959.

Pemilihan tanggal tersebut disesuaikan dengan hari kelahiran Ki Hajar Dewantara pada 2 Mei 1889. Pendiri Perguruan Taman Siswa tersebut dihormati sebagai Bapak Pendidikan Nasional.

Contoh Puisi untuk Peringatan Hari Pendidikan Nasional

Berikut beberapa contoh puisi yang berkaitan dengan tema pendidikan. Tema yang disajikan mulai dari penghargaan bagi guru hingga apresiasi terhadap keberadaan buku.

Contoh puisi untuk dibacakan di peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) berikut ini disitat dari buku Topeng: Kumpulan Puisi SD (2008) terbitan Pusat Bahasa Depdiknas, dan juga dari buku Antologi Puisi: Mengukir Dalam Cerita (2021) yang disusun Sukanda Laksma.

Guruku
Oleh: Rena Agustina

Wahai guruku terimalah puisiku ini
Engkau yang telah memberiku ilmu
IImu yang kauberi akan kuingat
Kau yang telah mengajariku menulis

Kau yang telah mengajariku membaca
Pepatahmu akan kuingat
Kau adalah pahlawan bagiku
Aku ingin menajdi anak yang berbakti

Kau mengajariku tiada lelah
Tegur sapamu lembut
Kuabadikan dalam hidup
Kuabadikan dalam puisiku

Pagi Ku Datang
Oleh: Anisa Afifa

Pagi ku datang
Hari muda ku jelang
Pagi ku datang
Sudah membayang

Aku semangat di pagi hari
Tak boleh lengah di masa muda
8elajar dan bekerja
Tuk meraih masa depan

Wahai kawan semua
Yang masih muda belia
Atur barisan di pagi hari
Menuju ke arah padang bakti

Guru...Pahlawanku...
Oleh: K. Darmawan S.

Tiada kata yang dapat mengungkapkan rasa terima kasihku ..
Seluruh kasih sayangmu kau curahkan kepadaku
Kau mengenalkanku pada dunia
dengan mengajariku menulis dan membaca

Guruku ....
Kau orang tuaku yang kusayangi
Kau membekaliku dengan kelimpahan ilmu
Kau mengajariku keteguhan hati

Jasa-jasamu sungguh besar bagiku
Takkan kulupa sepanjang hidupku
Apa jadinya jika tidak ada dirimu?
Satu yang ingin kuucapkan untukmu
Terima kasih Pahlawanku....

Buku
Oleh: Andrian Dewanto

Setiap saat kau selalu mengisi hari-hariku
Dengan berbagai pengetahuan dan ilmu
Karnamu akau jadi tahu, karnamu aku mendapat ilmu
Karnamu jualah bertambah pengetahuanku

Dengan hanya mem buka setiap lembaranmu
Aku dapat mengetahui tentang berbagai hal
Lembaran-Iembaran ilulah yang mendorongku untuk maju
Terus maju untuk meraih cita-citaku

Banyak orang yang mencari harapan di lembaran-Iembaranmu
Harapan itulah yang membawaku untuk memperoleh keberhasilan
Lembaranmu juga membawaku lebih melihat jauh ke depan
Dan juga karnamu aku dapat meraih masa depan

Cita-citaku
Oleh: Pandu Jati Kusuma

Jika sampai waktuku
Aku tidak akan menjadi benalu
Harus aku manfaatkan masa mudaku
Demi mengejar cita dan cintaku
Sebelum datang masa tuaku.

Kuakan gunakan masa senggangku
Untuk belajar dan mengkaji isi dunia ini
Sebelum datang kesibukanku.

Musti aku gunakan harta dan kekayaanku
Untuk amal ibadahku.
Kugunakan ilmu dan keahlianku
Untuk Nusa dan bangsaku.

Kuingin belajar mendaki tangga kehidupan
Ku akan bahagiakan kedua orang tuaku
Aku siap menuntun adikku adikku
Untuk bersama melangkah kedepan
Mengisi dunia ini dengan ilmu yang bermanfaat

Kupersiapkan diri mulai hari ini
Mulai dari diri sendiri
Mulai dari yang kecil
Untuk mencapai cita dan citaku
Demi masa depanku....

Sekolah
Oleh: Iva Innaya

Aku bangun pagi setiap hari untuk sekolah
Aku belajar giat dan tidak banyak main karena sekolah

Sekolah membuatku pintar dan disiplin
Sekolah adalah tempatku belajar dan berteman
Sekolah adalah tempatku bertemu guru dan teman

Aku pun berkeyakinan bisa menggapai eita-eitaku setinggi langit,
Dan aku tetap belajar, menimba ilmu, agar keinginan dan
keyakinanku
Terwujud.

Tetapi, mengapa ada, bahkan banyak anak keCil yang keinginannya tidak dapat
Terpenuhi, yaitu bersekolah
Namun, mereka malah bekerja dan menangis
Sambil meneueurkan keringat dan air matanya.

Bukankah seharusnya mereka tersenyum dan tertawa riang
Aku doakan setulus hati, agar kalian dapat seperti aku.
Menimba doakan ilmu setinggi-tingginya. mengapai cita-cita kalian
semua, dan
Tersenyum puas karenanya.

Buku
Oleh: M. Olivia

Buku adalah guruku yang paling sabar
Buku adalah sumber ilmuku
Buku alatku 'tuk mengetahui segalanya

Tahukah engkau?
Adalah bendaku yang berguna
Kuselalu membutuhkanmu

Tanpamu,
Ku tak dapat ilmu
Masa depanku pun kelam

Guruku yang paling sabar,
Terima kasih atas bantuanmu
Hingga kudapat melakukan apa pun

Pahlawan Pendidikan
Oleh: Irma Rahmawati

Jika dunia kami yang dulu kosong
Tak pernah kau ini
Mungkin hanya ada warna hampa gelap
Tak bisa apa-apa tak bisa kemana-mana
Tapi kini dunia kami penuh warna
Dengan goresan garis-garis juga kata
Yang dulu hanya jadi mimpi
Kini mulai terlihat bukan lagi mimpi
Itu karena kau yang mengajarkan
Tentang mana warna yang indah
Tentang garis yang harus dilukis
Juga tentang kata yang harus dibaca
Terimakasih guruku dari hatiku
Untuk semua pejuang pendidikan
Dengan pendidikan kita bisa memperbaiki bangsa
Dengan pendidikanlah nasib kita bisa berubah
Apa yang tak mungkin kau jadikan mungkin
Hanya ucapan terakhir dari mulutku
Di hari pendidikan nasional ini
Gempitakanlah selalu jiwamu
Wahai pejuang pendidikan Indonesia

Mengejar Mimpi
Oleh: Intan Verolla

Bilamana mentari bangun pagi
Ku telah siap memulai hari
Walau dunia sedang bersedih
Tetapi semangat: tiada henti
Walau kerikil tajam ku temui
Walau badai kulalui
Walau angin menusuk tulang ini
Walau ransel membeban tubuh ini
Namun tak menyerah diri ini
Semakin kilat ku berlari
Menuju sekolah yg menanti
Untuk bekal di hari nanti
Walau kadang tak paham materi ini
Walau tugas menumpuk tanpa henti
Terkadang mengeluh hati ini
Tetapi tak kenal lelah kukerjakan semua ini
Takkan menyerah diri ini tuk mengejar mimpiWalau malas kadang menghampiri
Dan kadang rasa kantuk menyelimuti
Namun diri ini tetap semangat mengejar mimpi
Dengan doa dan usaha ku mengejar mimpi
Dan tak lupa bertawakal pada ilahi
Ku jadikan motivasi tuk mengejar mimpi
Untuk masa depan yang indah nanti

Baca juga artikel terkait HARDIKNAS atau tulisan menarik lainnya Ilham Choirul Anwar
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Addi M Idhom

DarkLight