Jenis Sumber Sejarah Berdasarkan Sifat dan Bentuknya Beserta Contoh

Kontributor: Ilham Choirul Anwar, tirto.id - 19 Okt 2023 16:20 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Jenis sumber sejarah untuk menyusun suatu penelitian sejarah dapat dibedakan berdasarkan sifat dan bentuknya. Simak selengkapnya berikut ini.
tirto.id - Merumuskan sejarah memerlukan kajian ilmiah dengan menggunakan sumber-sumber sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan. Pasalnya, hasil penelitian sejarah bakal menjadi pedoman yang berpengaruh besar terhadap kehidupan manusia di masa mendatang.

Sejarah penting diungkap sebagai bentuk pertanggungjawaban masa silam. Sebab, manusia dan tindakannya menentukan arti dari masa itu. Rangkaian kejadian dan tindakan manusia inilah yang kemudian disebut sebagai peristiwa sejarah.

Peristiwa sejarah perlu dimaknai dan ditafsirkan oleh orang-orang yang berkompeten. Namun, pemaknaan terkait peristiwa sejarah ini harus lebih dulu melewati tahap historiografi. Dalam prosesnya, pengkajian sejarah membutuhkan informasi yang kredibel, baik berupa sumber sejarah lisan, tertulis, primer, maupun sekunder.

Lantas, sumber sejarah dibedakan menjadi berapa? Penjelasan terkait jenis sumber sejarah bisa disimak di bawah ini.


Jenis-jenis Sumber Sejarah


Secara umum, jenis sumber sejarah dapat dibedakan menjadi dua, yakni sumber sejarah berdasarkan sifat dan bentuknya. Sumber sejarah tertulis, lisan, dan audio-visual, termasuk penggolongan berdasarkan bentuk. Sementara itu, sumber sejarah menurut sifatnya terbagi menjadi kategori primer dan sekunder.

Penjelasan terkait pembagian jenis sumber sejarah ini telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 69 Tahun 2016. Namun, sebelum beranjak ke penjelasan yang lebih rinci, termasuk terkait contoh sumber primer sejarah dan jenis sumber sejarah lainnya, alangkah lebih baiknya jika memahami definisi sumber sejarah terlebih dahulu.

Menurut R. Moh. Ali dalam Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia (2005), sumber sejarah adalah segala sesuatu yang berwujud dan tidak berwujud, serta berguna bagi penelitian sejarah indonesia sejak zaman purba sampai sekarang. Sumber sejarah bisa berbentuk lisan, tulisan, atau audio-visual.

Berikut ini penjelasan dan contoh sumber sejarah berdasarkan bentuknya dan sifatnya:

1. Sumber sejarah berdasarkan sifatnya

Sumber sejarah menurut sifatnya terbagi menjadi dua jenis yakni sumber sejarah primer dan sekunder. Penjelasan sumber sejarah berdasarkan sifatnya bisa disimak di bawah ini.

A. Sumber Sejarah Primer dan Contohnya

Sumber sejarah primer adalah sumber yang didapatkan dari tangan pertama atau dapat juga disebut sebagai sumber utama dari objek penelitian. Contoh sumber primer sejarah bisa berupa keterangan langsung dari pelaku dan saksi sejarah, arsip, dokumen asli, laporan atau catatan, foto, benda peninggalan, film, serta artefak.

Mona Lohanda dalam Membaca Sumber Menulis Sejarah (2011: 3) menerangkan, berdasarkan disiplin metodologinya, sumber sejarah primer yang berposisi tertinggi adalah arsip. Hal ini dikarenakan arsip tercipta pada waktu yang bersamaan dengan kejadian. Artinya, informasi apapun yang ada di arsip dapat menggambarkan suasana dan situasi kontekstual yang menyebabkan lahirnya dokumen tersebut.

Berikut beberapa contoh sumber sejarah primer:
  • Arsip tertulis periode VOC dan Pemerintah Kolonial Belanda.
  • Arsip tertulis periode Pemerintahan Inggris di Jawa dan Sumatra.
  • Arsip pada masa revolusi kemerdekaan RI.
  • Koleksi foto-foto proklamasi Kemerdekaan RI.
  • Rekaman suara proklamasi Kemerdekaan RI.
  • Prasasti Ciaruteun dari abad 5 M tentang Raja Purnawarman.
  • Kesaksian dari veteran perang kemerdekaan 1945.

Infografik SC Jenis Sumber Sejarah
Infografik SC Jenis Sumber Sejarah. tirto.id/Fuad


B. Sumber sejarah sekunder dan contohnya

Sumber sejarah sekunder merupakan kesaksian seseorang yang bukan merupakan saksi mata. Artinya, ia tidak hadir pada waktu terjadinya peristiwa. Sumber sekunder dapat juga dikatakan sebagai informasi yang diperoleh tidak langsung dari pelaku sejarah.

Lantas, apa saja sumber sejarah sekunder? Sumber sejarah sekunder ini dapat berupa buku, skripsi, tesis, disertasi, jurnal penelitian, dan referensi lain.

Secara lebih rinci, berikut ini contoh sumber sekunder sejarah:
  • Buku Sejarah Nasional Indonesia Jilid I-VI
  • Skripsi tentang sejarah peristiwa tertentu
  • Artikel jurnal tentang sejarah peristiwa tertentu
  • Laporan penelitian tentang sejarah peristiwa tertentu.


2. Sumber Sejarah Berdasarkan Bentuk

Sumber sejarah berdasarkan bentuknya dapat dibedakan menjadi tiga, yakni sumber sejarah tertulis, lisan, dan audio-visual. Berikut ini penjelasan contoh sumber sejarah benda (tertulis, audio-visual) serta lisan:

A. Sumber sejarah tertulis dan contohnya

Sumber sejarah tertulis adalah sumber sejarah berupa tulisan, baik yang mewujud kertas, prasasti, ataupun dokumen digital. Jenis sumber sejarah ini didapatkan dari peninggalan-peninggalan tertulis.

Contoh sumber sejarah tertulis adalah koran, majalah, notulen rapat, surat nikah, kuitansi, dan sebagainya.

B. Contoh sumber sejarah lisan

Sumber sejarah lisan diperoleh melalui wawancara atau penuturan lisan dari pelaku, saksi sejarah, atau orang-orang yang punya kaitan dengan peristiwa sejarah tertentu. Melalui jenis sumber sejarah ini, pewawancara bisa mendapatkan kesan emosi pelaku sejarah yang kemudian memunculkan suasana kelampauan bagi peneliti. Namun, pemakaian sumber lisan harus dibarengi dengan sumber sejarah tertulis sebagai penunjang.

Contoh sumber sejarah lisan adalah wawancara dengan saksi sejarah, pelaku sejarah, atau orang yang terlibat di masa lalu.

C. Sumber sejarah audio-visual

Sumber sejarah audio-visual merupakan contoh sumber sejarah benda yang mewujud berkas rekaman bergambar.

Secara fisik, jenis sumber sejarah ini dapat berupa audio, video, digital video disc (DVD), ataupun digital multimedia. Saat ini, banyak ditemui sumber berupa audio-visual yang menggabungkan gambar video dan suara.

Baca juga artikel terkait SEJARAH atau tulisan menarik lainnya Ilham Choirul Anwar
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Iswara N Raditya
Penyelaras: Fadli Nasrudin
DarkLight