Menuju konten utama

Apa Saja Pengertian dan Definisi Ilmu Sejarah Menurut Para Ahli?

Artikel ini membahas pengertian sejarah menurut para ahli. Temukan perspektif unik mereka dan pahami sejarah lebih dalam.

Apa Saja Pengertian dan Definisi Ilmu Sejarah Menurut Para Ahli?
Ilustrasi buku yang memuat pengertian sejarah menurut para ahli. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Pengertian sejarah menurut para ahli bukan sekadar kumpulan tahun dan peristiwa lampau. Ia adalah cermin dari bagaimana manusia memahami dirinya sendiri melalui waktu. Dan setiap pemikir punya cara tersendiri dalam menafsirkannya.

Di balik catatan-catatan tua dan kronik perang, ada tafsir yang lebih dalam tentang hakikat sejarah. Inilah yang memicu pertanyaan mengapa definisi sejarah bisa berbeda-beda menurut para ahli. Bagi sebagian tokoh, sejarah adalah ilmu; bagi lainnya, ia adalah peristiwa.

Memahami sejarah menurut para ahli berarti menelusuri cara pikir orang-orang besar tentang masa lalu. Mereka tak hanya mencatat kejadian, tapi juga menafsirkan maknanya bagi masa depan. Dari sanalah sejarah menjadi lebih dari sekadar cerita lama.

Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

Bagi sebagian orang, menyimak sejarah bisa membawa imajinasi seakan terlibat dalam cerita masa lalu. Itu ada benarnya, karena sejarah direkonstruksi dari kisah di masa lalu yang melibatkan data-data otentik, baik bersumber dari kesaksian pelaku kejadian, atau sumber lainnya. Narasinya mengalir dari kisah nyata dan benar-benar terjadi.

Dilihat dari sisi bahasa, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sejarah memiliki tiga makna. Pertama, asal-usul (keturunan) silsilah. Kedua, kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau. Ketiga, sejarah bermakna pengetahuan atau uraian tentang peristiwa dan kejadian yang benar-benar terjadi pada masa lampau.

Oleh sebab itu, jika dikaitkan dengan ilmu sejarah, maka definisinya adalah ilmu yang mempelajari kejadian atau peristiwa pada masa lalu manusia, lalu dilakukan rekonstruksi apa yang terjadi pada masa tersebut.

Sejarah berkaitan erat dengan waktu dan peristiwa. Para ahli sejarah membuat periodisasi untuk mengatasi masalah pentingnya waktu dalam rekonstruksi sejarah. Definisi sejarah menurut para ahli pun beragam, karena masing-masing memiliki cara tersendiri dalam memaknai sejarah.

1. J. Bank

Menurut J. Bank dalam buku Ilmu Sejarah dan Historiografi; Arah dan Perspektif (1985), sejarah merupakan semua kejadian atau peristiwa masa lalu, yang bertujuan untuk memahami perilaku masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.

2. Robin Winks

Senada dengan itu, sejarawan asal Amerika, Robin Winks berpendapat, sejarah merupakan pembelajaran tentang manusia dalam kehidupan masyarakat.

3. Sartono Kartodirjo

Sementara itu, ahli sejarah dari Indonesia, Sartono Kartodirjo, mendefinisikan sejarah lebih detail lagi. Menurutnya, sejarah adalah gambaran masa lalu manusia dan sekitarnya sebagai makhluk sosial yang disusun secara ilmiah dan lengkap.

Sejarah di dalamnya meliputi urutan fakta masa tersebut dengan tafsiran dan penjelasan yang memberikan pengertian pemahaman tentang apa yang telah berlalu.

4. Sir Charles Firth

Menurut sejarawan Inggris, Sir Charles Firth, sejarah merekam kehidupan manusia, perubahan yang terus berlangsung, merekam ide-ide, dan merekam kondisi-kondisi material yang membantu atau merintangi perkembangannya.

5. Jogn Tosh

Namun, menurut sejarawan Inggris, John Tosh, sejarah merupakan memori kolektif, pengalaman melalui pengembangan suatu rasa identitas sosial manusia, dan prospek manusia tersebut di masa yang akan datang.

6. Herodotus

Herodotus, yang sering dijuluki sebagai "Bapak Sejarah", memandang sejarah sebagai suatu telaah menyeluruh terhadap dinamika naik-turunnya masyarakat dan peradaban.

Pengertian sejarah menurut herodotus yakni sejarah tidak sekadar rangkaian peristiwa, tetapi merupakan proses yang mencakup seluruh pengalaman manusia dari masa lampau hingga masa kini. Pendekatan ini menekankan pentingnya kontinuitas dalam memahami perkembangan sosial dan budaya umat manusia.

7. Roeslan Abdulgani

Roeslan Abdulgani menekankan dimensi fungsional dari studi sejarah. Ia mengartikulasikan sejarah sebagai proses penelitian yang sistematis terhadap peristiwa-peristiwa masa lalu, yang hasilnya dijadikan sumber pengetahuan dan referensi normatif.

Dalam kerangka ini, sejarah berfungsi sebagai cermin untuk mengevaluasi kondisi kekinian serta sebagai dasar bagi perumusan arah masa depan.

8. Ibnu Khaldun

Tokoh pemikir asal dunia Islam, Ibnu Khaldun, mendefinisikan sejarah sebagai dokumentasi atas eksistensi dan transformasi masyarakat manusia. Dalam perspektifnya, sejarah merefleksikan perkembangan struktur sosial, pola interaksi manusia, serta perubahan karakter kolektif suatu komunitas. Ia mengaitkan sejarah dengan dinamika peradaban yang terus bergerak.

9. Moh. Hatta dan Moh. Ali

Mohammad Hatta menekankan bahwa sejarah adalah jendela untuk memahami problematika dan dinamika yang membentuk kehidupan manusia di masa lalu.

Pemikiran ini diperdalam oleh Mohammad Ali yang merumuskan sejarah dalam tiga aspek utama: sebagai kumpulan fakta perubahan yang terjadi di lingkungan sosial; sebagai narasi yang merekam kejadian-kejadian tersebut; serta sebagai ilmu yang secara metodologis menyelidiki perubahan-perubahan itu dengan pendekatan ilmiah.

10. Nugroho Notosusanto

Nugroho Notosusanto mendefinisikan sejarah sebagai rangkaian pengalaman yang dialami oleh manusia sebagai makhluk sosial dalam konteks masa lalu.

Ia menekankan bahwa sejarah bukan sekadar data kronologis, melainkan peristiwa yang memiliki makna dalam kehidupan masyarakat, yang relevansi dan pelajarannya dapat ditarik untuk memahami dinamika kontemporer.

Mengapa Definisi Sejarah bisa Berbeda-Beda Menurut Para Ahli?

Setiap ahli sejarah membawa cara pandang sendiri saat membaca masa lalu. Ada yang menekankan peran individu, ada pula yang melihat sejarah sebagai hasil struktur sosial atau ekonomi.

Perbedaan ini muncul karena latar belakang pendidikan, budaya, dan ideologi mereka tidak sama. Sejarawan dari tradisi Eropa klasik, misalnya, sering mengutamakan kronologi dan tokoh besar.

Sementara pemikir modern lebih tertarik pada pola perubahan sosial atau dampak struktural dalam peradaban. Dengan pendekatan yang berbeda, wajar jika mereka merumuskan definisi sejarah secara beragam.

Tak hanya soal metode, nilai dan keyakinan pribadi juga membentuk cara pandang mereka. Sejarawan memilih mana peristiwa yang penting, bagaimana menyusunnya, dan apa yang patut ditekankan.

Akibatnya, sejarah bukan sekadar data masa lalu, tapi juga interpretasi aktif dari penulisnya. Ketika sejarawan Marxis melihat sejarah sebagai konflik kelas, sejarawan budaya mungkin menyoroti narasi dan simbol. Ragam perspektif ini bukan kelemahan, justru memperkaya cara kita memahami sejarah dari banyak sisi.

Kalau Anda membutuhkan informasi lainnya mengenai materi ajar, silakan klik tautan Tirto.id di bawah ini untuk mengetahui informasi secara lebih lengkap.

Kumpulan Artikel tentang Materi Ajar

Baca juga artikel terkait SEJARAH atau tulisan lainnya dari Ilham Choirul Anwar

tirto.id - Edusains
Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Alexander Haryanto
Penyelaras: Satrio Dwi Haryono