Fakta-Fakta Kemerdekaan Indonesia dan Sejarah 17 Agustus 1945

Kontributor: Syamsul Dwi Maarif, tirto.id - 12 Agu 2022 16:35 WIB
Dibaca Normal 3 menit
Fakta-fakta kemerdekaan Indonesia dan sejarah Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Berikut selengkapnya.
tirto.id - Fakta kemerdekaan Indonesia salah satunya adalah proklamasi yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta Pusat.

Presiden Ke-1 RI Sukarno membacakan teks Proklamasi bersama Mohammad Hatta. Bendera Merah Putih dikibarkan. Informasi mengenai kemerdekaan Republik Indonesia kemudian menyebar ke seluruh pelosok negeri secara berangsur-angsur terutama menggunakan saluran radio.

Peristiwa yang melatarbelakangi Proklamasi Kemerdekaan adalah jatuhnya bom atom di Hiroshima pada 7 Agustus 1945 dan Nagasaki pada 9 Agustus 1945.

Pada hari yang sama dengan jatuhnya bom atom Nagasaki, Jepang, perwakilan Indonesia, yaitu Sukarno, Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat berangkat ke Dalat bertemu Marsekal Terauchi untuk mendapat kabar soal Jepang.

Pada 12 Agustus 1945, Marsekal Terauchi mengabarkan kepada Sukarno, Hatta, dan Radjiman yang masih di Dalat, pemerintah Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada Republik Indonesia. Sukarno, Hatta, dan Radjiman kemudian pulang ke Indonesia pada 14 Agustus 1945.

Pada hari yang sama, Sutan Sjahrir, Wikana, dan Darwis mendapatkan informasi dari radio BBC bahwa Jepang secara resmi telah menyerah kepada Sekutu di kapal USS Missouri.

Hal tersebut, kemudian mendorong para golongan muda untuk mendesak Sukarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan. Namun, golongan tua menolak dengan alasan menghindari terjadinya pertumpahan darah dalam peristiwa proklamasi.

Sukarno, Hatta, dan Soebarjo selanjutnya mendatangi kantor Bukafu kediaman Laksamana Muda Maeda (Medan Utara), namun tidak mendapatkan informasi terkait intruksi dari Jepang. Setelah pulang Sukarno dan Hatta mulai mempersiapkan rapat PPKI 16 Agustus 1945.


Pagi harinya, rapat PPKI tidak dapat dilaksanakan lantaran terjadi peristiwa Rengasdengklok, penculikan Sukarno dan Hatta. Peristiwa tersebut dilakukan oleh golongan muda untuk memaksa Sukarno dan Hatta supaya segera memproklamasikan kemerdekaan.

Achmad Subardjo dari golongan tua yang mengetahui penculikan tersebut berinisitif untuk menemui Wikana. Mereka berdua kemudian bersepakat untuk mendeklarasikan kemerdekaan di Jakarta.

Achmad Soebardjo, Sudiro, dan Jusuf Kunto selanjutnya menjemput Sukarno dan Hatta di Rengasdengklok untuk dibawa ke Jakarta.

Di hari yang sama, Sukarno, Hatta, dan Subarjo pergi ke rumah Laksamana Maeda untuk meminta keterangan kalahnya Jepang. Selain itu, mereka juga melakukan perumusan teks proklamasi kemerdekaan dan menginap di rumah Laksamana Maeda.


Pada 17 Agustus 1945, peristiwa proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dapat dilakukan dengan dikibarkannya bendera merah putih dan dibacakannya proklamasi kemerdekaan oleh Sukarno ditemani Hatta.

Fakta-Fakta Kemerdekaan Indonesia

Beberapa fakta-fakta unik yang terjadi pada peristiwa hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 sebagai berikut:

1. Hari yang istimewa

Dikutip dari laman Kebudayaan Kemendikbud, peristiwa proklamasi jatuh pada hari Jumaat bertepatan dengan bulan Ramadhan 1366 H.

2. Jepang berniat merampas foto Proklamasi

Menurut laman ITS, fotografer Ipphos, France Mendoer mengabadikan momen proklamasi kemerdekaan Indonesia. Jepang ingin merampas film foto milik Mendoer.

Mendoer berbohong dan mengatakan jika negatif film sudah diberikan kepada barisan pelopor. Sebenarnya, Mendoer menyembunyikan negatif film foto tersebut di bawah pohon halaman kantor Asia Raja.

Infografik SC Fakta di Balik Kemerdekaan RI
Infografik SC Fakta di Balik Kemerdekaan RI. tirto.id/Sabit


3. Palestina mengakui kemerdekaan Indonesia

Pada 6 September 1944, seorang Mufti dari Palestina bernama Syekh Muhammad Amin menyuruh negara-negara Timur Tengah untuk mengakui kemerdekaan Republik Indonesia.

4. Tiang bendera dadakan

Tiang bendera yang digunakan untuk Proklamasi Kemerdekaan merupakan bambu yang disiapkan beberapa saat sebelum acara dimulai.


5. Sukarno Sakit

Dikutip dari laman Antaranews, Sukarno tertidur pulas karena sedang sakit malaria dua jam sebelum dilakukannya pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia.

6. Upacara sederhana

Proklamasi Kemerdekaan dilaksanakan dengan sederhana tanpa adanya protokol, bahkan tiang bendera hanya ditancapkan pada tanah.

7. Bukan suara asli dan penyebaran sembunyi-sembunyi

Rekaman Proklamasi yang disebarkan ke seluruh penjuru negara, bukan rekaman asli pembacaan Proklamasi, tetapi rekaman ulang Sukarno di RRI Jakarta tahun 1951.

Penyebaran berita kemerdekaan Indonesia dilakukan secara sembunyi-sembunyi oleh Adam Malik melalui perangkat miliki kantor berita Domei.

8. Naskah asli dan naskah ketikan

Naskah asli merupakan hasil tulisan tangan Sukarno tanpa adanya tanda tangan, sedangkan, naskah proklamasi yang sudah ditandatangani adalah hasil ketikan Sayuti Melik.

Fakta lain mengatakan, naskah asli ditemukan oleh seorang wartawan BM Diah di tempat sampah. Naskah tersebut baru dikembalikan kepada negara setelah 46 tahun lamanya.

Makna dan Hakikat Proklamasi Kemerdekaan

Berdasarkan catatan A.T. Sugeng Priyanto dan kawan-kawan dalam buku ajar Pendidikan Kewarganegaraan (2008), proklamasi diartikan sebagai pernyataan kepada seluruh rakyat.

Dalam hal proklamasi kemerdekaan Indonesia, didefinisikan menjadi pemberitahuan bahwa negara Indonesia telah benar-benar merdeka.Pengumuman akan adanya kemerdekaan tersebut sebenarnya tidak hanya ditujukan kepada rakyat dari negara yang bersangkutan, namun juga kepada seluruh bangsa di muka bumi.

Makna yang dapat diambil adalah pernyataan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia telah merdeka dari segala bentuk penjajahan.

Dengan begitu, NKRI resmi menjadi negara yang berdaulat dan memiliki kedudukan yang setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia internasional.


Hakikat proklamasi kemerdekaan dijadikan juga sebagai penanda bahwa bangsa Indonesia berhak menjalankan kehidupan sendiri atau tanpa campur tangan bangsa lain, dan bebas menentukan nasibnya sendiri demi masa depan NKRI.

Selain itu, proklamasi dianggap sebagai acuan NKRI dalam menerapkan segala tata hukum kenegaraan.

Dengan kata lain, hal paling fundamental Indonesia ketika menjalankan pemerintahannya berawal dari cita-cita atau nilai yang tercantum dalam proklamasi 17 Agustus 1945.

Hal tersebut seharusnya diperhatikan oleh seluruh bangsa Indonesia agar tidak melupakan apa yang pernah ada dalam sejarah kemerdekaan NKRI.

Cita-cita bangsa akan terus berlanjut seiring dengan zaman yang berkembang dan masyarakat Indonesia musti bisa menerapkan apa yang telah ditanam sebelumnya.



Baca juga artikel terkait HARI KEMERDEKAAN atau tulisan menarik lainnya Syamsul Dwi Maarif
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Penyelaras: Yulaika Ramadhani
DarkLight