tirto.id - Masa kritis DBD tidak boleh diabaikan. Saat fase ini terjadi terjadi, penderita DBD akan mengalami sejumlah perubahan pada kesehatan tubuhnya. Apa itu fase kritis DBD dan terjadi di hari ke berapa?
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang terjadi akibat infeksi virus dengue. Virus ini masuk ke dalam tubuh lewat perantaraan (carrier) nyamuk Aedes aegypti. Virus ini mudah berkembang di negara beriklim tropis dan subtropis sehingga risiko kejadian penyakit sangat tinggi untuk di Indonesia.
Seseorang yang baru terjangkit virus tersebut, ciri-ciri fase kritis DBD belum terlihat. Ciri fase kritis DBD pada anak dan orang dewasa pada tahap awal mungkin tampak tidak menunjukkan keparahan. Namun, fase selanjutnya bisa menjadi cukup membahayakan apabila tidak tertangani dengan baik.
Apa itu Masa Kritis DBD?
Masa kritis DBD merujuk pada periode perjalanan penyakit DBD yang mulai memasuki risiko komplikasi kesehatan lebih tinggi, ditandai dengan munculnya berbagai gejala khusus. Masa kritis DBD memiliki durasi waktu tertentu untuk berpindah dari satu fase ke fase lainnya. Lalu, masa kritis DBD hari ke berapa?
Pada tahap awal, tubuh seseorang yang terinfeksi virus dengue dari gigitan nyamuk akan mengalami hematoma dengan tanda menurunnya jumlah trombosit menjadi sangat rendah. Gejala klinisnya berupa kebocoran plasma yang terjadi selama kurang lebih 48 jam dan volume sirkulasi menurun. Kejadian perdarahan dapat juga muncul sebagai ciri-ciri masa kritis tahap awal.
Masa kritis DBD berapa hari, akan berbeda pada setiap fasenya. Masa kritis DBD terdiri dari tiga fase yang mempunyai ciri-ciri dan durasi waktu masing-masing.
Ciri-Ciri Masa Kritis DBD
Mengutip laman Pemkot Surakarta, penjelasan tentang fase kritis DBD berapa hari dan jenis fasenya dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Fase demam
Fase ini ditandai dengan demam tinggi sampai 40 derajat celcius yang berlangsung dari 2 sampai 7 hari. Pasien dapat mengalami gejala sakit kepala, nyeri di beberapa bagian tubuh, sakit tenggorokan, dan ada bintik merah di permukaan kulit.Pasien juga mengalami penurunan trombosit yang dapat memicu pendarahan. Masa kritis DBD trombosit berapa?
Dalam tahap DBD ringan, jumlah trombosit berkisar 140.000–101.000 sel per mikroliter darah dan umumnya belum muncul gejala. Jika sudah masuk DBD sedang, jumlah trombosit sekira 100.000–51.000 sel per mikroliter darah. Seseorang memiliki jumlah trombosit normal pada kisaran 150.000–450.000 sel per mikroliter darah
Oleh sebab itu, pada fase demam, dokter akan benar-benar memantau jumlah trombosit pasien. Trombosit yang makin anjlok bisa membuat pasien memasuki fase kritis DBD selanjutnya.
2. Fase kritis
Tahapan sakit DBD berikutnya adalah fase kritis. Keadaan pasien sering tampak menipu karena akan terlihat berangsur membaik dengan suhu badan kurang dari 38 derajat celcius. Hanya saja, di fase ini justru pasien sebenarnya mulai masuk ke tahapan yang lebih berisiko terhadap kesehatannya.Fase kritis terjadi sejak 3 sampai 7 hari usai mengalami demam. Fase kritis dapat dialami pasien selama 24-48 jam. Fase tersebut sangat rawan dengan kebocoran plasma dan dehidrasi sehingga perlu mendapatkan asupan cairan yang cukup.
Apa yang menyebabkan kematian pada penderita DBD? Pasien ada kemungkinan bisa mendapatkan fluktuasi pada detak jantung dan tekanan darah. Jika keadaan memburuk, pasien mengalami risiko kerusakan organ vital dalam tubuh seperti liver atau ginjal.
Oleh sebab itu, pasien pada fase ini memerlukan pemantauan dari tenaga medis. Mereka memiliki potensi ancaman terhadap nyawa.
Ciri-ciri demam berdarah yang sudah parah di fase kritis antara lain:
- Sakit perut
- Mengalami muntah berulang meski perut hanya berisi cairan
- Risiko perdarahan yang tampak melalui cairan muntah, mimisan, atau gusi berdarah
- Mudah mengalami memar
- Feses berwarna hitam dan memiliki tekstur lengket seperti kue tart
- Pasien mengalami kesulitan untuk bernafas
3. Fase pemulihan
Jika fase kritis terlewati, selanjutnya masuk ke fase pemulihan dengan ditandai naiknya kadar trombosit mencapai 150.000 per mikroliter darah. Fase ini berlangsung 48-72 jam usai fase krisis selesai. Cairan yang semula keluar dari pembuluh darah, bisa masuk lagi.Mengutip laman Promkes Kemenkes, penyakit DBD tidak memiliki pengobatan khusus. Pasien sangat disarankan untuk beristirahat penuh dan banyak mengonsumsi air putih selama masih didiagnosis mengalami DBD. Bila diperlukan, dokter memberikan cairan infus dan meresepkan obat pereda nyeri.
Selama perawatan, dokter akan memantau setiap fase DBD yang dialami pasien. Hal tersebut untuk mencegah kesalahan penanganan yang bisa mengakibatkan kefatalan.
Sampai saat ini juga belum ditemukan vaksin untuk DBD. Cara efektif dalam mencegah DBD yaitu mengusahakan agar vektor atau nyamuk Aedes aegypti tidak berkembang biak secara luas.
Cara Melewati Masa Kritis DBD
Cara melewati masa kritis DBD dapat dibantu dengan serangkaian upaya untuk mendukung kesembuhan. Pengalaman masa kritis DBD seperti ini dilakukan upaya berikut:
1. Minum air secara cukup
Pasien DBD berisiko mengalami dehidrasi. Kekurangan cairan yang parah bisa mengancam jiwa. Pasien disarankan untuk mencukupi cairan 2-3 liter per hari dengan berbagai bentuknya seperti air putih, jus buah, oralit hingga susu.2. Jangan mengonsumsi minuman berkafein atau pun bersoda
Kedua jenis minuman tersebut bisa memicu dehidrasi. Minuman berkafein dan bersoda akan menarik cairan keluar tubuh.3. Memperbanyak istirahat
Istirahat, terutama tidur, membantu penyembuhan berbagai macam penyakit termasuk DBD. Kebutuhan tidur yang tercukupi akan meningkatkan kekebalan tubuh.4. Kompres badan jika demam
Saat demam menyerang, lakukan pengompresan memakai handuk atau kain. Letakkan media basah tersebut pada kepala, ketiak, dan selangkangan untuk menurunkan suhu tubuh.5. Minum obat penurun demam
Jika kompres tidak mempan menurunkan suhu tubuh, konsumsi obat penurun demam sesuai petunjuk dokter. Biasanya obat ini juga dipakai untuk menurunkan rasa nyeri.Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Yandri Daniel Damaledo
Penyelaras: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id




































