tirto.id - Pemerintah melalui BP BUMN telah menurunkan harga pupuk hingga 20 persen. Penurunan harga ini menurut Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, terjadi setelah pihaknya mengubah model bisnis PT Pupuk Indonesia dari skema cost plus menjadi mark to market.
Dony menjelaskan langkah ini sekaligus membongkar praktik lama yang dianggap membuat pabrik pupuk tidak produktif dan membebani subsidi negara.
"Anda bisa bayangkan, dulu Pupuk Indonesia itu labanya dari cost dikasih margin. Dia tidak peduli berapapun harga, berapapun biayanya. Semakin tinggi biaya, semakin tinggi margin yang dia dapatkan," ujar Dony di acara B-Universe, di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Akibat dari skema tersebut, kata Dony, pabrik-pabrik pupuk menjadi tua dan tidak produktif. Perusahaan tidak memiliki insentif untuk berinvestasi karena investasi justru menambah biaya yang harus ditanggung.
"Kalau kita investasi di pabrik pupuk, biayanya jadi turun, COGS-nya (harga pokok penjualan/HPP) jadi lebih efisien. Tapi, di satu sisi, biaya yang ditanggung perusahaan meningkat karena ada financing cost dan depresiasi. Dia dibayar COGS plus," jelasnya.
Dony mengungkapkan bahwa Danantara kemudian mengubah model bisnis menjadi mark to market. Perubahan ini telah dipresentasikan dan disetujui oleh DPR serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Kita ubah modelnya menjadi mark to market. Kita presentasi ke DPR, ke BPK untuk melakukan perubahan ini dan disetujui," katanya.
Dengan model baru ini, PT Pupuk Indonesia mulai membangun dan memodernisasi pabrik-pabrik pupuk. Hasilnya, harga pupuk berhasil diturunkan hingga 20 persen lebih murah dibandingkan sebelumnya.
Dony menyebut bahwa penurunan harga pupuk tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari program ketahanan pangan yang terintegrasi.
“Kalau orang berpikir bahwa soal pangan itu tidak betul karena tidak memahami keseluruhan daripada program yang dibuat. Ada irigasinya, ada pompanya, ada penurunan harga pupuknya sehingga produksi menjadi lebih meningkat," tuturnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id







































